Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 90


__ADS_3

"Aaakkhh.." Mega berteriak sangat keras mendapati tangan kirinya tertebas oleh pedang katana milik Ryan hingga putus.


Dia segera bergerak mundur untuk menjauh dan menjaga jarak dari Ryan. Darah segarnya juga mengucur dengan sangat deras yang membuat tanah atau aspal yang dilewati olehnya menjadi berwarna merah.


Sementara untuk Ryan, dia pun langsung tersenyum menyeringai menatap Mega yang sedang meringis kesakitan dan memegangi tangan kirinya yang telah buntung. Kedua kapak yang sebelumnya menjadi senjata utama baginya juga telah terjatuh di atas tanah dan saat ini mungkin dia bisa dikatakan sudah kalah bertarung dari Ryan.


Setelah itu dia pun langsung bergerak maju untuk mengakhiri pertarungan namun Mega dengan cepat menghentikannya dan memberikan sebuah ancaman agar Ryan tidak membunuhnya.


"Berhenti! Jangan mendekat! Jika sampai kau membunuhku maka kau akan menjadi buronan dari seluruh anggota Geng Kapak Maut yang tersebar di segala penjuru dunia!" ucap Mega dengan tatapannya yang tajam.


Ryan berhenti bergerak dan menatap Mega dengan senyuman liciknya.


"Bahkan jika Geng Kapak Maut ingin melawanku, maka aku dengan senang hati akan menghadapinya!" ucap Ryan lalu bergerak maju kembali dan mengayunkan pedangnya.


Srak!


"Akkhh.. K-kau..!" kata Mega untuk yang terakhir kalinya dengan mata yang melotot tidak percaya lalu tubuhnya ambruk dan meregang nyawa.


Ya, Ryan menebaskan pedang yang tepat mengenai batang leher dari Mega yang membuat tenggorokan serta kerongkongan yang terputus layaknya seperti ayam yang telah disembelih. Dia kemudian mengibaskan pedangnya untuk membuang bercak darah yang menempel lalu menyimpan pedang itu kembali di dalam brankas sistemnya dan berjalan menuju Lastri yang tidak berhenti menatapnya.


"Maafkan Ryan bu.." ucapnya setelah sampai di depan Lastri.


Lastri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari terus menatap wajah dari putra semata wayangnya itu. Dia mengetahui dengan jelas bahwa putranya tidak akan pernah bertindak begitu anarkis sekaligus kejam seperti itu jika dirinya tidak dibuat terluka oleh para preman yang menculiknya sebelumnya. Yang jelas, apa yang dilakukan oleh Ryan adalah murni karena marah akibat dirinya diperlakukan dengan buruk.


"Terima kasih putraku." ucap Lastri yang membuat Ryan terkejut setengah mati.


"Ibu.. Tolong jangan katakan itu lagi. Menjagamu adalah kewajibanku!" ujar Ryan dengan buru-buru dan berlutut di depan ibunya.

__ADS_1


"Baiklah.. Ibu tidak akan mengatakannya lagi. Mari kita pulang sekarang!" kata Lastri dengan senyuman khasnya dan mengangkat tubuh putranya untuk kembali berdiri.


"Sebentar bu, Ryan harus mengurus beberapa hal lagi." kata Ryan sambil mengeluarkan smartphone iPhone dan mulai memindai beberapa data.


Ryan menghack seluruh data yang dimiliki oleh dua perusahaan yang bekerja sama untuk membunuhnya itu lalu mengakuisisi dengan pemindahan kepemilikan menjadi miliknya atau berada di bawah naungan perusahaan e-Shan.


Setelah itu dia membobol seluruh jaringan dan aset yang berhubungan dengan keluarga Dodi dan mengambil alihnya dengan sepihak. Atau bisa dikatakan sekarang seluruh harta yang dimiliki oleh keluarga Dodi telah menjadi miliknya dan keluarganya saat ini telah bangkrut total.


Ryan hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk melakukan semua itu. Semua sangat mudah baginya karena dia telah memiliki skill peretas tingkat tinggi yang dia dapatkan dari Sistem.


Setelah itu, Ryan pun mengajak ibunya untuk kembali ke villa gunung emas meninggalkan mayat-mayat dari orang-orang yang telah berbuat buruk kepada ibunya dan mengurus segala macam hal yang berhubungan dengan 2 perusahaan baru serta kekayaan dari keluarga Dodi.


