Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 89


__ADS_3

Wanita cantik yang berasal dari Geng Kapak Maut tersenyum dan berkata,


"Kepercayaan diri yang bagus. Aku menyukainya. Tapi percaya diri saja tidaklah cukup!" ujar wanita cantik itu lalu bersiap untuk bergerak menyerang Ryan dengan kapaknya.


"Sebelum kau mati ditanganku, perkenalkan dulu namaku adalah Mega! Ingatlah! Namaku Mega!" ucap wanita cantik itu yang ternyata bernama Mega.


"Aku melihat jika kamu lah orang yang terlalu percaya diri, Mega!" ucap Ryan sambil tersenyum sinis.


Ryan mengatakan demikian karena dia telah memindai Mega dengan fitur pemindaian sistemnya dan mendapati wanita itu memang cukuplah kuat. Dia memiliki kekuatan 60% di atas rata-rata manusia biasa. Ryan yakin bahwa wanita itu pasti telah melewati latihan-latihan neraka yang sangat menyakitkan sehingga memiliki kekuatan yang luar biasa seperti itu.


Akan tetapi sekali lagi, untuk membuat Ryan tumbang masihlah butuh waktu lama bagi wanita itu untuk dapat melakukannya dan harus berlatih lebih giat lagi dalam waktu 20 tahun.


"Mari kita buktikan!" seru Mega sambil bergerak dengan kecepatan tinggi mendekati Ryan.


Ryan juga langsung menajamkan seluruh indranya dan bersiap untuk menyambut serangan kapak dari Mega. Dengan pedang katana yang lebih panjang daripada kapak yang dipegang oleh Mega, Ryan dapat dengan leluasa memblokir serangan itu sebelum jarak serangan berkisar 50 cm.


Trank! Trank!


Suara dentingkan senjata keduanya langsung terdengar memekakkan telinga. Pertarungan mereka terlihat begitu sengit dan menegangkan. Bisa saja karena sebuah kesalahan yang meski hanya sedikit saja akan membuat salah satu diantara keduanya tewas seketika.


Lastri yang melihat putranya sedang bertarung dari arah jauh terus saja berdoa kepada Tuhan agar putranya lah yang keluar sebagai pemenang. Dia belum siapa jika harus kehilangan putra kesayangannya yang akhir-akhir ini selalu membuatnya bangga dengan berbagai macam prestasi yang diraih olehnya.


Trank! Trank!


Trank!


Mega bergerak dengan kecepatan luar biasa mengayunkan kedua bilah kapak yang ada di kedua genggaman tangannya. Akan tetapi kecepatan dari gerakan pedang Ryan juga tidak kalah darinya sehingga tidak ada satupun serangan dari Mega yang berhasil mendarat di tubuh Ryan.


"Kau adalah lawan terhebat yang pernah aku temui bocah," ucap Mega di sela-sela dirinya menyerang Ryan.

__ADS_1


"Aku sangat terkesan mendengar pujian darimu itu. Tapi aku belum lah serius seperti apa yang kamu bayangkan," sahut Ryan dengan tersenyum mengejek dan memprovokasi.


"Begitu? Baiklah.. Mari kubuat menjadi lebih serius!" seru Mega lalu menambah ritme kecepatan gerakan tangannya.


Mega bukan hanya memiliki skill penyerangan berupa serangan kapak saja, dia juga mengkolaborasikan serangan dari tendangan kakinya yang juga cukup mematikan. Ryan juga cukup terkejut akan hal itu. Dia lalu juga menambah ritme kecepatan geraknya untuk mengimbangi kecepatan dari Mega.


Tring! Tring!


kapak dan pedang katana terus saja berbenturan dan menghasilkan irama dentingnya yang menakjubkan sekaligus menakutkan. Bagaimana tidak? Irama itu sesungguhnya adalah sebuah irama kematian yang sewaktu-waktu akan merenggut nyawa dari salah satu di antara kedua orang yang sedang bertarung itu.


"Apa hanya seperti ini saja kemampuan yang kamu miliki? Sungguh sangat mengecewakan sekali!" ejek Ryan.


Mega yang awalnya tenang kini tiba-tiba wajahnya berubah menjadi sangat kusut dan jelek sekali untuk dipandang. Dia tidak menyangka bahwa pemuda bernama Ryan ini dapat bertahan hingga sampai di titik sekarang yang mana dirinya sudah hampir mengeluarkan segenap kekuatan yang dimiliki.


"Oh.. Sepertinya memang benar yang aku katakan!" ucap Ryan lagi yang terus memprovokasi Mega agar dia semakin kalah dalam kemarahannya.


