
Ryan pergi meninggalkan kantor rektor tanpa berkata sepatah kata pun. Dia tidak memiliki urusan apapun lagi terhadap dosen wanita yang bernama Afifah itu. Jika saja bapak rektor Sukamto memutuskan untuk memecatnya sekalipun, dia tidak akan pernah peduli.
Ryan berjalan dengan santai menuju ke kantin kampus. Beberapa kali dia berpapasan dengan orang-orang yang dulu pernah menghinanya sebagai seorang miskin. Namun kini mereka hanya menundukkan kepalanya saja karena malu.
Sebagai orang yang tidak berbangga-bangga hati, Ryan malah justru menyapa mereka terlebih dahulu. Karena menurutnya memiliki kekayaan itu dapat menimbulkan disukai atau didekati banyak teman namun juga dapat dibenci atau dijauhi banyak teman.
Tentu saja sebagai orang yang memiliki pikiran jernih, Ryan memilih yang disukai dan didekati banyak teman. Namun untuk prosesnya, dia haruslah yang mendekati mereka terlebih dahulu. Ya, begitulah kehidupan di dunia ini.
Setelah beberapa saat, Ryan akhirnya telah sampai di kantin kampus. Dia dapat melihat seorang gadis cantik sedang duduk sendirian seperti sedang menunggu seseorang. Gadis itu tentu saja adalah Ayu yang memang benar dia sedang menunggu kedatangan dari Ryan.
"Silakan Tuan Ryan!" ucap Ayu dengan hormat.
"Terima kasih Yu.." kata Ryan kemudian duduk di hadapan gadis itu.
Ryan langsung melahap makanan yang sudah tersaji di atas meja tempatnya tanpa dipersilakan terlebih dahulu oleh Ayu. Hingga beberapa saat kemudian Ryan pun akhirnya telah selesai dengan makanannya.
"Jadi, permasalahan apa yang saat ini sedang dihadapi oleh perusahaan?" tanya Ryan langsung to the point.
"Sistem perdagangan perusahaan di pasar tiba-tiba menurun dengan drastisnya dan dengan disertai salah satu perusahaan yang memiliki bidang sama tiba-tiba melonjak dengan cepatnya!.."
"Kami curiga bahwa perusahaan itu melakukan suatu hal kecurangan sehingga membuat perusahaan kita omsetnya menurun!" kata Ayu menjelaskan.
"Kemarikan laptopmu!" pinta Ryan.
__ADS_1
Ayu langsung saja memberikan laptop yang sudah di awal berada di meja didepannya kepada Ryan. Ryan lalu mulai membuka berbagai macam hal yang berhubungan dengan perusahaannya. Mulai dari trading pasaran yang anjlok, hingga beberapa laporan yang menurut Ayu sangatlah tidak relevan.
Dengan keahlian peretas tingkat tinggi miliknya, Ryan dapat dengan mudah mengetahui penyebab dari kemerosotan omset serta trading perusahaan di pasaran.
"Ternyata apa yang kamu curigai sebelumnya benar ada! Ada sebuah perusahaan yang sengaja bermain kotor kepada perusahaan e-Shan kita!" kata Ryan sambil tersenyum sinis dan terlihat sejak kemarahan dari pancaran matanya.
"Jadi apa yang perusahaan itu lakukan dengan perusahaan kita Tuan?" tanya Ayu yang tidak memahami permasalahannya.
"Mereka dengan sengaja membedah sistem operasional kita lalu mengotak-atiknya dengan sesuka hati mereka! Huh! Mereka dulu yang memulai, maka jangan salahkan aku jika bertindak kejam!" ujar Ryan dengan tersenyum mengerikan.
Dia kemudian membuat sebuah email baru dengan menggunakan laptop tersebut lalu dia memulai aksinya. Ryan juga dibantu dengan handphone iPhone 14 pro max miliknya untuk memperlancar pekerjaannya. Dia kemudian meminta Ayu untuk duduk disebelahnya lalu memperlihatkan kepadanya sebuah trading perusahaan-perusahaan raksasa yang ada didunia.
"Lihatlah tanda ini!" ucap Ryan sambil menunjuk sebuah tanda hijau pada layar laptopnya. Tanda itu memiliki trading pasaran yang sangat tinggi sekali hingga 80%.
