
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Ryan dan Ayu pun berbincang-bincang santai sebelum akhirnya mereka berniat untuk beranjak dari kantin tersebut untuk kembali ke kelas guna melanjutkan sesi belajar mengajar yang kedua.
Namun sebelum mereka berdua mengangkat bokong mereka dari kursi kantin seorang dosen wanita yang tidak lain adalah dosen Afifah tiba-tiba berjalan menghampiri keduanya. Dosen Afifah langsung menjatuhkan dirinya bersimpuh di hadapan Ryan yang membuat Ayu terkejut sekaligus kebingungan.
Bukan hanya Ayu saja yang dibuat terkejut dan keheranan, namun seluruh mahasiswa yang berada di kantin tersebut juga merasakan hal yang sama.
"Ibu! Ada apa? Apa yang ibu lakukan?" tanya Ayu keheranan.
Sementara Ryan hanya berdiam diri saja melihat dosen wanita yang bersimpuh layaknya orang yang sedang memohon di hadapannya.
"Tuan Ryan! Apa yang terjadi?" tanya Ayu sambil menoleh ke arah Ryan.
"Ada apa?" tanya Ryan dengan nada acuh tak acuh.
"T-tuan Ryan! T-tolong maafkan kelakuan saya yang sebelumnya! Saya hanya diperintahkan oleh seseorang agar membuat masalah dengan Tuan!" ucap dosen Afifah dengan nada yang terbata-bata dan wajah penyesalan.
"Siapa yang memerintahkanmu?" tanya Ryan.
"K-keluarga dari Topan Tuan Ryan! Tolong maafkan saya dan jangan pecat saya dari dosen di kampus ini! Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini!" jawab dosen Afifah sambil menundukkan kepalanya.
"Keluaga Topan ya.. Baiklah!" kata Ryan lalu mengambil handphone iPhone 14 pro max miliknya yang masih tergeletak di atas meja kemudian menelpon seseorang.
Setelah itu dia mengajak Ayu untuk pergi meninggalkan kantin tanpa memperdulikan dosen Afifah yang masih saja terus tersimpuh di atas lantai.
"Tuan! Tolong maafkan saya! Saya sangat menyesal!" ucap dosen Afifah sambil memegang kaki kiri Ryan.
"Jika kamu ingin dimaafkan maka cepatlah bersiap-siap untuk sesi pelajaran yang kedua di kelasku!" kata Ryan sambil melepaskan pegangan tangan dari dosen Afifah pada kakinya dan pergi meninggalkan kantin bersama dengan Ayu yang masih kebingungan.
***
__ADS_1
Ditempat lain, dua orang pria paruh baya dengan seorang pemuda sedang duduk di sebuah bar sambil menikmati minuman yang tersedia.
"Siapa yang menelpon bos Rio?" tanya pemuda itu yang tidak lain adalah John.
"Bos besar!" jawab Rio.
"Oh? Apakah bos besar memiliki masalah lagi?" tanya John dengan sedikit penasaran.
"Benar sekali! Keluarga dari salah satu mahasiswa yang bernama Topan membuat masalah dengan bus besar melalui seorang dosen wanita! Kita diminta oleh bos besar untuk mengurus keluarga mereka! Bagaimana? Siapa yang akan berangkat?" jawab Rio kemudian menanyakan siapakah gerangan yang akan berangkat untuk menjalankan tugas dari bos besar.
"Biarkan sekarang menjadi jatahku!" ucap pria paruh baya yang namanya adalah David.
"Ohoo? Apakah kamu tertarik dengan keluarga tidak berharga itu?" tanya John dengan sedikit tersenyum penuh arti menatap David.
"Tidak perlu menyindirku seperti itu John! Aku bukannya tertarik, akan tetapi aku sama sekali belumlah keikut andilan dalam membantu bos besar!" jawab David dengan nada sedikit kesal.
"Ahaha.. Akhirnya sang iblis kilat akan kembali menunjukkan taringnya!" kata John sambil tertawa terbahak-bahak dan menyebutkan nama atau gelar yang dimiliki oleh David.
"Sudah lama aku tidak mendengarkan nama itu!" ucap David sambil tersenyum menyeringai.
Dia kemudian meminta kepada bos Rio untuk memberikan koordinat yang tepat dari keluarga milik Topan. Dengan sikap basa Rio memberikan titik koordinat di mana kediaman keluarga Topan itu berada. Setelah itu David pun pergi meninggalkan mereka berdua untuk menjalankan tugas pertamanya sebagai anak buah atau kaki tangan dari Ryan.
