
Ryan dapat melihat menteri yang berada di samping pak presiden itu sedang mengeluarkan sebuah yang mana dengan jarak sedekat itu bahkan tidak ada seorang yang akan dapat menyelamatkan presiden jika saja dia ditikam.
Dengan nekat, Ryan langsung bergerak dengan kekuatan tercepatnya menuju ke arah mana presiden iya hendak ditikam itu berada. Beberapa pasukan elit negara yang memang ditugaskan untuk berjaga-jaga di ruang pertemuan langsung menghalang-halangi Ryan untuk tipe di hadapan presiden.
Sang menteri yang melihat suasana di tempat itu sangatlah tegang karena keberadaan seorang wartawan yang ingin menerobos, dia dengan cepat membuka pisau lipatnya hingga sempurna lalu bergerak menikam leher presiden.
Ryan medali saat melihat si menteri sudah menghunuskan pisaunya dan mengayunkan tangannya menuju ke arah leher pak presiden. Dengan terpaksa dia mengeluarkan pisau lempar dari dalam brankas sistemnya lalu melemparkannya dengan kekuatan semaksimal mungkin.
Swush...
Pisau lempar buah karya perusahaan E-Shan miliknya itu alasan dengan kecepatan tinggi menuju ke arah si menteri yang sedang akan menikam pak presiden.
Stap!
"Aaakkhh.."
Sebuah teriakan memilukan segera menggema di dalam ruang pertemuan presiden dan para menteri itu. Teriakan itu tentu saja berasal dari si menteri yang tangannya telah tertancap oleh pisau yang dilemparkan Ryan. Dia segera diringkus oleh pihak keamanan yang sebelumnya Anda menghalang-halangi Ryan.
Sementara Ryan yang sebelumnya tidak bisa mempertahankan keseimbangannya pada saat melemparkan pisau dengan sekuat tenaga, dia pun terjatuh di atas lantai kemudian mengalah napas panjangnya karena merasa lega dengan ancaman seseorang yang akan membahayakan presiden telah hilang.
Ryan kembali menjadi sangat serius saat pemberitahuan dari sistem belum terdengar. Itu artinya tugas yang dijalankan olehnya ini sekarang belum selesai. Intuisinya tiba-tiba merasakan sebuah bahaya yang sangat mengerikan mengarah ke kepala pak presiden.
"Tem! Beli perisai!" teriak Ryan bergerak meloncat menuju ke arah pak presiden.
__ADS_1
[Baik Tuan! Membeli perisai tingkat rendah! Harga 30 poin sistem!] ucap Sistem.
Ryan lalu melemparkan perisai yang telah dibelinya itu ke arah wajah pak presiden. Perisai di sini adalah perisai seperti sebuah array perlindungan yang ada di novel-novel fantasi, namun disederhanakan dengan sebuah batu yang berukir kan tulisan-tulisan kuno.
Jika batu itu dipegang oleh seseorang maka seseorang itu tidak akan pernah terkena serangan diam-diam karena ada perisai tak kasat mata yang melindunginya. Berhubung marah bahaya yang akan datang ke arah kepala presiden maka Rian pun melemparkan batu sebesar kuku jari jempol yang berukirkan tulisan-tulisan kuno itu ke arah kepalanya juga. Lemparannya sangatlah cepat sekali sehingga dengan tepat batu itu mengenai pipi bapak presiden.
Tanggggg!
Sebuah suara yang sangat memekakkan layaknya sebuah lonceng yang sedang dipukul terdengar oleh semua orang khususnya presiden karena suara itu timbul tepat di depan wajahnya. Suara itu tidak lain adalah suara yang timbul dari benturan sebuah peluru dengan perisai tak kasat mata milik Ryan.
"Sial! Ternyata sniper! Semuanya! Cepat lindungi presiden!" teriak Ryan dengan sangat lantang.
Para pengawal dan para menteri yang sangat terkejut dengan aksi nekat salah satu di antara mereka tiba-tiba langsung tersadar karena teriakan dari Ryan itu. Mereka langsung berusaha untuk melindungi bapak presiden dengan segenap jiwa dan raga mereka khususnya untuk para pengawal yang telah dibayar.