"Bisakah kau diam bocah sialan!" teriak Mega yang tidak bisa berkonsentrasi penuh karena terus saja di provokasi oleh Ryan.


"Keparat!"


Mega yang tidak sadar akan kemarahannya yang sudah menguasai langsung menyerang Ryan dengan cara membabi-buta dan tidak terkendali lagi. Sementara Ryan langsung tersenyum dan bersorak-sorai di dalam hatinya karena telah berhasil membuat wanita cantik yang berasal dari Geng Kapak Maut terprovokasi.


"Matilah kau bocah!" ucap Mega sembari mengayunkan tangannya dengan kuat saat mendapati sebuah kesempatan dari celah yang dibuat oleh Ryan.


"Sial!" ucap Ryan lalu bergerak untuk menghindari serangan tersebut.


Ryan berhasil menghindari maut yang menghampirinya namun sebagai hasilnya dia mendapatkan sedikit goresan pada bagian lengan kirinya yang membuat darah segar mengucur membasahi pakaiannya. Dia segera mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak.


Sementara Mega langsung tersenyum lebar mendapati pendirinya lah yang berhasil melukai lawannya untuk yang pertama kali. Bisa dikatakan bahwa hal ini adalah awal yang baik yang mungkin akan menentukan akhir yang baik juga untuknya.

__ADS_1


"Ternyata aku terlalu melebih-lebihkan kemampuanmu bocah," kata Mega sembari tersenyum menyeringai dan mengejek.


Ryan tidak menanggapi ejekan yang dikatakan oleh Mega. Dia hanya meringis kesakitan sembari memegangi lengan kanannya yang terluka untuk menutupi pendarahannya.


Disisi lain, Lastri yang melihat anak semata wayangnya terluka menjadi sangat khawatir. Dia mulai menitihkan air mata dan berharap putranya akan baik-baik saja dan segera dapat mengalahkan wanita yang memakai senjata kapak itu.


[Beli lagi pil penyembuh Tuan! Di samping akan menyembuhkan luka Tuan itu sehingga Tuan dapat bergerak dengan leluasa juga dapat memulihkan kembali tenaga yang Tuan miliki!] seru Sistem dalam pikirannya memberikan usulan.


"Baik! Beli sekarang!" ucap Ryan yang langsung menyetujuinya.


Dia benar-benar naif sebelumnya Dan hampir saja membuat nyawanya melayang. Setelah membeli pil penyembuhan dari toko sistem yang seharga 50 poin, Ryan langsung mengeluarkannya dan menelannya tanpa ragu yang membuat Mega keheranan sekaligus penasaran dengan apa yang di telan oleh pemuda itu.


"Apa yang kau telan bocah sialan?" tanya Mega yang tidak bisa lagi menanggung rasa penasarannya.


"Hanya permen!" jawab Ryan singkat sembari tersenyum lebar karena dia langsung bisa merasakan efektivitas dari pil penyembuhan tingkat rendah itu.


Ryan merasa bahwa tubuhnya kembali menjadi segar dan luka yang ada di lengannya secara ajaib perlahan mulai menutup dan menghentikan pendarahan dengan sendirinya.


'Benar-benar barang yang ajaib.' batin Ryan sambil tersenyum senang.


Mega yang melihat Ryan tersenyum-senyum sendiri semakin merasakan hatinya menjadi gelisah. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi namun firasatnya mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan segera menimpa dirinya.


Agar hal yang dia takutkan tidak terjadi, Mega langsung bergerak maju untuk menyerang Ryan dengan ayunan kapak yang ada di tangan kanannya. Akan tetapi hal yang mengejutkan tiba-tiba terjadi. Ryan yang sebelumnya telah terluka dan meringis kesakitan akibat luka itu kini menjadi sangat kuat berkali-kali lipat.


Trankkk!


Ryan memblokir serangan kapak dari Mega dengan sekali gerakan yang langsung membuat Mega terpental hingga 3 meter. Hal itu tentu saja tidak dapat diterima oleh Mega karena baginya itu sangat di luar nalar.


"Mustahil!" ucap Mega sembari kembali berdiri.

__ADS_1


"Tidak ada yang mustahil di dunia ini jika Tuhan berkehendak. Baiklah.. Waktunya bagi pembunuh berdarah dingin seperti ini untuk menemui teman-temanmu di neraka!" ucap Ryan sembari melesat dengan kecepatan yang luar biasa yang tidak bisa diimbangi oleh mata Mega.


Craasshh...


__ADS_2