Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 53


__ADS_3

BANG!


Kapak pria berwajah sangar menancap diaspal jalan yang ada di gang itu yang membuat Ryan menghela nafas lega. Bagaimana tidak? Posisi kapak itu sekarang tepat berada dibelakang punggungnya yang saat ini Ryan sedang dalam posisi miring.


'Huh! Hampir saja aku bertemu bidadari di surga!' batin Ryan dengan nafas lega.


Dengan sekejap dia langsung berdiri yang membuat pria berwajah sangat mundur beberapa langkah karena Ryan juga sambil bergerak menyabetkan pedang katananya.


Prok! Prok! Prok!


Tepuk tangan dari pria yang dipanggil tuan muda dan delapan belas orang lain dari anggota Geng Kapak Maut terdengar dari belakang pria berwajah sangar yang membuat Ryan mengerutkan kening.


"Mengesankah! Kamu benar-benar mengesankan bocah!" kata pria yang dipanggil tuan muda.


Ryan menatap tajam kearah pria yang menjadi bos dalam kelompok itu. Dia tidak ingin membunuh. Namun jika terpaksa dan harus melakukannya, maka dia harus melakukannya. Itu karena jika dia tidak membunuh maka dialah yang akan dibunuh.


"Bagaimana jika melawan tiga?" kata tuan muda itu sambil memberi kode kepada bawahannnya yang langsung ditanggapi dengan dua orang ikut maju.


Ryan masih menatap pria yang dipanggil tuan muda itu dan sesekali melirik tiga orang yang akan menjadi lawannya nanti. Untungnya Ryan kini telah memiliki kekuatan yang luar biasa kuat diatas rata-rata manusia sehingga tidak gampang lelah meski sudah bertarung lama.


Ryan memasang kuda-kuda beladiri dengan memakai pedang katana seperti pendekar samurai terhebat Himura Kenshin atau Sang Hitokiri Battosai dalam serial film Samurai X.


"Geng Kapak Maut memang entitas kriminal luar biasa!' batin Ryan yang sebenarnya sedikit ketar-ketir melawan dua puluh orang yang ada di hadapannya itu.


Kedua orang baru bersama dengan pria berwajah sangar mendekat kearah Ryan dengan kapak yang sudah tergenggam dalam tangan masing-masing.


"Berhati-hatilah! Bocah ini sangat lincah! Lihat! Kuda-kudanya sangat kokoh!" kata pria berwajah sangar.


Kedua orang lainnya hanya mengangguk sebagai tanda mereka mengerti dan akan bersikap hati-hati di saat menghadapi Ryan.

__ADS_1


"Jangan lupa permainkan dia terlebih dahulu sebelum kalian membunuhnya!" ucap orang yang dipanggil tuan muda.


"Baik tuan muda!" sahut ketika orang yang akan menghadapi Ryan.


'Mereka benar-benar ingin membunuhku! Baiklah.. Jika begitu, aku tidak akan segan lagi!' batin Ryan yang sudah memutuskan untuk tidak lagi menahan diri.


Ryan kembali menambahkan kekokohan di dalam kuda-kuda bela dirinya dan menatap tajam ketiga orang yang akan menjadi lawannya.


"Majulah!" kata Ryan sambil tersenyum menyeringai seperti seorang tokoh antagonis yang sangat kejam di dalam novel-novel.


"Hyaat!" teriak ketiga orang itu sambil bergerak menuju ke arah Ryan dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Trank! Trank! Trank!


Bunyi dari benturan dua buah senjata tajam terdengar memekakkan telinga. Pertarungan yang sengit itu terjadi selama beberapa menit lamanya dan kedua kubu masih belum menandakan adanya kelemahan yang membuat tanda bahwa dia akan kalah.


Trank! Trank!


Pria berwajah sangar yang ternyata adalah orang yang paling hebat yang menjadi pengawal orang yang dipanggil tuan muda terus melayangkan serangan kapak yang ada di genggaman tangannya kepada Ryan tanpa adanya jeda waktu.