Ryan kemudian memasang sikap siaga dan mulai meneropong ke arah di mana sebelumnya lesatan peluru dari tembakan sniper berasal. Tidak butuh waktu lama, senyuman tipis segera terpancar dari sudut bibir Ryan. Dia telah menemukan keberadaan dari si sniper yang hendak menghabisi bapak presiden.
DORRR!
Suara tembakan segera terdengar saat Ryan telah menarik pelatuk dari senjata laras panjang yang dipegangnya. Dengan cepat setelah itu dia langsung menyimpan kembali senjata laras panjang itu ke dalam brankas sistem kembali.
Satu tembakan dari Ryan itu tentu saja langsung tepat mengenai sasaran atau seorang sniper yang sebelumnya membidik bapak presiden. Kemudian setelahnya suara sistem langsung terdengar di pikirannya yang mengatakan bahwa dia telah sukses menyelesaikan tugas tingkat tinggi dari Sistem serta berhak mendapatkan hadiahnya.
Salah satu diantara para pengawal presiden yang melihat Ryan telah berlari keluar dari ruang pertemuan para menteri dan presiden mengikutinya secara diam-diam. Dia dibuat sangat terkejut saat melihat Ryan dapat mengeluarkan sebuah senjata api laras panjang milik para sniper dari kehampaan lalu menghilangkannya lagi di dalam kehampaan pula.
__ADS_1
Ryan yang menyadari keberadaan satu pengawal presiden itu langsung bergegas menghampirinya. Dia kemudian membisikkan sesuatu kepada pengawal itu
"Tolong bapak rahasiakan semua yang telah bapak lihat! Aku hanya diutus oleh seseorang untuk menyelamatkan pak presiden! Dan sekarang tugasku telah selesai dan waktunya bagiku untuk kembali!" ucap Ryan sambil menepuk pundak dari pengawal itu kemudian pergi meninggalkannya begitu saja.
Pengawal itu ingin mengatakan sesuatu, namun karena sebelumnya Ryan mengatakan bahwa dia hanya bertugas untuk menyelamatkan presiden dan diminta untuk merahasiakan apa yang telah dia lihat, maka dia tidak ingin mengecewakan orang yang telah mempercayainya.
Pengawal itu sebenarnya ingin mengatakan kepada pak presiden bahwa dialah orang yang telah menyelamatkan nyawanya, namun pemuda misterius itu sepertinya tidak ingin mendapatkan gelar sebagai pahlawan atau pun yang lainnya maka pengawal itu pun mengurungkan niatnya.
***
"Tem!" panggil Ryan kepada Sistem saat dia sudah memasuki mobilnya untuk bersiap kembali ke villa gunung emas.
[Iya Tuan! Ada apa?] sahut Sistem.
"Yang dimaksud dengan fitur pemindaian system yang sebelumnya menjadi hadiah atas keberhasilan misiku itu gimana?" tanya Ryan yang penasaran.
[Oh.. Itu.. Fitur pemindaian sistem adalah sebuah pemrograman yang diberikan olehku untuk Tuan sebagai pemindai bagi apapun yang Tuan lihat! Maksudnya Tuan bisa mengetahui identitas dari seseorang jika memang Tuan ingin mengetahuinya hanya dengan mengobatin kata pindai kepada orang yang sedang dilihat!] jawab Sistem ringan.
"Wow! Bukankah itu sangatlah hebat sekali Tem! Lalu apa saja yang dapat aku pindai dari identitas seseorang tersebut misalnya?" tanya Ryan.
[Tuan dapat mengetahui identitasnya yaitu berupa nama, jabatan, umur, kekuatan serta keahlian yang dimiliki oleh orang yang Tuan pindai! Fitur ini akan sangat membantu Tuan jika Tuan akan menghadapi seseorang dalam hal berkelahi atau yang lainnya!] jawab Sistem menjelaskan.
"Hmm.. Pantas saja menjadi hadiah dari misi tingkat tinggi! Ternyata ini sangatlah berguna sekali!" ucap Ryan kemudian dia menghidupkan mesin mobilnya lalu menancap gas dengan sangat dalam sehingga mobil Mercedes Benz Maybach melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan area istana negara yang sedang gaduh.
__ADS_1