Ayu sangat terkejut mendapati kenyataan bahwa perusahaan e-Shan saat ini sedang berada di titik terendahnya. Padahal dalam sejarah perusahaan belum pernah terjadi kemerosotan trading pasaran sejauh itu. Bahkan saat perusahaan itu beralih tangan menjadi milik Ryan, trading pasarannya masih diatas 60%.
"Lalu, bagaimana cara agar kita dapat menaikkan kembali trading pasaran perusahaan kita Tuan? Apa yang harus Ayu lakukan?" tanya Ayu dengan wajah khawatir.
"Kamu tenanglah! Coba perhatikan sesaat lagi tradingnya!" jawab Ryan dengan senyuman penuh arti.
Ryan kemudian mengotak-atik handphone iPhone 14 pro max miliknya untuk beberapa saat lalu dia mengklik sebuah tombol yang terlihat seperti enter pada layar tersebut.
"Lihatlah!" kata Ryan sambil meminta Ayu untuk melihat trading pasaran kedua perusahaan.
__ADS_1
Tiba-tiba mata milik ayu melebar saat secara perlahan trading pasaran milik perusahaan Ryan mulai naik dan perusahaan yang sebelumnya dikatakan sebagai penyebab jatuhnya omset perusahaan e-Shan kini mulai anjlok terus-terusan.
5 menit kemudian, trading pasaran milik perusahaan Ryan kini telah mencapai angka 75%. Sementara milik perusahaan yang telah melakukan hal kotor kini trading pasarannya telah sampai di angka 40%. Sungguh keanjlokan yang luar biasa yang akan membuat perusahaan itu akan bangkrut dalam waktu yang tidak lama.
"Kamu lihatlah ini juga!" ucap Ryan sambil menunjuk ke sebuah tanda hijau yang angka trading pasarannya kini berada di puncak tertinggi yaitu 97%.
"Sebelumnya trading pasaran perusahaan ini hanyalah berada diangkat 86% saja! Namun aku membuatnya naik menjadi perusahaan terbesar secara bersamaan dengan naiknya trading perusahaan kita!" kata Ryan menjelaskan.
Ryan sengaja memprogramnya dengan sistem yang seperti itu agar perusahaannya tidak diketahui atau dicurigai oleh perusahaan yang tiba-tiba anjlok tersebut. Kemudian nantinya saat perusahaan itu berada di titik paling rendah, Ryan yang diwakilkan oleh Ayu atau staf lainnya yang berada di luar negeri akan memberikan penawaran untuk mengakuisisi perusahaan itu. Sungguh rencana yang sangat brilian dan juga sekaligus kejam.
Lima menit kemudian, perusahaan milik Rian kini telah berada di angka 80% dalam trading pasarannya. Sementara perusahaan yang sengaja dibuat Ryan menjadi anjlok, trading pasarannya kini telah berada di angka 15% saja. Dan menurut perkiraannya, perusahaan tersebut akan gulung tikar paling lama dalam waktu seminggu saja.
Ryan kemudian menatap Ayu dengan tatapan pertanyaan.
"Apa yang kamu pahami dari kejadian ini?" tanyanya kepada Ayu.
"Tuan hanya melakukan sesuatu yang harus Tuan lakukan! Tuan tidak bertingkah mengganggu terlebih dahulu namun Tuanlah yang diganggu, maka sah saja membuat pelajaran kepada mereka yang telah berani mengganggu Tuan!" jawab Ayu dengan tegas.
"Tepat sekali! Kamu memang sangat cerdas seperti yang diharapkan!" ucap Ryan sambil mengelus ujung kepala Ayu sehingga membuatnya sedikit malu.
"Tidak Tuan! Ayu bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan Tuan!" kata Ayu merendah.
"Hahaha.. Baiklah-baiklah! Permasalahan mengenai perusahaan telah selesai! Besok atau lusa kamu perintahkan kepada salah satu manajer yang ada di luar negeri untuk bersiap-siap mengakuisisi perusahaan itu! Kamu mengerti?" tanya Ryan dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Baik Tuan! Ayu akan mengurusnya dengan sebaik-baiknya!" jawab Ayu dengan tegas sembari membalas senyuman ramah dari tuannya.