
"Aakkhh..!
Jerry pun menjerit kesakitan karena merasakan sakit yang luar biasa sebab hidungnya patah. Darah mengucur dengan deras dari kedua lubang hidung jari sampai menetes netes mengenai bajunya.
Dia dibuat terjengkang oleh Ryan dan tidak lagi bangkit untuk kembali menantangnya bertarung. Pisau yang berada di genggaman tangannya juga sudah terlepas tanpa sadar akibat dia merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian hidungnya.
Hal yang sama juga terjadi pada Tom, dia tergeletak tidak berdaya sambil menatap Ryan dengan tatapan ketakutan. Sebenarnya bukan tidak berdaya, dia hanya pura-pura melakukan hal itu karena sudah tidak tahan lagi digebuki oleh Ryan.
"Cih! Hanya seperti itu saja kemampuan yang kalian miliki? Benar-benar mengecewakan sekali!" ejek Ryan dengan seringai tipis masih saja terpancar dari sudut bibirnya.
"A-ampun bos! Kami mengaku kalah!" ucap Jerry memohon pengampunan.
"Huh! Sudah kalah barulah meminta ampun! Kan kalian bisa mengungkapkannya sebelum-sebelumnya sehingga aku tidak perlu membuat kalian jadi seperti ini!" ujar Ryan seolah dirinya sangat menyesal telah melakukan hal seperti itu.
Ryan lalu berjalan mendekati Tom yang sedang pura-pura tergeletak tidak berdaya.
"Hei tubuh otot! Jangan bertingkah seolah kamu itu sedang kesakitan dan tidak berdaya! Apa kamu ingin aku gebukin lagi?" ujar Ryan sambil menendang bokong Tom.
"Aduh! Iya bos! Iy-ya.. Maaf!" kata sambil buru-buru bangkit dan menundukkan kepala di hadapan Ryan.
Jerry hampir saja mengumpati saudaranya itu yang masih saja bertingkah pada saat situasi sedang genting seperti ini. Dia masih saja tidak bisa berpikir bagaimana mungkin dia memiliki saudara yang seperti itu. Dia ingin sekali menempeleng kepala Tom agar otaknya kembali berfungsi.
"Jadi, katakan saja kepadaku berapa jumlah hutang ayah dari temanku itu sehingga kalian ingin membunuhnya! Aku akan membayarnya sekarang juga! Setelah itu kalian bisa pergi dari tempat ini dan jangan pernah kembali atau aku dan semua anggota geng motor tengkorak hitam bawahanku akan mencari kalian kemanapun kalian bersembunyi!" ucap Ryan memberikan sedikit penekanan.
Tom dan Jerry membelalakkan matanya saat mendengar kata geng motor tengkorak hitam adalah bawahan dari pemuda yang berdiri di hadapannya. Tubuh mereka kini terkulai lemas dan seolah tidak memiliki kekuatan lagi untuk berdiri.
"B-bos! K-kami tidak akan menagih hutang lagi kepada mereka!" ucap Tom dengan tubuh yang keseluruhannya bergetar karena ketakutan.
"Tidak! Yang namanya hutang sampai kapanpun harus dibayar! Sekarang sebutkan saja berapa hutang orang tua temanku itu!" ucap Ryan menanggapi.
"B-baik bos! Hutang tua bangka Se-.. Ah maaf bos! Maksudku pak Sean berjumlah 950 juta!" jawab Tom dengan gugup karena sebelumnya hampir saja melakukan kesalahan fatal.
"Hanya hutang segitu saja kalian melecehkan martabat dan hendak membunuh pak Sean dan istrinya?" tanya Ryan dengan geram.
__ADS_1
"A-ampun bos! Kami khilaf! Soalnya pak Sean itu selalu saja menunda-nunda pembayaran yang sudah dijanjikan olehnya sendiri sehingga kami benar-benar kehilangan kesabaran!" jawab Tom dengan jujur.
"Oh.. Jadi begitu! Baiklah.. Kalian tunggulah sebentar disini dan jangan berbuat macam-macam! Aku akan mengambil uangnya dulu dimobil dan akan membayarnya secara cash atas nama keluarga dari pak Sean!" ujar Ryan kemudian berlalu dari tempat itu menuju kearah mobil mewahnya.
Dia ingin mengeluarkan uang dengan jumlah besar dari brangkas sistemnya dan tidak menimbulkan kegemparan karena mengeluarkan uang dari udara kosong atau ruang hampa.
