
Ryan segera menghubungi manajer villa gunung emas miliknya lalu mengatakan bahwa mulai sekarang Suprapto dan Parman akan menjadi kepala bagian keamanan di dua bagian villa gunung emas.
Tidak lupa Ryan juga mengatakan kepada sang manajer untuk mengambil uang dari hasil bisnis villa dengan jumlah yang cukup besar seperti hadiah atau royalti darinya karena telah bekerja keras dan sangat memuaskan.
Sang manajer tentu saja dengan senang hati dan bergembira menerima pemberian dari Ryan serta langsung bertugas untuk mengurus data-data mengenai pergantian kepemimpinan bagian keamanan villa gunung emas menjadi Suprapto dan Parman.
Ryan menutup teleponnya dengan sang manajer lalu pamitan kepada ibu dan yang lainnya untuk berangkat kuliah. Tidak lupa dia mencium tangan sama ibu sebagai tanda baktinya dan meminta kerelaannya akan kepergiannya. Ya, meskipun dia hanya pergi untuk kuliah saja, namun begitulah tata krama yang baik kepada orang tua.
Ryan keluar dari villa gunung emas menggunakan motor Ducati panigale miliknya karena dia tidak ingin terlalu menarik perhatian orang-orang lagi saat menggunakan mobil Mercedes Benz Maybach yang memiliki harga langit.
Awalnya perjalanan Ryan menuju kampus berjalan dengan mulus dan biasa-biasa saja. Namun lama kelamaan setelah dia menjauh dari villa gunung emas tiba-tiba Ryan merasakan bahwa dia sedang diikuti oleh beberapa mobil hitam di belakangnya.
"Hufft.. Selalu saja ada yang membuat masalah! Tidak bisakah kalian membuatku tenang terlebih dahulu untuk beberapa saat saja?" ucap lirih Ryan yang bertanya kepada dirinya sendiri akan keluhannya.
Ryan lalu menarik gasnya dengan kuat dan motor Ducati panigale miliknya pun merasa dengan kecepatan tinggi. Sontak saja, pengendara yang di dalam 3 mobil hitam yang selalu membuntuti Ryan itu sangat terkejut dan dengan segera mereka pun menancap gas guna menyusul incaran mereka.
Motor Ducati panigale memang cukup luar biasa dalam hal kecepatannya. Ryan lalu dengan sengaja mencari sebuah jalan yang akan membawanya ke suatu tempat yang sepi. Dia berniat untuk menghadapi orang-orang yang ingin membuat masalah dengannya di tempat itu.
Dia sudah cukup bosan karena selalu mendapatkan teror ini dan itu yang seolah tiada pernah ada habisnya. Mulai saat ini, dia tidak akan membiarkan siapapun mempermainkan dirinya ataupun keluarganya. Hal itu sudah dia konfirmasikan dengan Sistem dan Sistem pun menyetujui usulannya dan menyuruh Ryan untuk melakukan apapun yang menurutnya baik.
Seperti contohnya ketika dirinya melawan sekelompok mafia maka hal yang paling baik untuk mereka adalah dengan menghajar mereka sampai tidak berdaya atau bahkan jika perlu membunuh mereka karena mereka itu adalah orang-orang yang sangat meresahkan masyarakat luas dan tidak segan-segan untuk membunuh siapapun yang akan menyulitkan mereka.
__ADS_1
Ryan memberhentikan motor Ducati panigale miliknya di tengah jalan lalu membuat palangan dari motor itu. Tindakan Ryan ini sudah seperti seorang begal saja jika orang-orang tidak mengetahui permasalahan asli dari Ryan dan kelompok yang akan dia buat kapok itu.
Tidak berapa lama kemudian, tiga mobil dengan warna hitam pekat mendekat ke arah Ryan lalu berhenti setelah jarak mereka hanya tersisa 15 meter saja. Kemudian dari dalam mobil-mobil hitam itu muncul beberapa orang dengan perawakan kekar dan juga garang.
