Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 84


__ADS_3

Orang-orang dari pihak mafia pisau angin akhirnya telah dibuat tumbang semuanya oleh Ryan. Dan hanya tersisa Topan saja yang saat ini masih dapat berdiri namun tidak dapat menggerakkan badannya yang bergetar karena ketakutan.


"Sebelumnya aku masih sedikit menoleransi perbuatan yang dilakukan oleh keluargamu dengan tidak membunuh mereka. Namun sekarang kamu benar-benar telah membuat mereka semua tidak dapat lagi untuk menyelamatkan nyawa mereka!" ucap Ryan dengan nada yang sangat dingin kemudian berlari menuju ke arah Topan.


Topan yang entah mengapa tidak bisa menggerakkan tubuhnya yang bergetar karena terlalu takut akan Ryan yang sedang berlari menuju ke arahnya malah justru kini mengompol di celana hingga akhirnya Ryan pun tiba tepat di hadapannya sambil tersenyum menyeringai.


"Aku sudah terlalu lembut dengan sikap kalian selama ini!" kata Ryan dengan senyuman dingin lalu bergerak sembari mengayunkan tangannya.


Sret! Sret! Sret!


"Aaakkkhhh.."


Topan berteriak sangat keras saat mendapati beberapa urat dan syarafnya disayat oleh Ryan yang membuat tubuhnya kini terkulai lemas dan tidak berdaya serta pada akhirnya tubuhnya pun tumbang tepat dihadapan Ryan.


"Jika ada orang yang lewat, mungkin kamu akan selamat namun tetap dengan tubuh cacat. Tapi jika tidak ada, maka kamu akan kehabisan darah dan mati di tempat ini!" ujar Ryan dengan kejamnya lalu pergi meninggalkan tempat itu dan tidak memperdulikan akan nasib dari Topan dan orang-orang yang disewanya dari kelompok mafia pisau angin.


"Aakkhh.. Tidak! Ryan! Tolong ampuni aku! Bawa aku ke rumah sakit!"


Sayup-sayup Ryan masih dapat mendengar teriakan dari Topan yang memintanya untuk menolong dan membawanya ke rumah sakit saat Ryan sudah mulai mengemudikan motor Ducati panegale miliknya.


'Bukan aku bertindak kejam, tapi kalianlah yang membuat aku menjadi seperti ini!' batin Ryan yang terus menarik gasnya pergi meninggalkan tempat itu. Ryan bertekad bahwa akan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukannya kepada Topan jika saja ada lagi yang ingin membuat masalah dengannya.

__ADS_1


Tepat setelah 5 menit Ryan pergi meninggalkan topan dan kelompok mafia pisau angin, Sistem mengatakan bahwa ada sekelompok orang yang mendatangi villa gunung emas yang akan berbuat hal yang tidak baik kepada ibunya dan juga orang-orangnya yang ada di sana.


Ryan sontak saja sangat terkejut dan menarik gasnya lebih kuat lagi agar segera sampai di villa gunung emas dan menolong ibu serta orang-orangnya. 10 menit kemudian, hp iPhone 14 pro max milik Ryan tiba-tiba berdering tanda ada seseorang yang sedang menelponnya.


Ryan segera menghentikan laju motornya dan mengangkat telepon yang ternyata itu adalah dari Lastri atau ibunya.


"Halo ib-.." belum selesai Ryan mengucapkan kata-katanya tiba-tiba sebuah suara yang terdengar cukup serak memotongnya.


"Jika kau ingin ibumu dan juga orang-orang selamat, maka cepat datanglah seorang diri ke jalan kamboja di komplek perumahan di kota P serta serahkan kepemilikan perusahaan e-Shan!" ucap suara serak itu lalu tiba-tiba dia menutup telepon Ryan.


Ryan terdiam membeku sampai membuat HP iPhone 14 pro max miliknya terjatuh di atas tanah karena kesedihan yang melanda hatinya.


"I-ibu.." ucap Ryan dengan lirih dan air mata yang mulai menetes di pipinya.


"Bagaimana aku bisa tenang? Aku bersumpah akan menghabisi mereka semua jika sampai ibuku terluka meskipun hanya sedikit saja!" kata Ryan dengan matanya yang dipenuhi dengan niat membunuh.


