Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 40


__ADS_3

Bruummm...


Ryan pun menghidupkan mesin mobil Ferrarinya setelah Lintang masuk ke dalam. Dengan skill pengendara yang dia dapatkan dari Sistem, Ryan melaju mobil Ferrari California T miliknya itu dengan sangat cepat dan lincah.


Semua gadis yang ditinggalkan oleh Ryan bersama dengan Lintang langsung cemberut wajahnya karena iri terhadap mahasiswi baru yang tidak tahu diri itu.


"Sial! Gadis tidak tahu diri itu benar-benar menjengkelkan! Juga, kenapa pula Ryan mau-mau saja membawanya? Sial!" keluh salah satu mahasiswi.


"Cih! Gadis itu memang sangat cantik seperti model! Mungkin Ryan tertarik karena kecantikannya!" sahut mahasiswi lainnya.


"Iya! Mungkin saja!" kata temannya yang lain menyetujuinya.


Mereka semua akhirnya membubarkan diri setelah beberapa saat berghibah tentang Ryan dan Lintang Aprilia. Hal seperti itu sudah biasa bagi kalangan para wanita. Jika ada topik yang bagus untuk dibicarakan, maka satu atau dua jam berghibah seolah kewajiban bagi mereka. Terlebih jika itu dengan geng atau kelompok yang biasa kumpul-kumpul.


***


Sementara itu dijalanan tepatnya didalam mobil Ryan dan Lintang, keduanya hanya diam dan terus diam dengan suasana canggung. Ryan tidak tahu harus berkata apa untuk menanggapi gadis yang super-duper keras kepala ini. Sementara Lintang sendiri, dia juga tidak tahu harus darimana dulu untuk membuka pembicaraan.


Suasana seperti itu berlangsung hingga 15 menit. Untung saja mereka berdua saat ini sedang ada dimobil. Jika mereka berdua berada dihutan, maka suasananya pasti akan sangat krik-krik sekali.


Pada akhirnya Ryan lah yang membuka suaranya untuk pertama kali dengan bertanya kepada Lintang.


"Jadi, mengapa kamu ingin ikut denganku?" tanya Ryan.


"Apakah tidak boleh?" jawab Lintang balik bertanya dengan nada ketus.


Ryan hanya menghela nafas panjangnya ketika dia bertanya tidak mendapatkan jawaban dari Lintang.


"Bukannya tidak boleh.. Tapi kan.." ucapan Ryan dipotong oleh pertanyaan Lintang.


"Tapi apa?"


"Itu.. Anu.. Lintang.." ujar Ryan tergagap karena bingung hendak mengatakan apa.


"Anu-anu apa? Aku itu hanya ingin tahu dimana rumahmu! Itu saja!" ucap Lintang dengan nada kesal.


"Rumahku?" tanya Ryan memastikan.

__ADS_1


"Betul! Aku ingin mampir kerumahmu! Rumah milik seorang yang berangkat kuliah saja dengan membawa mobil seharga 8,9 milyar!" jawab Lintang tersenyum.


Ucapan Lintang itu membuat Ryan menghela nafas panjang. Dia sangat pusing dan bingung bagaimana lagi dia harus bersikap didepan gadis yang baru dikenalnya ini namun sangat keras kepala.


"Haiih.. Kamu tidak akan percaya jika kamu datang kerumahku!" ujar Ryan sambil terus menghela nafas.


"Maksudmu?" tanya Lintang keheranan.


"Tidak ada maksud! Baiklah.. Kamu akan aku ajak kerumah lamaku sekaligus membantu ibuku untuk acara pindahannya!" kata Ryan memutuskan. Namun Lintang justru bertambah bingung.


Ryan lalu melaju mobilnya ke lain arah yang mana sebelumnya dia menuju ke Villa Gunung Emas, namun sekarang dia menuju kearah rumah lamanya untuk menjemput sang ibu serta memberikan kejutan untuknya.


Sambil melanjutkan mobilnya Ryan mulai membuka pembicaraan dengan Sistem.


"Bagaimana Sistem? Apakah ini momen yang cocok?" tanya Ryan.


[Ya.. Ini momen yang sangat cocok sekali Tuan! Tuan datang bersama dengan seorang gadis cantik yang pastinya akan mengejutkan ibu Tuan. Setelah itu Tuan membawa Ibu Tuan ke Villa Gunung Emas, jika ibu Tuan adalah aku, maka itu sungguh sangat membuatku merasakan surprise yang sebenarnya!] jawab Sistem menjelasakan.


