
Mereka berdua terus berbincang-bincang sambil menunggu kabar dari Martin atau si setan hitam dari serigala bayangan. Namun yang mereka tidak tahu adalah orang yang sedang mereka tunggu saat ini tidaklah tahu bagaimana nasibnya sekarang.
Maksudnya adalah apakah orang itu masihlah hidup atau pun sudah mati setelah dia dibuat babak belur dan pingsan oleh orang yang menjadi sasaran pembunuhan itu sendiri.
.
.
Waktu terus berlalu, pria paruh baya yang duduk berada di depan pria paruh baya lainnya yang bertatokan serigala hitam yang mirip bayangan menjadi sangat gusar.
"Ini sudah 2 jam semenjak waktu yang ditentukan oleh si setan hitam! Namun dia sama sekali belum memberikan kabar terkini mengenai orang yang harus dihabisi!" ujar pria baya itu dengan pria bertato serigala.
Mendengar apa yang dikatakan oleh pria di depannya itu membuat pria bertato serigala hitam wajah menjadi tidak enak untuk dipandang. Pasalnya, dia sendiri tidak tahu sekaligus mengkhawatirkan sesuatu yang mungkin telah terjadi kepada bawahannya yang setia dan hebat itu.
"Baiklah.. Aku akan menelfonnya!" ujar pria bertato serigala hitam.
Dia pun mengambil handphone miliknya dari dalam saku celana lalu tanpa menunggu waktu dia langsung menelpon bawahannya atau si setan hitam dari serigala bayangan. Dalam sekejap raut wajahnya pun berubah menjadi sangat suram saat mendapati nomor tujuannya itu tidaklah aktif.
"Sial! Nomornya tidak bisa dihubungi!" ujar pria bertato serigala.
"Apakah ada sesuatu yang terjadi kepada si setan hitam?" tanya pria baya didepannya.
"Aku juga tidak tahu! Sebelumnya si setan hitam juga tidak mengatakan di mana dia akan menjalankan tugasnya! Sial!" jawab pria bertato serigala hitam itu dengan kesal.
"Baiklah.. Aku aku akan menunggu kabarnya sampai besok! Tapi sekarang aku harus pergi karena masih memiliki banyak persoalan yang harus aku selesaikan di perusahaan! Aku harap kamu dan kelompokmu itu tidak mengecewakanku!" kata pria paruh baya yang ada didepan pria bertato serigala hitam sambil berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Tenanglah saudaraku! Aku jamin tidak akan mengecewakanmu! Jika memang si setan hitam itu tidak berhasil atau gagal menjalankan misinya maka aku akan mengembalikan uangmu ini!" ujar pria bertato serigala sambil menepuk koper yang berisikan uang didepannya itu.
"Baguslah! Jika begitu, aku pergi dulu!" ucap pria yang memakai setelan jas mewah sambil pergi meninggalkan pria bertato serigala hitam ditempat itu seorang diri.
Setelah kepergian dari pria paruh baya yang memakai setelan jas mewah itu, pria bertato serigala hitam menekuk wajahnya yang membuatnya terlihat sangat suram dan tidak enak untuk dipandang.
Dia tentu saja sekarang ini sedang marah sekaligus kecewa terhadap si setan hitam yang tidak segera memberikan kabar mengenai misinya yang hanya membunuh satu pemuda yang masih berumur sangat-sangat belia.
"Sial! Sial! Sial! Aku tidak pernah merasakan yang namanya ditekan seperti ini oleh orang lain yang lebih lemah dariku! Setan hitam! Jika kau tidak memberikan alasan yang masuk akal nanti, maka aku sendiri yang akan langsung membunuhmu!" ujar pria bertato serigala itu dengan marah.
***
Disisi lain, Ryan yang sudah pergi meninggalkan bapak-bapak berbaju lusuh atau pak Seno itu melaju mobil Porsche miliknya dengan kecepatan sedang. Hal itu karena dirinya sedang mencari sebuah bengkel atau tempat yang tepat untuk mengganti kaca mobil yang berlubang akibat tembakan dari senjata laras panjang milik Martin atau si setan hitam dari kelompok mafia serigala bayangan.