Namun ada salah satu diantara mereka yang membuat Ryan langsung mengerutkan kening. Bagaiaman tidak? Orang itu adalah orang yang sangat Ryan kenali dan diketahui mempunyai dendam yang kesumat terhadapnya.
"Aku tahu kau adalah orang dibalik insiden yang terjadi di rumahku bukan?" tanya pemuda itu yang tidak lain adalah Topan.
"Hoo? Kau menuduhku? Apa buktinya?" ucap Ryan yang berbalik tanya kepada si Topan.
"Berngs*k! Habisi dia!" teriak Topan dengan amarah yang meluap-luap.
"Baik!" ucap 10 orang pria kekar dan berwajah garang itu dengan serentak.
Lalu tidak lama kemudian dia tersenyum sinis karena mengetahui bahwa kekuatan mereka sama sekali bukan mahal yang perlu dia takutkan karena hanya tubuh serta wajah mereka saja yang terlihat mengerikan dan garang.
Bahkan Indri saja sudah pasti dapat menghabisi mereka dengan cepat apalagi dengan dirinya yang sudah memiliki kekuatan yang jauh di atas manusia rata-rata dan memiliki keahlian kungfu tingkat tinggi.
Satu persatu kesepuluh orang itu mulai mengeluarkan pisau yang sama bentuk dan rupanya dari balik bajunya. Sementara untuk Ryan, dia hanya membuat kuda-kuda dan menggunakan tangan kosong untuk menghadapi mereka.
"Kalian majulah semua! Aku ingin tahu bagaimana mengerikannya Mafia Pisau Angin itu!" ucap Ryan yang membuat kesepuluh orang itu terkejut.
__ADS_1
Bagaimana tidak? Mereka berasal dari kota yang cukup jauh dari kota ini. Jika pemuda dihadapannya ini mengetahui identitas mereka, itu artinya mereka tidak boleh meremehkan pemuda yang memiliki jaringan luas ini.
"Jangan dengarkan dia! Serang!" ucap salah satu pria kekar yang tampaknya dia adalah pemimpin dalam ekspedisi pembunuhan ini.
"Baik!" jawab seluruh anggotanya lalu bergerak dengan saran kamu mendekati Ryan.
Ayunan tangan mereka yang membawa pisau begitu sangat cepat dan hampir-hampir saja membuat tubuh Ryan tersayat-sayat. Namun karena tubuh Ryan juga tidak kalah gesitnya dengan ayunan tangan mereka, sampai saat pertarungan sudah hampir berlangsung 10 menit tidak ada satupun dari ayunan pisau yang akan menyayat itu mendarat di tubuhnya.
"Haaaa!" tiba-tiba Ryan berteriak dengan sangat keras sehingga membuat mereka terkejut dan mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak.
"Kejutan!" ucap Ryan lagi yang tiba-tiba bergerak dengan sangat cepat dan kini sudah berdiri tepat di hadapan salah satu orang dari Mafia Pisau Angin.
Buak!
Tinjuan upper cut mendarat dengan telat di leher pria itu sehingga langsung membuatnya terbatuk-patu karena kesusahan bernafas sekaligus merasakan sakit yang luar biasa pada bagian tenggorokannya. Tidak lama kemudian pria itu pun akhirnya tidak sadarkan diri dan tidak diketahui apakah dia masih hidup ataupun tidak.
"Satu!" ucap Ryan sambil tersenyum dan menghitung akan khususnya yang telah berhasil dia tumbangkan.
Dia lalu mengambil pisau yang sebelumnya terpegang oleh pria yang berhasil dia tumbangkan. Dengan senyumannya yang seperti seorang psikopat, Ryan mulai bergerak lagi untuk menghabisi orang-orang dari Mafia Pisau Angin yang telah disewa oleh Topan.
Sret! Sret!
__ADS_1
Satu persatu orang-orang dari Mafia Pisau Angin mulai dibuat terluka oleh senjata yang dibuat oleh mereka sendiri. Mereka benar-benar dibuat tidak berdaya oleh kecepatan yang dimiliki oleh pemuda itu. Alhasil, mereka ini seperti seekor domba yang mendatangi jagal saja karena telah mau menerima sewaan dari Topan.