Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 25


__ADS_3

"Bagaimana Tuan Ryan? Apakah anda akan melanjutkan permainan?" tanya Bambang dengan sombong dan bangga diri.


Ryan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Raja Judi yang sebentar lagi akan menangis itu sebelum dia menganggukkan kepala.


"Bagus! Sangat bagus! Itu yang aku harapkan!" ucap Bambang dengan senang.


Bagaimana tidak senang? Rencananya untuk membuat Ryan bangkrut dan pulang dengan tangan kosong sudah mulai terlaksana dengan baik seperti harapannya. Namun yang tidak diketahuinya bahwa kata bangkrut itulah yang akan tersematkan untuknya.


"Kita main 1,5 Milyar!" ucap Ryan dengan yakin. Dia meminta Rio untuk meletakkan 150 chip emas pada meja didepannya.


Dengan patuh Rio melaksanakan tugas dari Ryan lalu setelahnya kembali ketempat semula, yaitu berdiri dibelakang Ryan layaknya seperti pengawal setia.


Si Bandar kembali mengambil kartu-kartu dari para pemain dan mengocoknya setelah taruhan disepakati dan orang-orang yang ikut juga sudah duduk pada kursinya. Setelahnya, si Bandar meletakkan membagi kartu kepada para pemain dan meletakannya satu garis lurus diatas meja dan menyuruh pemain untuk memilih kartu keberuntungan masing-masing.


Para pemain mengambil kartu yang menurut mereka akan membawa kepada keberuntungannya. Ryan sendiri juga mengambil kartu yang dikatakan oleh Sistem yang mana dengan kartu itu dia akan memenangkan permainannya.


Dan benar saja setelah permainan dimulai, Ryan langsung memasang wajah yang cerah. Dia mendapatkan kartu yang sangat-sangat spesial yaitu kartu As dan 2 kartu berangkakan 10. Sungguh kebetulan yang sangat tidak terduga.


Permainan pun dimulai. Beberapa bermain termasuk Bambang mulai mengambil kartu untuk menambahkan jumlah angka yang ada pada mereka sehingga pada angka 41 atau yang mendekatinya.


Seperti biasa wajah Bambang selalu tersenyum dengan percaya diri. Dia berpikir bahwasanya akan kembali memenangkan permainan dan mendapatkan untung yang lebih besar daripada sebelumnya.


Ryan juga mengambil kartunya dua buah. Dan wajahnya langsung cerah saat melihat kartu yang didapatkannya. Jumlah keseluruhan kartunya adalah 40 yang sudah dipastikan dia akan memenangkan permainan seperti yang Sistem katakan.


Wajah dari Bambang langsung menjadi suram saat melihat kartu yang dibanting oleh Ryan berjumlah 40. Padahal dia sudah sangat percaya diri akan jumlah kartunya. Gelak tawa pun langsung pecah dari Ryan. Saat melihat ternyata jumlah kartu Bambang adalah 39. Berbeda tipis satu angka saja!


"Akh.. Sial!" decak Bambang dengan kesal. Dia tidak menyangka bahwa kartunya masih kalah dengan milik Ryan.


Dia langsung menantang kembali Ryan untuk bermain lagi. Dan hasilnya pun dia tetap kalah. Bambang menjadi sangat frustasi akan hal itu. Dia mengacak-acak rambutnya sendiri lalu menantang Ryan lagi dan lagi sampai tidak sadar jika chip yang dimilikinya sudahlah habis.


"Kau.. Siapa kau sebenarnya?" tanya Bambang dengan marah menatap Ryan.

__ADS_1


Dia sangat penasaran dengan identitas Ryan yang sebenarnya. Identitasnya sebagai Raja Judi di kota ini sungguh telah diinjak-injak oleh pemuda tidak dikenal yang datang dari antah berantah. Sungguh hal itu membuat hatinya sangat sakit. Terlebih Bambang telah kehabisan chipnya yang jika ditotal berjumlah 20 milyar uang tunai.


"Aku? Aku hanyalah pemuda biasa saja!" jawab Ryan dengan santai.


"Tidak mungkin! Tidak mungkin kau adalah pemuda biasa saja! Atau jangan jangan kau adalah Dewa Judi dari negara M yang misterius itu! Wajahmu seperti bukan berasal dari negara I ini!" ujar Bambang mulai ngelantur.


"Haiih.. Sudah kukatakan jika aku hanya pemuda biasa saja! Aku bahkan lahir dan tinggal di kota ini!" ucap Ryan memberi penjelasan.


