
***
Berita mengenai rencana pembunuhan presiden oleh salah satu menteri dan seorang sniper yang ternyata berasal dari kelompok pemberontak langsung tersebar luas dengan sangat cepat di negara I layaknya air bah saja.
Semua media entah itu di radio, televisi, YouTube dan lain-lain semuanya memberitakan mengenai perihal tersebut. Bisa dikatakan berita itu adalah topit terpanas dan paling trendy di seluruh jagat negara I.
Tidak terkecuali aksi heroik yang dilakukan oleh pemuda asing tidak dikenal yang telah berhasil menggagalkan rencana pembunuhan itu. Presiden dengan jelas menyatakan secara pribadi telah mengundang pemuda asing nan misterius itu untuk hadir kembali di istana negara untuk menerima penghargaan nasional.
Mengapa sampai demikian? Itu karena dengan tertangkapnya salah satu ******* yang tidak lain adalah menterinya sendiri, pemerintah akhirnya berhasil menangkap beberapa orang lainnya yang terlibat dalam jaringan terorisme di negara I yang memang sudah berulang kali memulai aksinya dan sangat meresahkan sekali.
Ada hal yang aneh saat kamera cctv memberitakan mengenai pemuda misterius yang telah menyelamatkan presiden. Disana wajah dari pemuda itu tidaklah jelas alias blur. Maka dari itu, pihak negara tidak bisa mengidentifikasi siapa identitas sang penolong misterius itu.
Namun dari keterangan saksi yang pernah berinteraksi dengan pemuda misterius seperti beberapa awak media, pengawal pribadi presiden dan wartawan yang sebelumnya dengan sengaja disewa jasanya oleh pemuda itu dengan imbalan 1 miliar uang, mereka mengatakan bahwa pemuda itu memang datang mengunjungi istana negara hanya untuk sebuah misi penyelamatan yang ditugaskan oleh seseorang.
Maka dari itulah, pemerintah sangat bersyukur dan ingin mengundang pemuda itu untuk memberikan rasa terima kasih setulus-tulusnya atas apa yang dilakukannya yang layaknya seperti malaikat yang diutus khusus untuk menyelamatkan sang presiden.
Ryan yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi menggunakan mobil Mercedes Benz Maybach miliknya hanya bisa tersenyum saat mendengar pemberitaan itu dari radio yang saat ini sedang dia dengarkan.
"Jadi kamu sengaja membuat kamera cctv blur?" tanya Ryan sambil tersenyum lebar.
[Ayolah Tuan! Tentu saja itu aku! Aku tahu Tuan itu paling tidak suka dengan sesuatu yang merepotkan! Maka kubuatlah seperti itu!] jawab Sistem dengan santai.
"Ohohoo.. Kamu memang yang terbaik Tem! Emmmuaach!" ucap Ryan sambil memonyong-monyongkan bibirnya layaknya seseorang yang hendak mencium seseorang saja.
[Ish.. Aku merinding jijik Tuan!] ucap Sistem dengan terang-terangan.
"Kamu jahat Tem!" kata Ryan manyun.
__ADS_1
[Hahaha..] Sistem hanya menanggapinya dengan tertawa terbahak-bahak. Padahal baru saja Ryan mengatakan pujian atas tindakan Sistem yang sangat pengertian namun kini dia langsung dibuat merajuk oleh Sistem itu pula.
***
Beberapa jam kemudian, Ryan pun telah sampai didepan pintu gerbang masuk Villa Gunung Emas. Saat dia telah sampai dihalaman villa tempatnya tinggal, Lastri langsung menyambutnya dengan suka cita dan tersenyum dengan lebar.
"Anakmu yang paling tampan pulang bu!" ucap Ryan sambil menyalami Lastri.
Lastri mengusap kepala anak semata wayangnya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Selamat datang kembali dirumah putraku!" ucap Lastri dengan lembut.
"Ada apa bu? Sepertinya ibu terlihat sangat bahagia sekali hari ini?" tanya Ryan.
"Kamu yang menyelamatkan pak presiden bukan?" tanya Lastri terus terang.
Ryan tersenyum lembut mendengar pertanyaan dari sang ibu.
"Tentu saja! Pemuda misterius yang tiba-tiba muncul di istana negara dengan menyamar menjadi wartawan dan menyelamatkan presiden, ibu bahkan sudah menonton berulang kali siarannya di televisi! Meskipun wajahnya tidak jelas karena seperti sengaja diblurkan, namun ibu sangat mengenali tubuh putra ibu yang paling hebat ini!" jawab Lastri dengan tersenyum bangga.
