Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 59


__ADS_3

Ryan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga 1 jam kemudian tepatnya pada pukul 08.00 pagi dia pun sampai di kampus.


Seketika itu juga kedatangan Ryan menggemparkan seantero kampus karena mobil yang dipakai Ryan adalah mobil Mercedes Benz Maybach dia memiliki harga di atas 100 miliar.


"Kampret! Apakah aku sedang berhalusinasi? Benarkah mataku ini melihat mobil Mercedes Benz Maybach yang memiliki harga diatas 100 miliar?" seru salah satu mahasiswa yang masih tidak percaya dengan apa yang matanya lihat. Dan karena seruannya itu lah hampir semua mahasiswa yang berada di kampus langsung menolehkan pandangan kearah di mana orang yang berseru itu melihat.


Plak!


"Aduh! Mengapa kau memukulku?" tanya mahasiswa yang sebelumnya menyerukan ketidakpercayaan akan penglihatan matanya.


"Aku hanya membuktikan bahwa kamu ini tidak berhalusinasi saja! Yang sekarang kamu lihat itu adalah kenyataan! Itu dalam mobil Mercedes Benz Maybach yang memiliki harga seperti yang kamu katakan!" jawab teman dari mahasiswa tersebut dengan nada datar tanpa merasa sedikit bersalah pun meski telah memukul kepala belakang dari temannya.


"Sial! Tapi tidak perlu pakai acara pukul-pukul juga kali!" keluh mahasiswa tersebut kepada temannya.


"Hahaha.. Jika tidak melakukannya maka kamu akan terus menganggap ini adalah halusinasi belaka!" jawab temannya dengan santai.


"Cih! Menurutmu siapakah kira-kira orang yang mengendarai mobil itu?" tanya mahasiswa itu mencoba untuk mengalihkan pembicaraan meski hatinya masihlah dongkol kepada temannya.


"Aku tidaklah tahu! Tapi yang jelas mungkin orang itu adalah pemilik kampus atau mahasiswa baru di kampus kita ini!" jawab temannya secara asal.


"Hoo.. Mungkinkah ada mahasiswa baru lagi! Akhir-akhir ini aku merasa cukup banyak mahasiswa baru yang datang di kampus kita ini dengan memiliki latar belakang yang cukup hebat!" kata sang mahasiswa itu.


"Yahh.. Begitulah kawan! Kamu seperti tidak tahu kampus kita ini saja! Kampus kita ini kan kampus yang memiliki akreditasi tinggi dan cukup terkenal di semua kenangan para orang-orang kaya dan petinggi negara! Dikatakan bahwa kampus kita ini adalah kampus yang tidak akan pernah bisa tergantikan dan tergoyahkan meski badai dan goncangan melanda kampus kita ini!" kata temannya dengan nada sangat yakin.

__ADS_1


Dia tidak mengetahui bahwa kampusnya ini sebelumnya hampir saja ditutup karena dua orang pemilik saham hampir mencabut saham mereka. Dan untung saja pada saat itu Ryan mendapatkan tugas dari sistem untuk membeli saham kampus tersebut.


Obrolan demi obrolan yang membahas mengenai mobil Mercedes Benz Maybach terus saja berlangsung seperti halnya air yang mengalir tidak ada henti-hentinya. Mereka masih bertanya-tanya siapakah gerangan orang yang memiliki mobil itu.


Cewek-cewek langsung menjadi histeris dan berteriak kencang karena tidak percaya mereka akan melihat mobil semahal itu. Mata mereka langsung berbinar-binar ingin merasakan bokong mereka diletakkan di atas kursi mobil super mahal itu.


"Aaaahhh.. Jika kamu adalah laki-laki! Maka aku akan rela menjadi menghangat tidurmu setiap malam!" teriak salah satu mahasiswi yang histeris.


Hening! Suasana di tempat itu tiba-tiba menjadi hening dan pandangan semua wanita terfokus kepada satu orang yang sebelumnya berteriak dan mengatakan rela menjadi penghangat tidur setiap malam.


Menurut mereka apa yang diucapkan oleh gadis itu terlalu blak-blakan. Ya! Meskipun kebanyakan di hati para mahasiswi lain juga menyatakan hal yang sama dengan apa yang diteriakkan oleh mahasiswi itu. Hanya saja mereka terlalu malu untuk meneriakkannya.


