Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 46


__ADS_3

"Tem.." panggil Ryan pada sistemnya.


[Apa?] jawab Sistem dengan ketus. Dia masih tidak biasa atau lebih tidak ingin terbiasa dengan panggilan Ryan kepadanya yang sangat tidak dia sukai itu.


"Yoo.. Kamu ketus sekali seperti biasa!" ujar Ryan sambil tersenyum menggoda.


[Sudah kubilang aku tidak suka dengan caramu memanggilku yang seperti itu! Dan lagi, ada apa kamu manggil-manggil aku?] ujar Sistem dengan nada kesal.


"Ahahaha.. Janganlah marah-marah seperti itu Sistemku yang baik! Nanti kamu cepat terlihat tua!" ujar Ryan tertawa pecah dalam fikirannya.


[Cih!] Sistem hanya berdecih sebagai tanggapan.


"Aku cuma ingin bertanya, kira-kira enaknya diapakan orang ini?" tanya Ryan sambil mengalihkan pandangan kepada Martin yang tidak berdaya dalam jewerannya.


[Tinggal jatuhkan saja dari tempat ini biar mati! Bereskan?] jawab Sistem simpel.


"Wow! Kejam sekali kamu Tem!" ucap Ryan yang terkejut dengan jawaban dari Sistem.


[Cih! Tuan lebih kejam! Tuan dengan teganya menembak burung perkutut milik si Leo itu tepat mengenai kepalanya hingga hancur! Jelas lebih kejam Tuan daripada aku! Tuan tahu bahwa kaum laki-laki lebih baik mati daripada burungnya tidak bisa lagi hidup!] ujar Sistem.


Ryan berfikir untuk sejenak. Dia menganggukkan kepalanya. karena memang menyadari apa yang dikatakan oleh Sistemmya itu sangatlah tidak salah. Daripada burungnya tidak bisa lagi berkicau, maka seorang pria lebih baik mati saja karena hal seperti itu merupakan siksaan yang luar biasa bagi kaumnya.


Setelah berbicara sedikit dengan Sistemnya, Ryan lalu melepaskan jepitan tangannya pada telinga Martin lalu menendang perut si setan hitam dari kelompok mafia serigala bayangan hingga dirinya pingsan sebab tidak dapat menahan rasa sakitnya.


"Pelajaran untukmu cukup sampai disini saja! Setelah ini kelompokmu akan menaggung akibatnya!" ujar Ryan lalu pergi meninggalkan Martin dalam posisi pingsan itu begitu saja tanpa khawatir apa yang akan terjadi pada Martin selanjutnya.


Sebelumnya dia juga telah mengambil hp dan kunci motor yang digunakan Martin untuk menuju tempat gedung berlantai 20 itu berada.

__ADS_1


Ryan turun dari lantai 20 menuju kearah mobilnya. Sesampainya didepan mobil berwarna birunya, Ryan terlihat menggelengkan kepalanya dengan perasaan tidak karuan.


Ryan melihat ada motor ninja hitam terparkir didekat mobilnya. Ryan yakin kalau motor itu adalah milik dari Martin si setan hitam dari serigala bayangan. Dia tengak-tengok melihat kesegala arah seperti sedang mencari seseorang.


dan pada saat Ryan melihat ada seorang bapak-bapak dengan pakaian agak lusuh sedang berjalan melewati depan gedung tempat Ryan berada, Ryan tersenyum dengan lebar. Dia dengan cepat menghampiri bapak-bapak lusuh itu.


"Selamat bapak! Bapak telah memenangkan Give Away tidak terduga!" ujar Ryan tiba-tiba saat berada didepan si bapak lusuh itu.


Hal itu tentu membuat si bapak itu terkejut. Dia bahkan hampir terjatuh karena saking terkejutnya dengan seruan dari Ryan.


"Nak! Jangan main-main denganku! Minggir! Orang tua ini mau lewat!" ujar si bapak berpakaian lusuh.


"Yoo.. Bapak ini apakah tidak mendengarkan ucapanku sebelumnya? Bapak ini telah menang Give Away loh.." ujar Ryan yang tidak berdaya.


"Give Away! Apa itu Give Away? Apakah sebuah nama makanan atau apa?" tanya si bapak dengan heran.


Wajah Ryan berkedut dan bergerak-gerak tidak karuan saat mendapati pertanyaan aneh dari si bapak.


"Ehem.. Itu.. Begini bapak.."


Ryan lalu menjelaskan mengenai apa itu give away. Dia juga mengatakan bahwa give away yang dia adakan ini semata-mata karena ingin berbagi dan tanpa dipungut biaya apapun.