"Kira-kira berapa lama David akan menyelesaikan tugasnya John?" tanya bos Rio memberikan tebakan.
"Tidak akan butuh waktu lama baginya menyelesaikan tugas kecil ini! Dia mungkin hanya membutuhkan waktu paling lama 3 atau 4 jam saja! 2 jam untuk perjalanannya dan lainnya untuk penyelesaian misi!" jawab John dengan yakin.
"Seperti yang diharapkan dari sang iblis kilat!" ucap bos Rio sambil tersenyum lebar.
"Ya.. Begitulah David! Dia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya yang berharga hanya untuk menjalankan tugas sederhana seperti itu!" kata John menambahkan.
__ADS_1
Keduanya lalu terus melanjutkan perbincangannya hingga beberapa jam lamanya sambil menikmati minuman anggur yang tersedia.
***
Dikediaman Keluarga Brian, Dodi atau ayah dari Brian sedang memasang ekspresi wajah yang sangat tidak enak dipandang. Disampingnya, sosok wanita cantik yang tidak lain adalah istrinya juga melakukan hal yang sama.
Dodi baru saja ditelepon oleh direktur perusahaan luar negeri tempat dirinya bekerja dan mendapatkan caci maki serta kemarahan sang direktur. Direktur utama perusahaan tersebut mengatakan bahwa saat ini trading pasaran perusahaan mereka sedang anjlok di titik yang paling rendah yaitu pada angka 5% saja.
Direktur menyalahkan Dodi karena Dodi lah sebelumnya yang membuat sebuah skenario untuk menggulingkan trading pasaran dari perusahaan lain dengan membobol sistem mereka menggunakan hacker bayaran.
Namun siapa yang menyangka bahwa setelah seminggu dari aksi yang dilakukan oleh Dodi, trading pasaran mereka malah justru menjadi sangat bobrok hingga berada di titik terendah seperti sekarang.
Dodi diminta oleh sang direktur untuk segera memperbaiki atau menaikkan kembali trading pasaran perusahaan sebagai tanggung jawabnya. Jika Dodi sampai tidak melakukannya, maka sang direktur akan segera mengirim puluhan kelompok mafia dunia atau kelompok Geng Kapak Maut untuk menghabisinya.
Tentu saja Dodi menjadi sangat ketakutan saat mendengar ancaman dari yang direktur, terlebih saat sang direktur mengatakan kelompok Geng Kapak Maut yang sangat terkenal akan kekejamannya.
"Bagaimana ini yah? Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya istri dari Dodi.
"Aku juga tidak tahu! Sebelumnya hacker yang sebelumnya aku sewa untuk membobol sistem dari perusahaan e-Shan juga mengatakan bahwa dia tidak bisa berkutik sama sekali dengan hacker yang membalas dari pihak perusahaan e-Shan!" jawab Dodi dengan kebingungan yang teramat.
"Apakah pihak perusahaan tidak memberikan jalan lain seperti memberikan kompensasi kepada mereka dengan apa yang telah kita lakukan?" tanya istri Dodi.
"Itu mungkin saja! Tapi ayah setidaknya harus mengeluarkan uang 150 sampai 160 triliun untuk membungkam mulut direktur utama! Itu adalah jumlah yang sangat banyak sekali!" jawab Dodi dengan frustasi.
"Apaa! Sebanyak itu?" istri Dodi sangat terkejut.
"Tentu saja! Perusahaan Atish tempat ayah bekerja bukanlah perusahaan abal-abal! Perusahaan itu adalah perusahaan raksasa yang sudah memiliki akar yang sangat kuat di dunia ini! Namun karena apa yang telah ayah lakukan, perusahaan sekarang dalam kondisi di ambang kehancurannya!" jawab Dodi dengan lemas.
Dia lalu menelpon kembali hacker yang sebelumnya dia sewa untuk membobol sistem perusahaan e-Shan. Namun lagi-lagi hacker itu mengatakan bahwa dia masih belum sanggup untuk melakukan pembobolan ulang sistem trading pasaran dari berbagai macam perusahaan dunia khususnya yang berhubungan dengan perusahaan e-Shan.
__ADS_1
Namun hacker itu juga mengatakan bahwa ada satu lagi perusahaan yang tiba-tiba trading pasarannya berada di puncak yaitu pada angka 94% di saat perusahaan Atish sedang dilanda keanjlokkan. Menurut hacker tersebut hal ini sangat sangat mencurigakan karena sistem dari perusahaan tersebut juga sama kuatnya dengan perusahaan e-Shan alias tidak bisa dibobol olehnya.