
Hari-hari terus berlalu. Tidak terasa Ryan sudah ditemani oleh Sistem selama satu bulan lamanya. Hampir setiap harinya dia selalu menyelesaikan misi yang dibuat oleh Sistem yang bermacam-macam. Terkadang ada misi yang sangat sulit sehingga hampir merenggut nyawanya, terkadang ada misi yang biasa-biasa saja, dan terkadang pula ada misi yang sangatlah konyol sekali seperti contoh memberi makan semut sesendok gula atau menolong kodok yang terjebak dalam tempurung kelapa. Sungguh Sistem yang unik!
Pundi-pundi uang milik Ryan juga semakin hari semakin banyak. Selain karena pemberian dari sistem yang sudah tersebutkan dari hadiah menyelesaikan misi, dia juga mendapatkan penghasilan dari perusahaan E-Shan yang kini telah dikelola oleh Ayu sebagai manajernya.
Dari perusahaannya yang bergerak di bidang persenjataan sekaligus perdagangan itulah Ryan sudah mengoleksi beberapa senjata api dan beberapa senjata tersembunyi lainnya seperti pisau dan jarum.
Sementara untuk penghasilan dari taman hiburan yang dimiliki oleh villa, Ryan mengatakan kepada manajer villa untuk memberikan semuanya kepada Lastri ibunya. Sehingga hal itu membuat sangatlah bahagia dan mulai mengikuti arisan ibu-ibu layaknya orang-orang kaya. Ya, memang saat ini Lastri tergolong sebagai orang yang sudah kaya karena anaknya.
Lalu untuk asetnya yang berada di kampus tempatnya kuliah, Ryan sengaja menahannya dan meminta kepada pak Sukamto atau rektor kampus tersebut untuk menyimpannya terlebih dahulu. Barang suatu saat akan berguna bagi kampus jika memang tiba-tiba membutuhkan sebuah dana.
Dan yang terakhir adalah hubungannya dengan Lintang Aprilia semakin merenggang saja. Padahal beberapa kali Ryan ingin menyapa gadis cantik itu, namun seolah gadis itu menghindar sehingga terlihat tidak menghiraukan Ryan.
Saat ini Ryan sedang duduk termenung di taman belakang villa miliknya. Dia sedang memikirkan cara mengenai beberapa hal yang akhir-akhir ini terjadi kepadanya. Seperti rongrongan para mafia dan beberapa geng yang pernah dia singgung karena menjalankan misi.
Untung saja perihal mengenai terbunuhnya tuan muda Alexander beserta 19 pengawalnya belumlah terendus oleh Geng Kapak Maut pusat. Jika saja sudah, Ryan pasti akan sangat dibuat kerepotan sekali.
"Hari-hariku kini telah berubah semenjak kedatanganmu Tem!" ucap Ryan sambil menghisap tehnya dengan santai.
[Apakah Tuan menyesal telah bertemu denganku?] tanya Sistem.
"Tidak ada yang perlu disesali dalam kehidupan ini! Kita hanya disuruh untuk selalu bersyukur dengan apa yang telah ada dan miliki! Terkadang aku berfikir bahwa apakah kehidupanku yang telah berubah ini membawa kemaslahatan untuk diriku atau malah justru membuatku semakin sengsara dan terjerumus," ucap Ryan sambil tersenyum pahit dan menggeleng-gelengkan kepala.
[Mengapa Tuan bisa mengatakan demikian?] tanya Sistem keheranan.
"Tidak apa-apa Tem! Aku hanya sedikit pening saja!" jawab Ryan kemudian melanjutkan acara menyesap tehnya dengan hikmat.
Sistem tidak bertanya mengenai ucapan yang telah terlontarkan dari mulut Tuannya. Tuannya mungkin memiliki pemikiran yang lain mengenai perubahan hidupnya yang sangat signifikan dalam satu bulan ini. Dari masalah keuangan mungkin kini menjadi lebih baik, namun untuk masalah yang lainnya hanyalah Ryan yang bisa tahu dan merasakannya.
"Baiklah Sistem! Lebih baik kamu cek saja statusku sekarang ini!" ucap Ryan lagi.
[Baik Tuan! Cek Status:
Nama: Ryan Aji Sena
Umur: 23 tahun
__ADS_1
Status: Tidak Ada Cinta-cintaan
Pesona: 70/100
Poin: 755/1000
Keahlian: Tukang Pijat Super Tingkat Tinggi, Ahli Kungfu Tingkat Menengah, Skill Pengendara Tingkat Tinggi, Skill Peretas Tingkat Tinggi.
