
Ryan mengerutkan keningnya saat mendapati jawaban dari sistem sangatlah acuh tak acuh seperti orang sedang datang bulan saja. Ryan ingin protes, namun sepertinya di situasi yang seperti ini tidaklah mungkin. Pada akhirnya dia harus merelakan 250 poin sistem yang telah susah payah dia kumpulkan untuk mengembalikan kekuatan yang telah terkuras dalam tubuhnya.
"Baiklah-baiklah... Jangan seperti orang merajuk seperti itu jawabnya! Aku gunakan 250 poin sistemku itu!" kata Ryan.
[Cih! Menggunakan 250 poin sistem untuk mengembalikan tenaga milik Tuan! Memproses..]
[10..] [9..] [8..] [7..] [6..] [5..] [4..] [3..] [2..] [1..]
[Ding! Selesai! Tuan kembali mendapatkan kekuatan seperti semula!] ujar Sistem.
Ryan merasakan kekuatannya sedikit demi sedikit mulai pulih dan tubuhnya yang terasa sakit kini perlahan menyembuhkan dirinya sendiri. Hal ini terlihat sangat ajaib sekali, luka-luka yang menganga yang berada di sekujur tubuhnya juga perlahan merapatkan diri sendiri sehingga darah yang mengucur berhenti seketika itu juga.
Para anggota Geng Kapak Maut yang tersisa tidak ada yang menyadari hal itu. Yang mereka lihat Ryan hanyalah berdiri diam sambil terus menatap tajam ke arah mereka. Mereka berspekulasi di dalam benak masing-masing bahwa anak muda di depannya itu kini sudah mulai kehabisan tenaganya.
Ryan tiba-tiba tersenyum saat kekuatan tubuhnya kini telah benar-benar kembali seutuhnya. Dia tidak akan takut lagi akan kematian menghampiri meskipun lawannya masihlah ada empat orang lagi.
Senyuman yang terpancar dari sudut bibir Ryan itu membuat ketiga musuhnya serta pria yang dipanggil tuan muda oleh kelompoknya itu keheranan.
Mengapa kau tersenyum hah? Apakah kamu kini telah pasrah menerima kematianmu sehingga tersenyum seperti itu?" tanya salah satu anggota geng yang tersisa.
"Aku? Pasrah menerima kematian?" ucap Ryan sambil menunjuk pada dirinya sendiri.
"Hahahaha.." kemudian dirinya tertawa terbahak-bahak sangat keras sekali.
Tawa Ryan yang terdengar seperti orang sedang frustasi itu semakin memperkuat dugaan mereka bahwa pemuda itu kini telah benar-benar menyayangkan nasibnya yang harus mati terbunuh di tempat ini sebentar lagi.
Namun tiba-tiba Ryan bergerak dengan sangat cepat yang membuat ketiga lawannya yang tersisa terkejut dan berusaha untuk menghindar. Akan tetapi semua itu sangat percuma karena gerakan Ryan sangatlah cepat sekali seperti pada awal-awal mereka bertarung melawannya.
"Bagaimana mungkin?" kata pria yang dipanggil tuan muda sangat terkejut dengan kecepatan dimiliki oleh Ryan.
__ADS_1
Dia sampai berdiri dari tempat duduknya di mana dirinya menonton pertarungan 19 anggota geng melawan pemuda yang menggagalkan transaksi narkoba dengan kelompok kriminal lainnya.
Tidak butuh waktu lama, ketiga anggota geng yang lainnya langsung terkapar dengan beberapa urat dan saraf yang putus akibat terkena tebasan pedang milik Ryan. Seperti pendekar pendekar pedang yang sudah sangat ahli, Ryan mengacungkan pedangnya ke arah pria yang dipanggil tuan muda oleh kelompok Geng Kapak Maut.
"Majulah!" kata Ryan dengan tersenyum.
Prok! Prok! Prok!
Pria yang dipanggil tuan muda oleh kelompoknya itu bertepuk tangan kepada Ryan tanda bahwa dia sangat terpesona dan kagum dengan permainan pedang Ryan yang telah berhasil melukai bahkan membunuh dua dari anggota gengnya.
"Mengapa kau tidak membunuh yang lainnya?" tanya pria yang dipanggil tuan muda.
"Tidak! Aku tidak ingin menjadi pembunuh berdarah dingin seperti halnya kalian yang tidak menghormati dan menghargainya seseorang sama sekali!" jawab Ryan dengan jujur.
"Hahaha.. Menarik! Sangat menarik! Aku sebenarnya ingin memberikan penawaran kepadamu! Apakah kamu mau menerima?" ucap pria yang dipanggil tuan muda.
"Penawaran? Katakan penawaran apa itu?" tanya Ryan berbalik bertanya.