"Ryan memang tidak bisa menutupinya dari ibuku yang paling kusayangi ini!" kata Ryan sembari mengajak ibunya untuk masuk kedalam villa.
"Lakukan saja yang menurutmu baik putraku! Tapi selalulah berhati-hati!" ucap Lastri dengan senyum penuh kebanggaan.
"Siap buk bosku!" angguk Ryan.
Keduanya kemudian masuk villa sambil terus berbincang-bincang mengenai aksi kepahlawanan yang dilakukan oleh Ryan. Dengan santai Ryan pun menjawab pertanyaan sang ibu dengan jujur namun tidak mengungkapkan bahwa orang yang memberinya tugas adalah Sistem.
__ADS_1
Ryan hanya mengatakan bahwa orang itu adalah orang yang selama ini telah membantunya sehingga dapat mengubah hidupnya menjadi lebih baik seperti sekarang ini. Lastri juga tidak menanyakan lebih lanjut mengenai siapakah sebenarnya orang misterius yabg menugaskan putranya untuk menyelamatkan presiden dan membantu kehidupannya menjadi lebih baik. Dia sadar, mungkin itu adalah rahasia anaknya karena dia tidak mau menceritakannya lebih lanjut lagi.
Lastri langsung mengajak putranya untuk makan sarapan karena ini adalah waktu pagi. Sebelumnya saat Ryan belum sampai di villa, dia juga sudah menghubungi pihak kampus bahwa dia hari ini berhalangan hadir karena suatu alasan yang dibuat-buatnya.
Tentu saja Ryan tidak bisa hadir dalam kuliahnya karena tubuhnya juga tidak bisa memungkiri akan lelahnya. Dia tidak tidur dalam perjalanan pulang sama sekali. Maka rencananya dia ingin balas dendam setelah makan sarapan pagi setelah ini.
Dan benar saja! Setelah selesai melakukan acara sarapannya, dia langsung meminta izin kepada Lastri untuk beristirahat denga alasan dia cukup kelelahan. Lastri juga langsung mempersilahan putranya untuk beristirahat meskipun dia masih sedikit penasaran dengan cara Ryan menyelamatkan bapak presiden.
Didalam kamar, Ryan langsung menjatuhkan diri diatas perbaringan atau kasur dan tertidur dengan lelapnya dan mulai merajut asa dalam mimpi indahnya.
***
Malam harinya, Ryan terbangun dari tidur lelapnya dan menggeliat seperti cacing kepanasan. Ya! Menurutnya, suatu kenikmatan yang luar biasa dan harus benar-benar disyukuri adalah menggeliat saat bangun dari tidur. Sungguh pemikiran yang berbeda dan benar adanya. Semua orang pastilah tidak mengira bahwa menggeliat itu juga termasuk suatu nikmat agung!
[Sudah? Puas menggeliat kayak cacing kepanasannya?] tanya Sistem tiba-tiba.
"Tentu saja! Nikmatnya itu tidak bisa diungkapkan melalui kata-kata! Hahaha.." jawab Ryan sambil tertawa terkekeh-kekeh.
[Tuan tahu? Kata orang, kalau menggeliat seperti itu terasa sangat nikmat karena sedang diperkosa oleh setan!] kata Sistem.
"Cih! Itu hoax saja! Dan orang yang mengatakan itu pasti cuma orang yang mencari perhatian saja! Ucapan tidak berdasar!" ucap Ryan mengeluh dengan berdecak kesal.
[Hahaha..] Sistem hanya tertawa terbahak-bahak mendengar keluhan Tuannya.
Ryan lalu bangun dari tempat tidur saat merasakan bahwa seluruh nyawanya telah terkumpul. Dia bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Ya, tidak perlu mandi! Kata orang, yang penting cuci muka saja! Selesai!
Ryan keluar kamarnya dan mendapati villanya sangatlah sepi. Wajar saja! Sekarang adalah pukul 02.00 dini hari. Setelah berjalan beberapa saat, dia akhirnya menemukan Parman dan Suprapto sedang berjaga taman dibelakang villa.
__ADS_1
Ryan pun tersenyum penuh arti melihat keduanya. Dia berjalan menghampiri mereka sambil dalam fikirannya berkata,
"Pindai!"