Setelah beberapa saat berputar-putar di sekeliling kota yang dia tempati itu, Ryan akhirnya berhasil menemukan bengkel yang sangat besar dan juga terkenal atau tempat service untuk mengganti kaca mobil Porsche miliknya.
'Aiih.. Aku jadi sedikit merindukan temanku itu! Hm.. Baiklah.. Aku memiliki sedikit rencana untuknya' batin Ryan lagi yang merencanakan sesuatu untuk satu-satunya teman kerjanya saat berada dibengkel.
Dia lalu melajukan mobil porschenya untuk masuk kedalam bengkel. Ryan disambut oleh beberapa pekerja ditempat itu dengan ramah dan menanyakan perihal kedatangan Ryan.
"Lihatlah! Kaca mobilku itu berlubang karena ditembak oleh seseorang sebelumnya! Aku ingin kalian menggantinya secepatnya! Bagaimana? Apakah bisa?" tanya Ryan sambil menunjuk ke arah dimana lubang bekas tembakan senjata Martin itu ada.
"Tentu saja bisa Tuan! Baiklah.. Serahkan semua kepada para pekerja kami! dalam setengah jam semuanya akan siap!" jawab pria berperut buncit dengan bersemangat.
Bagaimana tidak bersemangat? Mobil di depannya itu adalah mobil Porsche yang harganya lebih dari satu milyar. Jika diminta oleh pelanggannya untuk menggantikan kaca mobilnya saja maka sudah dipastikan harganya juga akan selangit dan akan membuat pria ber perut buncit atau pemilik dari bengkel itu mendapatkan untung yang sangat banyak.
__ADS_1
Ryan hanya menganggukkan kepalanya tanda dia puas dengan penyambutan dari pihak bengkel. Tanpa menunggu waktu dia langsung meminta kepada pria berperut buncit yang sebelumnya juga telah mengenalkan diri sebagai Bram untuk mengurus biaya pergantian kaca mobil.
Setelah itu, Ryan harus menunggu selama setengah jam untuk kaca mobilnya itu siap dan sudah tergantikan dengan yang baru lagi.
***
Dimarkas geng motor atau perguruan seni bela diri tengkorak hitam milik Rio sedang diadakan rapat mendadak mengenai suatu hal yang sangat penting yang mana hal itu berhubungan dengan guru besar mereka yang tidak lain adalah Ryan.
Wajah-wajah mereka terlihat sangat serius karena hal yang sering dibahas ini mengenai sekelompok mafia yang berada di luar kota dan cukup terkenal.
"Jadi, apa ya akan bertugas menyelidiki kelompok kecil itu?" tanya Rio kepada para petinggi perguruan seni beladiri tengkorak hitamnya.
Semua orang yang berada di tempat itu tidak langsung menjawab apa yang dikatakan oleh pemimpin mereka. Mereka terlihat sedang berpikir keras dikarenakan misi kali ini cukuplah berisiko.
Meskipun kelompok mafia serigala bayangan bukanlah suatu hal yang menurut mereka pantas untuk dibesar-besarkan, akan tetapi menyelidiki suatu kelompok mafia dan apa yang dikerjakan oleh mereka juga bukan suatu hal yang mudah.
Banyak sesuatu yang harus dipertimbangkan mengenai bahaya atau bahkan yang dapat menyebabkan kematian orang yang menjalankan misi.
"Kalau begitu biarkan aku saja yang akan berangkat ke sana!" tiba-tiba suara yang tidak lain dari John terdengar mendaftarkan diri untuk menjalankan misi berupa menyelidiki kelompok mafia serigala bayangkan serta berusaha mengetahui orang yang ada di balik peristiwa penembakan si setan hitam kepada Ryan.
"Apakah kamu yakin John?" tanya Rio.
"Tentu saja! Mungkin disini akulah orang yang paling cocok untuk menjalankan misi! Karena selain aku tidak pernah muncul di permukaan, namaku juga sama sekali tidak dikenal oleh orang-orang luar!" jawab John dengan santai dan penuh keyakinan.
"Baiklah kalau begitu! Aku mempercayakan semuanya kepadamu John!" kata Rio mengangguk.
__ADS_1
"Bos bisa tenang sekarang! Biarkan aku yang mengurus permasalahan kecil ini!" ujar John.