
Seringai tipis terpancar dari sudut bibir Ryan saat melihat ekspresi terkejut dari tuan muda Alexander. Ryan yakin bahwasanya lawannya ini sangat tidak menyangka bahwa tenaga miliknya masih sangat besar dan kuat sehingga bisa mengimbanginya.
Saat ini dirinya dan tuan muda Alexander mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak.
"Hehehe.. Tuan muda Alexander yang terhormat! Bagaimana jika kita berdamai saja agar aku tidak membunuh atau membuat luka pada tubuh anda sehingga tidak bernasib sama seperti mereka! Tapi tuan muda Alexander cukup bertukar mobil saja denganku!" kata Ryan dengan senyuman cerah karena ucapannya sendiri.
Kening tuan muda Alexander mengerut saat mendengar penawaran yang diminta oleh lawannya itu. Penawaran bukan seperti penawaran saja, akan tetapi lebih tepatnya seperti pemalakan secara terang-terangan.
"Hah! Kau sangat percaya diri dengan kemampuanmu yang baru secuil kamu perlihatkan kepadaku itu! Baiklah.. Aku akan dalam mode serius kali ini! Jika kamu bisa mengalahkanku, maka ambil saja mobilku itu!" kata tuan muda Alexander sambil membalas senyuman dari Ryan.
"Oh? Bukankah itu terlalu merugikan tuan muda Alexander yang terhormat ini?" kata Ryan bertanya mengenai keuntungan dan kerugian yang akan ditorehkan seolah-olah apa yang dikatakan oleh tuan muda Alexander itu sangatlah salah.
"Tidak apa-apa! Jika hanya mobil murah seperti itu aku masih ada sembilan dirumahku! Kamu silakan ambil saja! Namun sebelum itu kalahkan aku terlebih dahulu!" jawab tuan muda Alexander sambil tersenyum ringan.
Ryan tersenyum masam saat mendengar jawaban dari orang yang dipanggil tuan muda oleh kelompok geng sindikat narkoba internasional yang mengatakan bahwa mobil seharga 100 miliar itu sangatlah murah.
'Sial! Aku lupa bahwa orang ini adalah salah satu anakan bos dari pimpinan petinggi Geng Kapak Maut!' batin Ryan menggerutu dan mengutuk kebodohan dirinya sendiri yang tidak berpikir dengan jernih.
"Hahh.. Baiklah jika itu yang menjadi keinginan dari tuan muda Alexander yang terhormat! Tapi aku meminta maaf jika nanti pedangku ini tidak sengaja membuat nyawa tuan muda akan melayang menuju neraka!" kata Ryan sambil membuat kembali kuda-kuda beladiri kokoh.
"Aku sangat senang mendengar permintaan maafmu itu!" kata tuan muda Alexander juga membuat kuda-kuda beladiri.
Keduanya saling tatap untuk beberapa saat lalu keduanya bergerak maju dengan sangat lincah dan gesit. Keduanya benar-benar memperlihatkan bahwa mereka adalah master beladiri yang sangat hebat.
__ADS_1
Suara dentingan pedang dan kapak yang bertemu disertai dengan percikan api layaknya sebuah kembang api mini tercipta dari kedua ahli beladiri yang saling serang itu. Raut wajah Ryan dan tuan muda Alexander terlihat sangat serius dan tidak ingin kehilangan fokus bertarungnya yang mungkin akan dapat membuat mereka terbunuh.
Sebab keduanya sangat yakin bahwa hanya dengan kecolongan satu kesempatan saja maka mereka akan langsung tewas atau menderita luka yang sangat parah sehingga pada akhirnya akan terbunuh juga karena tidak bisa melanjutkan pertarungan dalam kondisi luka.
Trank! Trank! Trank!
Keduanya terlihat sangat imbang dan tidak menunjukkan kekurangan sedikitpun dalam setiap gerakannya. Ryan terus bergerak mengayunkan pedangnya untuk menebas lawan untuk memberikan luka. Namun tuan muda Alexander selalu saja bisa memblokir serangan yang diberikan oleh Ryan.
Begitu juga sebaliknya, setiap ayunan kapak dari tuan muda Alexander selalu digagalkan untuk mengenai tubuh Ryan dengan pedang katana yang ada ditangan Ryan.
'Sial! Ini barulah anakan dari bos besar Geng Kapak Maut, namun sudah memiliki keahlian beladiri setinggi ini! Lalu bagaimana dengan kehebatan bertarung indukannya?' batin Ryan yang sangat tercengang dengan kehebatan bertarung tuan muda Alexander.