"Cih! Mengapa harus bawa-bawa Lintang didalam momen ini?" tanya Ryan dengan tersenyum kecut.


"Eh? Begitukah?" tanya Ryan keheranan.


[Cih! Dasar sok polos! Tentu saja begitu!] jawab Sistem dengan kesal.


"Iya-iya.. Sistem sialan! Sebelumnya kamu bilang aku bodoh, lalu sekarang sok polos! Iya-iya.. Aku percaya padamu!" ujar Ryan yang sudah kalah debat dengan Sistem.


[Nah.. Begitu baru Tuanku!] ucap Sistem.


"Eh? Tapi jika nanti ibu menganggap gadis bawel dan keras kepala ini sebagai pacarku beneran gimana Tem? Sistem?" tanya Ryan yang gugup dalam hatinya.


[Tinggal iyakan saja kenapa sih! Toh Lintang juga cantik, hidung mancung.. Eh! Maaf! Aku lupa, syaratnya cantik memang harus mancung hidungnya! Lalu body oke, tajir, pintar dan yang jelas sepertinya dia juga menyukai Tuan!] kata Sistem yang langsung membuat Ryan lemas.


"Tem.. Sistem! Yang kamu katakan hanya baiknya saja! Lalu bawel, ngambekan dan keras kepalanya kamu kemanakan?" tanya Ryan dengan hati dongkol.


[Hehehe.. Tuanku yang baik. Bukankah Tuan selalu diajari oleh ibu Tuan untuk tidak melihat sisi buruk seseorang?] tanya balik Sistem.


Ryan hampir oleh menyetirnya karena mendengar jawaban dari Sistemnya. Dia tidak menyangka bahwa Sistem sialan itu langsung membawa nama ibunya untuk menjadi Kartu As nya!

__ADS_1


Ryan benar-benar tidak bisa memberikan sangkalan lagi jika membawa nama ibunya. Dia tidak berani bermain-main dengan membawa nama sang ibu atau dia mau dikutuk jadi batu oleh ibunya seperti yang ada di legenda atau dongeng negara I.


Hampir olengnya mobil Ryan tentu membuat Lintang kelabakan karena terkejut.


"Ada apa Yan?" tanya Lintang.


"Ah.. Nggak mama Lintang!" jawab Ryan asal.


"Nggak mama? Maksudmu?" ucap Lintang bertanya dengan kening mengerut karena heran.


"Eh.. Maksudku nggak papa! Hehe.." tutur Rysn dengan cengengesan.


"Aiiss.. Ada ada saja kamu ini!' ujar Lintang menggelengkan kepala.


Mobil Ferrari California T Ryan terus melaju menuju sebuah tempat yang cukup kumuh untuk dilihat. Sebuah perkampungan pinggiran kota yang tidak jauh dari kampus tempat Ryan dan Lintang kuliah.


"Yan! Kamu nggak salah jalan?" tanya Lintang aneh.


"Sama sekali tidak! Kan sebelumnya sudah aku bilang bahwa kamu tidak akan percaya denganku!" jawab Ryan sambil tersenyum.


Bruummm...


Mobil itu akhirnya berhenti didepan sebuah gubuk derita yang mungkin bisa roboh jika tertiup angin yang sedikit kencang. Mobil Ryan memarkir disamping motor Ninja milik Parman. Setelah itu Ryan mengajak Lintang untuk keluar karena tujuan mereka telah sampai.


***


Bruummm...


Sementara itu didalam rumah sederhananya, Lastri yang sedang ditemani oleh Parman dan Suprapto memasak dikejutkan dengan suara mobil yang parkir dihalaman rumah. Ketiganya saling pandang dan bertanya-tanya mobil siapakah yang parkir didepan rumah.


Parman dan Suprapto hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban mereka juga tidak mengetahui sang pemilik mobil. Namun dari suaranya, mereka berdua tahu bahwa mobil yang dideoan itu pastilah mobil sport.


"Baiklah.. Mari kita lihat mobil siapakah itu!" ucap Lastri lalu pergi meninggalkan dapur untuk mengecek kepastian yang diikuti oleh kedua pengawalnya.


Namun ketika Lastri dan kedua pengawalnya itu membuka pintu utama rumah, alangkah betapa terkejutnya mereka bertiga saat melihat orang yang sangat mereka kenali keluar dari dalam mobil sport bersama dengan seorang gadis cantik.


"Ryan!"

__ADS_1


__ADS_2