Ayu dan kedua orang tuanya yang menyimak pembicaraan dari Ryan dan kedua rentenir hanya bisa tertegun dengan kebaikan dari pemuda tampan yang tiba-tiba muncul dalam kehidupan mereka.
"Yu! Apakah dia pacarmu?" tanya Sinta sang ibu dari Ayu.
"Eh? B-bukan bu! Dia hanyalah teman dan bahkan kami baru saja kenal belum lama ini!" jawab Ayu dengan cepat namun rona wajahnya terlihat ada sedikit kemerah-merahan karena malu dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh ibunya.
"Bagaimana dia yang hanya temanmu dan belum lama kenal bisa membantu kita tanpa berpikir dua kali?" tanya Sean ayah dari Ayu.
"Aku juga tidak tahu ayah! Tapi di kampus, dia memang sangat terkenal dengan kebaikannya, keramahannya, rendah hatinya dan menjunjung tinggi keadilan!" ujar Ayu memberikan sedikit gambaran akan pemuda yang telah menolong mereka.
"Oh? Bukankah itu artinya dia adalah pemuda yang sangat sempurna? Mengapa kamu tidak berusaha untuk mendekati diri ini agar memiliki hubungan yang lebih?" tanya cinta dengan bersemangat.
"Apaa!"
Kedua orang tua dari gadis itu sangat terkejut saat mendengar penuturan dari putrinya. Mereka ingin mengatakan sesuatu hal lagi namun orang yang dibicarakan sudah muncul kembali dengan sebuah kresek hitam besar yang ditenteng tangan kirinya. Mau tidak mau mereka pun berhenti untuk membicarakan Ryan.
Ryan kembali 3 menit setelah kepergiannya menuju ke mobil Mercedes Benz Maybach miliknya yang terparkir agak jauh dari rumah kediaman milik Sean dan keluarga kecilnya. Dia berjalan dengan terburu-buru karena dia tidak yakin akan kedua pria berotot yang belum dia kenali itu kecuali hanyalah seorang rentenir saja pastinya untuk tidak bertindak macam-macam kepada Sean dan keluarganya.
Dia bernafas dengan lega setelah melihat Tom dan Jerry tetap berada ditempatnya dan tidak melakukan hal apapun kepada Sean serta keluarganya. Ryan melemparkan kantong plastik hitam besar itu kepada Tom yang sudah berdiri dan dengan cepat dirinya menangkap kantong plastik hitam besar itu.
"Didalam sana ada satu miliar uang! 950 juta untuk membayar hutang keluarga pak Sean sementara yang 50 juta untuk biaya pengobatan kalian! Sudah! Sana pergi sekarang!" ucap Ryan mengusir rentenir-rentenir itu.
"B-baik bos! M-maaf karena telah menyinggungmu sebelumnya!" ucap Tom yang masih ketakutan kepada Ryan.
"Iya! Iya! Sana pergi dan bawa bos tidak bergunamu itu!" hujan Ryan sambil melambaikan tangannya.
Ryan menghela nafas panjang setelah ketika rentenir itu pergi meninggalkan halaman kediaman pak Sean. Langsung saja, suara Sistem langsung berbunyi menandakan bahwa dirinya telah menyelesaikan tugas atau misi darinya.
__ADS_1
[Ding! Selamat! Tuan telah menyelesaikan tugas sistem tingkat menengah! Tuan mendapatkan 10 poin sistem, 1 poin kekuatan dan 5 miliar uang tunai!]
[Apakah Tuan ingin mengecek status Tuan saat ini?] tanya Sistem.
"Iya! Sudah lama juga aku tidak melihat statusku! Baiklah.. Cek status!" ujar Ryan.
[Baik Tuan! Cek Status:
Nama: Ryan Aji Sena
Umur: 23 tahun
Status: Rumit Dan Cinta Segitiga
Pesona: 31/100
Poin: 360/1000
Keahlian: Tukang Pijat Super Tingkat Tinggi, Ahli Kungfu Tingkat Menengah, Skill Pengendara Tingkat Tinggi, Skill Peretas Tingkat Tinggi.
Kekuatan: 46/100
Tugas: -
Tabungan di bank: 426.000.000.000
Toko Sistem: Belum Bisa Diakses
Brangkas: Uang Tunai 93.000.000, Pedang Katana, Pistol, 2 Kotak Hadiah Kecil
Versi Sistem: 1.0 (Naikkan..)]
Senyuman diwajah Ryan langsung melorot saat melihat status yang dimilikinya saat ini yang tidak lain adalah berstatus rumit dan cinta segitiga! Apa lagi maksud dari Sistemnya ini? Bingung Ryan dibuatnya.
__ADS_1