Kekuatan: 50/100
Tugas: -
Tabungan di bank: 950.195.000.000
Toko Sistem: Belum Bisa Diakses
Brangkas: Uang Tunai 1.500.000.000, Pedang Katana, Pistol, 12 Pisau Lempar, Senjata Laras Panjang, Senjata Laras Panjang Sniper, 2 Kotak Hadiah Kecil, 1 Kotak Misterius, 2 Kotak Hadiah Besar
Versi Sistem: 1.0 (Naikkan..)]
"Aku ingin membuka semua kotak hadiah yang ada di barangkas!" ujar Ryan.
[Baik Tuan! Membuka 2 Kotak Hadiah Kecil..]
[Ding! Selamat! Tuan mendapatkan pengembangan tingkat atau level kungfu Tuan!]
[Ding! Selamat! Tuan mendapatkan 50 poin kekuatan!]
[Membuka 2 Kotak Hadiah Besar..]
[Ding! Selamat! Tuan mendapatkan 50 miliar uang tunai!]
[Ding! Selamat Tuan mendapatkan 500 poin sistem!]
[Membuka 1 Kotak Misterius..]
__ADS_1
[Ding! Selamat! Tuan mendapatkan 2 Tiket Gacha!]
Ryan belum puas melihat hadiah yang didapatkannya dari membuka kotak hadiah. Terlebih dengan 2 tiket gacha, dia pasti akan mendapatkan sebuah tugas dari sistem yang memiliki hadiah yang luar biasa.
"Poin sistem ku telah melewati batas dari yang ditentukan! Apakah aku bisa menaikkan level sistem sekarang?" tanya Ryan.
[Tentu saja Tuan! Dengan menaikkan versi sistem Tuan akan dapat menikmati banyak keberuntungan serta fitur toko sistem! Tuan nanti bisa membeli apapun yang ada di sana dengan poin sistem!] jelas Sistem.
"Baiklah.. Sekarang naikkan saja versi sistemnya!" perintah Ryan.
[Baik Tuan! Akan tetapi Sistem tidak akan bisa diakses atau bisa dikatakan non aktif selama masa kenaikan versi! Kemungkinan dalam waktu seminggu lamanya! Tuan Hanya bisa menggunakan sesuatu yang ada di brankas dan uang di tabungan saja! Saya harap selama Tuan tidak dalam pantauanku, Tuan tidak melakukan hal-hal aneh yang dapat membahayakan diri Tuan!] ujar Sistem menjelaskan.
"Baik Tem! Aku pasti akan menjaga diri dengan baik! Kamu tenanglah saja!" ucap Ryan sebagai tanggapan.
[Baiklah Tuan! Aku percaya denganmu!]
[Baik! Memotong 1000 poin sistem!]
[Memulai untuk menaikkan versi sistem..]
[Sistem nonaktif seminggu! Sampai jumpa lagi Tuan!]
Setelah mengatakan kata-kata itu suara Sistem sudah tidak lagi terdengar di telinga Ryan. Kali ini Rian pasti akan merasakan sangat kesepian karena biasanya dia akan selalu mengajak sistem berbicara mengenai banyak hal jika dia sedang tidak ada teman.
"Haiih.." desah Ryan membuang segala pikiran yang tidak menentu dalam dirinya.
Ryan menikmati teh hangat yang ditemani oleh sebungkus keripik singkong dan melihat kearah taman yang begitu asri. Tidak lama kemudian, Parman berjalan mendekati bus besarnya yang sedang melamun itu.
"Apa anda tidak apa-apa bos besar?" tanya Parman memecahkan keheningan.
"Mereka yang hidup sebagai orang miskin ternyata adalah sehebat-hebat manusia yang ada di muka bumi ini! Namun tidak semua orang menyadarinya!.."
"Terkadang, dalam satu hari mereka hanya menghasilkan uang sampai 50 ribuan saja paling banyak! Namun hebatnya, mereka terkadang ada yang bersedekah kepada orang lain karena begitu lembutnya hati mereka tidak dapat merasakan tetangga atau saudara yang membutuhkan sehingga mereka membagikan 25.000 uangnya kepada saudara atau tetangganya tersebut!.."
"Bukankah itu artinya mereka telah membagikan separuh harta yang dimiliki? Lalu apakah ada seorang konglomerat yang memiliki kekayaan harta sampai 10 triliun misal, adakah kemudian yang menyedekahkan 5 triliun hartanya untuk orang lain? Tentu saja tidak ada! Itu artinya orang miskin itu jauh lebih hebat daripada orang orang yang berharta!" ucap Ryan tiba-tiba sehingga membuat Parman tertegun.
__ADS_1
Entah apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh Ryan sehingga tiba-tiba dia mengatakan hal yang sedemikian rupa namun memiliki arti yang sungguh sangat mendalam.