Sesampainya di villa, dia disambut oleh manajer villa, Indri, Parman, Suprapto dan seluruh pelayan yang bekerja di tempat itu dengan penuh rasa syukur. Ayu beserta dengan Rio dan John serta si iblis kilat juga ada di tempat itu karena telah mendengar kabar bahwa nyonya besar mereka telah diculik.


"Selamat datang kembali tuan dan nyonya!" ucap semua orang dengan menundukkan badannya untuk memberikan rasa hormat.


"Terima kasih atas penyambutan kalian," kata Ryan sembari tersenyum dengan lembut ke arah mereka semua.


Ryan pun kembali ke ruang tamu setelah 15 menit kemudian dan kini telah berganti baju dengan baju yang lebih elegan dan bersih. Dia duduk di kursi utama dan memulai membuka pembicaraan mengenai beberapa hal yang harus dilakukan oleh para bawahannya itu.


"Jadi untuk Ayu, kamu tetaplah menjadi manajer utama perusahaan e-Shan dan menghandle kedua perusahaan baru itu menjadi anak cabang. Aku ingin memilih dua orang dari kelompok kita yang akan menjadi direktur utama di masing-masing perusahaan itu.."


"Lalu untuk kekayaan milik keluarga Dodi, aku serahkan kepada saudara Rio, John dan sang iblis kilat untuk mendanai geng motor atau perguruan tengkorak hitam. Apa kalian semua faham?" ujar Ryan bertanya memastikan dan mengakhiri penjelasannya.


"Kami mengerti tuan Ryan!" jawab semua orang sembari menganggukkan kepalanya.


"Baiklah.. Kalau begitu kalian semua boleh pergi sekarang!" kata Ryan.

__ADS_1


"Baik tuan Ryan!"


***


Hari-hari terus berlalu dan kehidupan Ryan beserta keluarga dan kelompoknya kini telah menjadi sangat tenang. Tidak ada satu pihak pun yang mengusut mengenai kematian 184 orang yang ada di komplek perumahan di jalan kamboja.


Pemberitaan itu menghilang lama-kelamaan beserta dengan berlalunya waktu. Keluarga Dodi yang dulunya merupakan konglomerat yang ada di kota tempat tinggal Ryan kini juga telah bangkrut dan sepenuhnya diambil alih oleh geng motor atau perguruan tengkorak hitam.


Nasib buruk juga menimpa Brian atau putra satu-satunya dari Dodi. Dia mendapatkan sebuah kasus yang membuatnya harus mendekam di penjara bersama dengan anggota gengnya. Kehidupannya saat ini telah benar-benar mengenaskan dan tidak ada lagi harapan untuknya.


Ryan juga terus menjalankan misi-misi yang diberikan oleh Sistem yang membuatnya semakin kaya raya dan tidak tertandingi di kota tempat tinggalnya. Dia menjadi konglomerat nomor 1 namun tetap bersikap rendah hati dan jarang orang yang mengetahui identitas aslinya.


Ryan yang merasa bahwa kehadiran Ayu sangatlah membantu akan kehidupannya, akhirnya memberanikan diri untuk melamarnya dan Ayu serta keluarganya pun dengan senang hati menerima Ryan dan bahkan langsung menetapkan tanggal pernikahan seminggu kemudian.


Dan benar, seminggu kemudian acara pernikahan pun dilaksanakan dan dihadiri oleh seluruh orang yang mengenal Ryan dan Ayu. Lintang yang awalnya merasakan cemburu luar biasa namun pada akhirnya dia pun dapat mengikhlaskannya meski sedikit berat. Lintang kini hanya dianggap sebagai seorang adik oleh Ryan ataupun Ayu yang saat ini telah menjadi istri sah dari Ryan Aji Sena.


***


Setengah tahun kemudian, di saat Ryan sedang duduk sendirian sambil meminum segelas kopi di taman belakang villa miliknya, tiba-tiba suara Sistem terdengar di dalam pikirannya.


[Ding! Tugas sistem tingkat tinggi telah terpacu! Hancurkan kelompok Geng Kapak Maut! Tuan akan mendapatkan 5000 poin sistem, 50 poin kekuatan, 5 poin pesona dan 500 triliun uang tunai! Jika gagal Tuan akan kehilangan nyawa!]


"Ohoo.. Sepertinya petualanganku yang menegangkan di luar negeri akan segera dimulai!" ujar Ryan dengan tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya dan memasuki kediamannya.


Tamat...


___________________________________________

__ADS_1


'Book satu: Negara I' telah tamat. Ikuti petualangan Ryan yang selanjutnya. Baca juga novel Author yang satunya yang berjudul 'Ling Tian' yang masih terus update sampai sekarang.


Terima kasih.


__ADS_2