Ryan kemudian mengambil handphone iPhone 14 pro max miliknya yang sebenarnya terjatuh dan memasukkannya kembali ke dalam saku lalu melesat dengan kecepatan tinggi menggunakan motor Ducati panigale melebihi kecepatan dari para pembalap sekalipun.


Ryan sama sekali tidak menghiraukan rambu-rambu lalu lintas karena isi di dalam kepalanya hanyalah agar bisa secepat mungkin sampai di villa gunung emas lalu menuju ke jalan kamboja yang berada di kota P.


Dengan skill pengendara tingkat tinggi yang dia miliki, Ryan dapat dengan mudah melewati lika-likunya kendaraan yang dilintasinya. Beberapa kali dia tuh juga dikejar oleh polisi karena telah melanggar aturan lalu lintas namun dia dapat dengan mudah pula melepaskan diri karena polisi itu tidak dapat mengejar kecepatan dari laju motor Ryan.

__ADS_1


Setengah jam kemudian, Ryan pun akhirnya kini telah sampai di pintu gerbang villa gunung emas miliknya dan mendapati pintu gerbang itu terbuka tanpa adanya satpam yang menjaga.


Sesampainya Ryan didepan villanya, dia mendapati Parman dan Suprapto, sang manajer villa, dan juga Indri serta puluhan pelayan telah terkapar tidak sadarkan diri di tempat itu dengan luka-luka memar di sekujur tubuh mereka.


"Aaakkhh.. Keparat!" teriak Ryan dengan marah lalu berlari menuju tempat Indri dan membawanya masuk ke dalam villa untuk diobati.


Hal ya sama juga dia lakukan kepada Parman, Suprapto, manajer villa dan puluhan pelayannya yang terluka. Dengan menggunakan pengetahuannya dari skill pijat super mengenai saraf-saraf dan juga beberapa urat di dalam tubuh manusia, Ryan dapat membuat wajah orang-orang yang tidak sadarkan diri itu yang sebelumnya pucat kini telah menjadi merona kembali.


Tidak lama kemudian, Indri yang pertama kali ditolong oleh Ryan pun membuka kedua matanya dan mendapati Ryan sedang mengenal tapi ke arahnya dengan tatapan yang penuh kekhawatiran.


"M-maaf tuan Ryan! A-aku telah gagal menyelamatkan nyonya besar dari penculikan! Mereka terlalu banyak dan terlalu kuat!" kata Indri dengan lemah dan juga air mata yang mengalir di pipinya karena penyesalan.


"Tidak apa-apa Indri! Aku sendiri akan membawa ibu kembali! Aku berjanji akan membalaskan apa yang telah mereka perbuat denganmu ini!" kata Ryan dengan hati yang seperti sedang di sayat-sayat dengan pisau tumpul.


"Tapi tuan! Mereka sangatlah kuat dan banyak!" kata Indri.


"Tidak apa-apa! Aku pasti akan dapat membawa ibu kembali dan menghabisi mereka semua!" ujar Ryan dengan optimism3 tinggi dan berusaha tersenyum kepada Indri untuk meyakinkannya.


Setelah semua orang di tempat itu telah kembali siuman, Ryan pun bergegas mengambil data-data yang berhubungan dengan kepemilikannya atas perusahaan e-Shan. Dia lalu berpamitan kepada semua orang dan meminta kepada mereka untuk mendoakan kebaikan atas dirinya dan juga ibunya.


Semua orang tentu saja langsung mengangguk dan menyetujui serta dengan berat hati melepaskan tuannya untuk bernegosiasi dengan pihak penculik sang nyonya besar.

__ADS_1


Ryan menggunakan motor Kawasaki ninja h2 carbon miliknya karena motor yang sebelumnya belumlah sempat dia isi bahan bakarnya. Ryan menarik gas motor tersebut dengan sangat kuat sehingga melesat dengan kecepatan tinggi dengan tujuan agar dia segera sampai di jalan kamboja yang berada di komplek perumahan yang ada di kota P.


'Aku bersumpah tidak akan pernah memaafkan kalian!' batin Ryan yang hatinya kini telah sepenuhnya membara saat mengingat orang-orangnya dilukai hingga keseluruhannya tidak sadarkan diri.


__ADS_2