"Hahaha.. Lalu bagaimana jika aku menolak?" tanya Ryan sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Gampang saja! Jika kamu menolaknya maka silakan kamu bunuh dirimu sendiri didepan tuan muda Alexander ini!" jawab Alexander dengan santainya.
"Ternyata benar bahwa kamu tidak menghargai nyawa manusia sedikitpun! Baiklah.. Lebih baik kita bertarung saja dan lihat siapakah yang akan tinggal di tempat ini dengan hanya membawa nama saja dan siapa yang akan pergi dengan kemenangannya!" ucap Ryan sambil tersenyum dan mengayunkan pedangnya sebagai tantangan bertarung hidup dan mati.
"Haiiss.. Pemuda yang naif! Tuan muda ini telah memberikan penawaran yang sangat menggiurkan, tapi justru malah ditolak mentah-mentah! Sungguh pemikiran yang masih sangat labil!" kata Alexander sambil memperlihatkan raut wajah yang sangat menyayangkan keputusan dari Ryan.
Alexander lalu berdiri dari tempat duduknya dan mengeluarkan sebuah kapak yang terlihat berbeda dari anggota geng yang lainnya dan berjalan mendekati Ryan.
"Apakah kau yakin akan melawanku anak muda?" tuan muda Alexander bertanya kepada Ryan.
__ADS_1
"Tentu saja! Aku ingin tahu seberapa kuat dan hebatnya seorang yang dipanggil tuan muda oleh kelompok Geng Kapak Maut itu!" jawab Ryan sambil tersenyum.
Dia justru malah terlihat seperti orang yang sangat menantikan bagaimana kehebatan dan pelihayan pertarungan yang dimiliki oleh seseorang yang dipanggil tuan muda dan sangat dihormati dalam kelompoknya.
"Baiklah.. Jika itu yang kamu inginkan! Namun sebelum kita bertarung bolehkah aku mengetahui nama seseorang yang akan aku bunuh dengan kapakku ini?" tanya Alexander dengan ekspresi yang tidak berubah alias datar.
"Tentu! Ingatlah nama orang yang akan mencabut nyawamu ini! Namaku Ryan Aji Sena!" kata Ryan sambil memulai memasang kuda-kuda bela diri terkuatnya agar kokoh dan tidak goyah.
"Hahaha.." tuan muda Alexander hanya tertawa terkekeh-kekeh saat mendengar jawaban dari Ryan yang menurutnya sangat percaya diri.
Tuan muda Alexander juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Ryan yaitu membuat kuda-kuda beladiri yang terlihat sangatlah kokoh tidak seperti anggota yang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kehebatan bertarung serta kelihaian gerakan yang dimiliki oleh Alexander jauh lebih hebat dari ke-19 anak buahnya.
Ryan tidak ingin meremehkan pria yang mengaku sebagai tuan muda Alexander didepannya ini. Sebab dia sangat tahu bahwa orang didepannya sangatlah tidak sesederhana yang orang lain kira.
Kekuatan yang dimiliki oleh tuan muda Alexander mungkin hampir setara dengan kekuatan Ryan. Oleh karena itu, Ryan tidak bisa meremehkannya karena sedikit saja terjadi kesalahan maka nyawanya pasti akan melayang saat itu juga.
Keduanya saling tatap untuk beberapa saat sebelum keduanya bergerak dengan sangat cepat untuk saling menyerang.
Trankkk! Traankk!
Suara dentingan senjata tajam yang saling bertemu terdengar sangat memekakkan telinga sehingga membuat anggota geng yang sebelumnya dikalahkan oleh Ryan semakin merasa tersiksa karena telinga mereka kini juga terasa sakit.
Pertarungan sengit antara Ryan dan tuan muda Alexander berlangsung dengan sangat cepat. Gerakan keduanya hampir tidak bisa diikuti oleh penglihatan mata biasa. Teknik bertarung keduanya juga sangat mengerikan.
"Hyaat!" tuan muda Alexander berteriak sangat keras sambil mengayunkan kapak miliknya yang membuat Ryan sedikit terkejut.
Traankk!
Namun, serangan kapak yang sangat cepat seperti kilat itu masih dapat diblokir oleh pedang yang ada di tangan Ryan.
__ADS_1
'Sial! Bagaimana mungkin tenaganya masih sangat besar padahal dia sudah bertarung lama dengan anak buahku!' batin tuan muda Alexander yang sedikit frustasi dengan pertarungannya ini. Dia tidak tahu bahwa sebenarnya Ryan atau musuhnya melakukan hal kecurangan berupa mengembalikan tenaga yang dimiliki olehnya dengan menggunakan bantuan dari poin sistem.