Dia sudah terlanjur menyinggung anggota gengnya, maka mau tidak mau dia pasti akan menjadi buronan atau orang yang harus disingkirkan oleh sindikat perdagangan narkoba tingkat internasional ini. Karena Ryan yakin bahwa kelompok Geng Kapak Maut tidak akan diam begitu saja saat mendengar informasi bahwa transaksi mereka dengan kelompok kriminal lain telah digagalkan oleh pihak ketiga.
"Apakah hanya seperti ini saja kehebatan yang dimiliki oleh seorang tuan muda Alexander yang terhormat?" tanya Rian mengejek tuan muda Alexander di sela-sela pertarungan untuk memancing emosinya.
"Hahaha.. Kamu masih bisa berbicara saat bertarung ternyata! Baiklah.. Aku akan mempercepat ritme pertarungannya!" kata tuan muda Alexander sambil tertawa terkekeh-kekeh.
Kemudian tuan muda Alexander bergerak dua kali lipat lebih cepat daripada gerakannya yang sebelumnya. Ryan menjadi tercengang saat melihat kecepatan yang dimiliki oleh tuan muda Alexander. Dia sedikit menyesal karena telah memprovokasi orang didepannya ini.
Akan tetapi Ryan masih sanggup untuk menghadang dan memblokir setiap serangan kapak yang diayunkan oleh tuan muda Alexander. Ryan menggunakan jurus-jurus tendangan untuk mengecoh pertahanan dari tuan muda Alexander serta mengimbangi kecepatan serangan yang datang bertubi-tubi kepadanya.
Trank! Trank!
__ADS_1
Tuan muda Alexander terus mengayunkan kapaknya tanpa berhenti sehingga membuat Ryan sedikit kewalahan. Dia meloncat tinggi keatas kepala Ryan dan mengayunkan kapaknya menggunakan kedua tangannya sekaligus.
"Gerakan Kedua Kapak Iblis! Membelah Langit!" tuan muda Alexander meneriakkan jurus yang sedang dilakukannya.
Ryan menganggapnya terlalu berlebihan sekali. Kapak Iblis? Membelah Langit? Seperti tokoh-tokoh pendekar yang ada didalam novel fantasi timur Ling Tian yang pernah dia baca saja saat dirinya gabut.
Ryan yang posisinya saat ini tidak dalam keadaan baik, maka mau tidak mau dia harus memblokir serangan kapal yang mengarah ke kepalanya itu dengan gerakan pedang secara horizontal. Akan tetapi jika dia melakukan hal itu maka dia akan tetap saja kalah. Sebab kekuatan dari dorongan kedua tangan milik tuan muda Alexander pastilah lebih besar dari pertahanan pedang yang dalam posisi tidak menguntungkan itu.
Kuda-kuda milik Ryan juga tidak memungkinkan baginya untuk bergerak mundur ataupun menyamping. Akhirnya dengan tekatdnya, Ryan memegang erat pada gagang pedangnya dan memblokir serangan kapak iblis milik tuan muda Alexander.
Traankkk!
Kapak tuan muda Alexander dan pedang katana milik Ryan saling berbenturan yang menimbulkan suara dentingan yang cukup memekakkan telinga. Percikan api kecil juga tercipta dari kedua benda tajam itu sehingga membuat keduanya memejamkan mata untuk satu kedipan saja.
Pedang tanah milik Ryan berhasil memblokir serangan kapak milik tuan muda Alexander, akan tetapi karena kekuatan dorongan dari kapak tuan muda Alexander jauh lebih besar daripada blokiran pedang katana milik durian pedang itu tetap terdorong mundur hingga punggung dari pedang katana itu mengenai dahi dari Ryan.
'Sial! Untung saja pedang yang kumiliki adalah pedang katana sehingga punggungnya tidaklah memiliki bila tajam!' batin Ryan sambil menghela nafas lega. Tangan kirinya juga menopang bagian ujung dari pedang katananya agar dirinya kuat menopang dorongan dari kapak milik tuan muda Alexander.
Setelah itu Ryan buru-buru memundurkan tubuhnya untuk menjaga jarak supaya tuan muda Alexander tidak memberikan serangan susulan yang berupa tebasan kapak atau tendangan pada bagian dadanya.
"Hahaha.. Sangat hebat!" kata tuan muda Alexander yang sangat tidak menyangka bahwa lawannya itu akan selamat dan sanggup menghadang tebasan kapak miliknya.
Sementara Ryan hanya tersenyum masam saat mendengar ucapan dari tuan muda Alexander sambil mengelus-elus dahinya yang terasa sakit dan memiliki sebuah garis lurus melintang efek dari punggung pedang katana.
__ADS_1