Mobil Mercedes Benz Maybach akhirnya menepi di sebuah parkiran yang disediakan oleh kampus. Mata semua mahasiswa terpaku dan terfokus kepada pintu dari mobil itu. Mereka semua menunggu-nunggu siapakah gerangan orang yang mengendarai mobil mahal yang dapat menggemparkan seantero kampus.


Bukan hanya dari kalangan mahasiswa saja, namun dari para dosen dosen atau pengajar kampus khususnya dosen wanita juga matanya terfokus kepada pintu mobil yang akan segera terbuka.


Dan alangkah terkejutnya semua orang saat mendapati ternyata orang yang keluar dari mobil super mewah dan mahal Mercedes Benz Maybach adalah Ryan yang dahulunya di panggil dengan sebutan si miskin.


"Apaaaa! Benarkah mata ini melihat? Apakah benar dia adalah Ryan?" teriak salah satu mahasiswa.


"Benar! Dia adalah Ryan yang dulunya dipanggil si miskin itu! Aku tidak menyangka dirinya ternyata dulu hanya pura-pura miskin saja!" kata mahasiswa yang ada di sebelahnya.


"Haiiss.. Aku sangat menyesal dahulu tidak membangun relasi yang baik dengannya! Kemarin-kemarin dia menggunakan mobil Ferrari California T, lalu setelahnya menunggangi motor Kawasaki Ninja H2 Carbon yang sedang trend itu! Lalu sekarang dia membawa sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh semua orang yaitu mobil super mewah dan super mahal Mercedes-Benz Maybach! Ini seperti tidak nyata saja!" kata mahasiswa itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


***


Disisi lain, Ryan yang baru saja keluar dari mobil yang menjadi kesayangannya saat ini tiba-tiba mengerutkan kening karena teriakan teriakan history dari para mahasiswa khususnya dari kalangan cewek-cewek yang mengatakan bahwa mereka sangat takjub dan ingin sekali menaiki mobilnya.


'Sial! Aku lupa malah membawa mobil ini! Pantas saja aku menjadi pusat perhatian! Cih! Tapi ini sudah terlanjur!' batin Ryan yang kesal kepada dirinya sendiri.


[Hahaha.. Sabar Tuan! Sabar! Manusia itu adalah tempatnya khilaf dan lupa! Jadi wajar jika Tuan lupa! Lebih baik Tuan nikmati saja pujian-pujian penjilat yang ingin mendekati Tuan dan membangun relasi baik!] ucap Sistem sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Cih! Kampret kau Tem! Aku paling tidak suka menjadi pusat perhatian seperti ini!" Saud Ryan yang kesal dengan Sistemnya.


[Tapi saat ini tuan sudah terlanjur memperlihatkan diri Tuan kepada semua orang bahwa Tuan adalah pemilik dari mobil Mercedes Benz Maybach yang super mahal itu! Ibarat kata, nasi sudah menjadi bubur! Maka tambahkan saja opor ayam dan kerupuk sebagai perlengkapan biar jadi bubur ayam yang enak dan lezat! Setelah itu tinggal dimakan! Hahaha..] kata Sistem tertawa saya telah memberikan perumpamaan yang terdengar sangatlah aneh.


"Cih!" Ryan hanya berdecih kesal lalu setelah mengambil ransel kesayangannya semenjak waktu SMA dia pun berjalan untuk memasuki kelas.


Ryan berusaha untuk tidak terlalu menghiraukan teriakan histeris dari para gadis yang memanggil memanggil namanya dan menginginkan untuk menjadi pasangannya.


Dia terus berjalan menuju ke kelasnya sambil sesekali menggelengkan kepala karena masih tidak percaya dengan ekspresi yang diperlihatkan oleh para mahasiswa kepadanya.


[Harta memang terkadang membuat seseorang lupa akan harga dirinya yang sebenarnya lebih mahal daripada apapun!] ucap Sistem tiba-tiba yang dengan kata-kata bijak.


"Kamu benar Tem!" angguk Ryan yang setuju sambil terus berjalan.


"Ryan!"

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah suara panggilan dari seseorang yang sangat Ryan kenal dan ingin sekali terus terdengar olehnya menggema hingga dalam relung hatinya yang paling dalam. Ryan menolehkan pandangannya dengan wajah yang tersenyum lebar mencari sumber suara dan akhirnya dia pun menemukannya.


"Ayu!" kata Ryan pelan.


__ADS_2