"Oiya, jika kau tidak ingin bermain lagi, maka aku akan pindah tempat bermain. Paman Rio, John dan kalian semua! Tolong bawa uangku ini! Ayo kita ketempat lain!" lanjut Ryan sambil berdiri dari tempat duduknya dan menuju permainan tebak angka yang menggunakan mesin putar.


"Baik Guru Besar!" ujar Rio dan semua bawahannya.


Sore itu, Ryan berhasil memporak-porandakan keuangan rumah kasino itu. Semua bandar judi dibuat geram oleh kemenangan mutlak yang diperoleh pemuda itu. Mereka ingin marah, namun melihat Rio dan anggota geng motor tengkorak hitam yang selalu berada dibelakang pemuda itu membuat mereka hanya bisa menggertakkan gigi menahan semua kekesalannya.


Ryan keluar dari rumah keberuntungan dan kebuntungan tepat sebelum matahari terbenam. Dia bersama dengan Rio dan John serta beberapa anggota geng motor tengkorak keluar dengan wajah sumringah.


Bagaimana tidak? Ryan mengantongi uang sebanyak 45 milyar lebih dari rumah kasino itu yang sudah dia masukkan kedalam rekening banknya.


"Lintang!" panggil Ryan.


"Iya saudara Ryan!" sahut Lintang.


"Sekarang kamu mau kemana lagi?" tanya Ryan lembut.


"Aku akan pulang!" jawab Lintang cepat.


"Aku ingin meminta maaf dengan papa sama mama! Mereka pasti khawatir dengan kepergianku ini!" lanjut Lintang yang telah sadar akan kesalahannya berkat ucapan Ryan yang disampaikan sebelum bermain permainan yang menguntungkan.


"Baguslah!.. Itu baru yang namanya Lingtang!" ucap Ryan sambil tangannya tiba-tiba bergerak sendiri tanpa diduga lalu mengacak-acak rambut Lintang.


Lintang tidak marah akan hal itu. Entah mengapa dia justru senang dengan perlakuan dari Ryan.

__ADS_1


"Terima kasih saudara Ryan!" ujar Lintang setelah Ryan menurunkan tangannya.


"Iya.. Sama-sama!" balas Ryan.


"Oiya, bolehkah kita saling tukar nomor telfon?" tanya Lintang.


"Tentu! Tapi ponselku ketinggalan dirumah" jawab Ryan.


"Tidak apa-apa!" ucap Lintang.


"En.." angguk Ryan lalu menyebutkan nomor telfonnya. Setelah itu Lintang langsung pergi meninggalkan kelompok Ryan dan geng motor tengkorak hitam.


"Hahh.. Baiklah! Kita berpisah sampai disini saja! Aku ingin pulang segera!" ucap Ryan kepada Rio dan lainnya. Ryan langsung menunggangi motor ninja milik Suprapto.


"Baik Guru Besar Ryan! Hati-hati dijalan! Jangan ngebut-ngebut! Cukup 150 saja!" ujar John sambil tersenyum.


"Ahaha.. Sialan! Siap John! Baiklah.. Aku pergi dulu!" ucap Ryan sambil tertawa kemudian menghidupkan mesin motor dan tarik gas.


Rio, John dan beberapa anggota geng motor tengkorak hitam hanya menggelengkan kepala melihat Ryan pergi meninggalkan mereka. Mereka masih saja belum sepenuhnya percaya bahwa Ryan telah menghancurkan satu bisnis perjudian yang cukup besar di kota.


"Guru Besar Ryan memang penuh kejutan!" ucap John sambil mengangguk puas.


"Aku juga tidak menyangkanya sama sekali! Selain ahli kungfu, dia ternyata juga seorang Dewa Judi!" sahut Rio sambil menghela nafas.


Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan tempat yang telah bangkrut oleh Ryan itu dengan mengendarai motor besar. Setelah kepergian mereka, Bambang beserta orang-orang yang dirugikan oleh kelakuan Ryan juga ikut keluar gedung.


"Kalian cari tahu dan selidiki siapa pemuda itu! Aku ingin hasilnya secepatnya!" ucap Bambang dengan wajah yang terus ditekuk.


"Baik bos!" jawab orang-orang itu yang ternyata adalah para anak buah dari Bambang. Mereka semua langsung membubarkan diri meninggalkan Bambang sendirian untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh pemimpin mereka itu.


"Aku tidak akan pernah melepasmu Ryan sialan!" ucap Bambang dengan geram lalu melangkahkan kakinya kembali kedalam gedung.

__ADS_1


__ADS_2