Padahal jelas karena alasan sebenarnya Ryan adalah karena ingin saat Martin bangun dari pingsannya, dia akan kebingungan karena tidak mendapati kunci motornya dan tidak bisa menghubungi siapapun karena handphonenya juga diambil oleh Ryan. Pada akhirnya Martin terpaksa harus menjadi gelandangan dikota ini atau harus berjalan kaki untuk kembali ke markas serigala bayangannya yang ada diluar kota dalam kondisi babak belur dan terluka. Sungguh rencana yang sangat jahat dari Ryan.


Ryan juga mengetahui bahwa bapak berpakaian lusuh ples kampungan didepannya ini bernama Seno. Dia awalnya terkejut dengan namanya yang hampir nyerempet alias agak mirip dengannya, Ryan Aji Sena!


Ryan mengutuk bapak didepannya ini mengapa harus Seno juga namanya. Akan tetapi dia tentu hanya melakukannya didalam hati, karena bagaimanapun Ryan harus memperlihatkan tata krama yang baik didepan orang yang lebih tua daripadanya. Terlebih sekarang dia adalah seorang yang sedang menyamar menjadi tokoh pembawa acara pemenang give away seperti halnya yang ada di TV-TV.

__ADS_1


"Baiklah bapak Seno! Ini adalah sesuatu yang bapak menangkan!" ujar Ryan lalu memberikan kunci motor milik Martin si setan hitam kepada Pak Seno.


"Kunci?" tanya Pak Seno kebingungan.


"Bapak lihat motor hitam yang ada didekat mobil biru itu? Itu adalah motor bapak sekarang! Untuk surat-suratnya ada dalam dompet gantungan kunci itu!" jawab Ryan sambil menunjuk kearah motor ninja berwarna hitam yang terparkir didekat mobil Porsche miliknya.


Seperti adegan yang ada di TV, bapak itu pun bersujud syukur akan apa yang diberikan oleh Ryan kepadanya. Wajah Ryan kembali tertekuk saat melihat bapak itu bersujud sambil menangis tersedu-sedu didekatnya.


Dia jadi ingat akan acara di televisi yang berisikan orang-orang pamer duit dan membagi-bagikannya kepada orang miskin dengan dalih give away atau yang lainnya.


Ryan pun mengangkat tubuh Pak Seno untuk berdiri dan mengatakan bahwa tempat sujud bukanlah dipinggir jalan. Sial! Ada-ada saja alasan Ryan ini!


Setelah itu, dia pun mengajak Pak Seno yang masih terus menangis itu menuju ke motor hitam milik Martin itu.


"Baiklah bapak! Sekarang motor ini telah menjadi milik bapak! Kalau begitu aku pamit dulu! Semoga motor ini bermanfaat untuk bapak dan keluarga!" ujar Ryan yang berniat untuk pergi.


"T-terima kasih! Sekali lagi terima kasih nak! Semoga keberuntungan selalu berpihak kepadamu!" ujar Pak Seno dengan tulus.


"Iya.. Terima kasih atas doanya Pak Seno! Aku pergi dulu!" ucap Ryan lalu meninggalkan Pak Seno yang masih terharu dengan kebaikan anak muda yang tidak dikenalnya itu. Namun andaikan saja Pak Seno tahu bahwa motor itu adalah motor curian milik Martin yang baru saja dibuat babak belur oleh Ryan, pasti Pak Seno akan mengutuk perbuatan Ryan itu.


Setelah berjibaku dengan sesuatu yang menurutnya merepotkan itu, Ryan pun kembali menuju mobil Porsche miliknya dan berhenti disampingnya.


"Kalian orang-orang dari mafia serigala bayangan harus mengganti rugi atas kerusakan kaca mobilku ribuan kali lipat!" ujar Ryan lalu memasuki mobil dan bergegas kembali ke Villa Gunung Emas.


***


Disuatu tempat, terlihat seorang pria baya dengan stelan jas mahal sedang duduk bersama dengan seorang yang seluruh tubuhnya memiliki tato bergambar serigala berwarna hitam seperti bayangan. Mereka berdua terlihat seperti sedang menunggu kabar dari seseorang.

__ADS_1


"Apakah masih belum ada kabar dari si setan hitam?" tanya pria baya itu dengan wajah sedikit gusar. Pasalnya dia dan orang yang didepannya ini sudah menunggu cukup lama ditempat kumuh ini tentang kabar terbaru dari orang yang ditugaskannya membunuh Ryan.


"Belum! Bersabarlah sedikit saudaraku! Si setan hitam belum pernah gagal dalam misinya! Dia pasti tidak akan mengecewakanmu!" ujar si pria bertato serigala.


__ADS_2