'Bocah ini sangat lihai dalam bermain pedang! Siapa dia sebenarnya?' batin pria berwajah sangar bertanya kepada dirinya sendiri.


Dia mengakui bahwasanya pemuda yang dia lawan adalah orang yang sangat hebat dalam bermain pedang. Dia juga tidak menduga bahwa akan bertemu dengan master beladiri pedang di tempat antah berantah seperti kota yang saat ini mereka pijaki.


"Hyaaaat!" pria berwajah sangar berteriak dengan keras sambil melompat ke atas dan menebaskan kapaknya dengan sekuat tenaga.


Ryan yang dibuat terkejut oleh pria berwajah sangar segera membuat gerakan untuk memblokir serangan mematikan itu. Namun sebelum dia melakukan pemblokiran terhadap serangan pria berwajah sangar dia harus memblokir dua serangan lain yang datang terlebih dahulu kepadanya dari sisi kanan dan sisi kiri. Sungguh posisi yang sangat sulit bagi seorang Ryan!


Trank! Trank! Trank!

__ADS_1


Ryan berhasil memblokir semua serangan dan gerakannya yang sangat cepat yang membuat semua orang yang menonton membelakakan matanya tidak percaya. Padahal jarak serangan satu dengan serangan lainnya hanya kisaran sepersekian ribu detik saja. Sungguh sangat hebat!


Tanpa menunggu waktu lagi, Ryan langsung memberikan serangan balik kepada tiga orang lawannya yang saat ini sedang terpental efek dari blokiran pedang di tangannya.


'Maaf!' batin Ryan sambil mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat seperti kilat mengarah ke leher pria berwajah sangar yang pertahanannya terbuka dengan sangat lebar karena kedua tangannya terangkat sebab pantulan dari blokiran pedang milik Ryan dan ke perut salah satu orang lainnya serta memberikan tendangan kepada satu orang lainnya.


Sreett! Sreett!


"Aaakkhh.."


Salah satu dari orang yang terkena tebasan Ryan berteriak dengan keras karena merasakan sakit yang luar biasa dengan darah mengucur sangat deras dari bagian perutnya yang terluka menganga


Sementara untuk pria berwajah sangar, dia justru hanya terdiam membeku sambil menatap ke arah Ryan dan memegangi lehernya yang habis terkena tebasan pedang katana.


Dari tatapan yang diperlihatkan oleh pria berwajah sangar mengartikan bahwa dia sangat tidak menyangka akan mati di tempat yang antah berantah oleh seorang pemuda yang tidak diketahui asal-usulnya.


Disisi lain, pria yang dipanggil tuan muda beserta anak buahnya yang lain juga tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


"T-tuan muda! D-dia membunuhnya tanpa berkedip!" salah satu anak buah dari pria yang dipanggil tuan muda dengan terbata-bata.


"Benar! Dia seperti sudah terbiasa membunuh saja!" ucap pria yang dipanggil tuan muda menanggapi.


"L-lalu, apa yang harus kita lakukan selanjutnya tuan muda?" tanya sang anak buah.


"Kalian semua keroyok lah dia! Aku yakin bahwa saat ini tenaganya telah terkuras habis untuk melawan tiga orang anggota kita itu!" jawab pria yang dipanggil tuan muda.


"Baik tuan muda!" kata ke-16 anak buahnya yang lain dengan serentak.


Ryan yang melihat semua anggota bergerak ke arahnya hanya tersenyum masam karena benar bahwa tenaganya cukup terkuras untuk melawan ketiga orang sebelumnya, terlebih untuk pria berwajah sangar yang saat ini dia sudah terjatuh dan tak bernyawa dengan darah yang terus mengalir dari lehernya seperti habis disembelih saja.

__ADS_1


Namun meskipun begitu, Ryan tidaklah gentar sama sekali. Sebab jika dia ingin hidup maka dia harus membunuh atau setidaknya melumpuhkan semua orang yang dihadapinya ini.


"Ini akan sedikit melelahkan!' batin Ryan sambil mempersiapkan kuda-kuda beladirinya untuk pertarungan ronde kedua.


__ADS_2