Bersama Sistem

Bersama Sistem
Chapter 88


__ADS_3

Ryan dan preman itu saling menatap dengan tatapan tajam. Ryan memperhatikan kuda-kuda beladiri pemilik preman itu dan menilainya ternyata cukuplah lumayan kuat dan kokoh.


'Dia memang seorang yang cukup terlatih!' batin Ryan sambil tersenyum tipis.


Namun meskipun begitu, Ryan tidak terlalu berharap bahwa pertarungannya kali ini akan berlangsung menyenangkan. Dengan skill kungfu tingkat tinggi yang dimilikinya, preman itu bukanlah hal yang harus terlalu di perhatikan.


"Majulah!" seru Ryan dengan senyuman mengejeknya untuk memprovokasi.


Ya, provokasi adalah suatu hal yang sangat penting dalam sebuah pertarungan. Siapa orang yang terprovokasi dan tidak bisa mengendalikan emosi dan amarahnya maka sudah dipastikan bahwa lebih dari 50% kemenangannya telah menghilang.


Dan benar saja, si preman itu langsung terprovokasi dengan senyuman mengejek yang diperlihatkan oleh Ryan. Wajahnya menjadi bersama merah kehitaman karena ledakan emosi yang muncul dari dalam hatinya.


Preman itu ingin sekali mencabik-cabik dan memakan jantung dari Ryan. Dia tidak peduli lagi jika harus dikatakan sebagai drakula atau apalah itu yang memiliki kebiasaan anarkis dan juga kejam. Yang terpenting baginya saat ini adalah memuaskan hasratnya untuk membunuh pemuda di hadapannya.


Preman itu langsung bergerak maju sembari mengayunkan tongkat bisbol di tangannya berkali-kali berusaha untuk menghantam kepala Ryan hingga otaknya berceceran di mana-mana.


Ryan tentu saja tidaklah tinggal diam dan menerima hantaman tongkat bisbol dari si preman. Dia bergerak dengan sangat lincah dan gesit untuk menghindari setiap serangan dari si preman. Jantung Ryan berdetak dengan sangat kencang karena merasakan pukulan itu sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan setiap tulang yang dia miliki jika saja sampai mengenainya.


Ryan sengaja untuk tidak menahan setiap serangan dari si preman. Dia ingin menguras tenaga yang dimiliki oleh preman itu dan nanti akan memberikan serangan kejutan yang langsung akan menumbangkannya.


Ryan sangat yakin akan rencananya ini pasti berhasil karena selain serangan itu tidak mengenai targetnya maka kecepatan terbuangnya tenaga akan semakin cepat pula. Ditambah lagi dengan emosi dari si preman yang meledak-ledak akan membuatnya cepat kelelahan karena menurutnya, marah itu juga membutuhkan tenaga ekstra.


Benar saja! Setelah pertarungan mereka berdua telah berjalan 15 menit, gerakan laju tongkat bisbol milik si preman perlahan mulai melambat dan terus melambat seiring berjalannya waktu. Ryan terus melatarkan senyuman mengejek agar si preman itu tidak sadar bahwa tenaganya akan segera habis.

__ADS_1


"Apa kau hanya seperti kodok yang sukanya melompat dan menghindar saja bocah sialan!" teriak preman itu dengan amarahnya yang semakin besar saja.


"Hah! Bukan aku yang seperti kodok, tapi sedang menunggu itu sangatlah seperti keong! Untuk apa aku harus menyambut serangan seperti itu? Sungguh tidak berguna!" balas Ryan dengan sengit.


"Keparat kau bocah!" marah si preman.


"Huh! Jangan cuma berteriak-teriak saja pria otot! Brisik tahu! Buktikan jika benar kamu bukanlah keong!" seru Ryan yang terus memprovokasinya.


"Bangs*t!"


Preman itu semakin tidak bisa mengendalikan emosinya. Dia menyerang Ryan dengan cara membabi-buta dan tidak teratur. Hal itu semakin membuat Ryan tersenyum lebar dan mudah untuk menghindar dari serangan tongkat bisbol preman itu.


Trank!


Saat setelah 10 menit sudah berlalu, Ryan akhirnya mulai memblokir satu serangan dari si preman dan hasilnya sangatlah memuaskan. Preman itu langsung oleng dan tidak bisa menjaga keseimbangannya. Dia pun langsung terjatuh dan tersungkur tepat di hadapan Ryan.


Cracsshh...


Sadis! Ya, Ryan yang saat ini memang benar-benar sadis. Bahkan kesadisannya mungkin bisa disamakan dengan kesadisan para iblis pembantai yang disebutkan di dalam novel-novel fantasi.


Lastri dan keempat orang lainnya yang sejak awal menonton pertarungan Ryan melawan 180 preman langsung menelan ludahnya dengan kasar. Mereka tidak menyangka bahwa akan ada pemuda yang sekejam itu. Bahkan wanita cantik yang berasal dari Geng Kapak Maut juga sedikit bergetar tubuhnya karena merasakan kengiluan yang tidak dapat tergambarkan. Padahal dia juga sebenarnya adalah pembunuh berdarah dingin.


Setelah membelah kepala preman yang menjadi lawannya hingga sampai pada tengah-tengah bagian lehernya, Ryan lalu menatap ke arah keempat orang yang tersisa kemudian mengacungkan pedang katana yang penuh dengan darah itu ke arah mereka.

__ADS_1


"Giliran kalian!" ucap Ryan dengan dingin lalu berlari dengan sangat cepat menuju ke arah mereka berempat.


Dodi dan kedua pria lainnya langsung berlari ketakutan namun mereka langsung berhenti saat merasakan terdapat sesuatu yang menembus perut mereka.


"Ini.." ucap Dodi dengan tubuh yang bergetar hebat.


Ya, ketiganya mendapatkan serangan pisau lempar dari Ryan dan dapat mengenai punggung mereka bertiga dan menembus hingga perut depan. Ketiganya langsung mau balik badan dan melihat pemuda yang sedang berlari ke arah mereka dengan tatapan penuh ketidakpercayaan.


Mereka tidak percaya bahwa hari ini adalah hari terakhir bagi mereka untuk menikmati kehidupan di dunia ini. Mereka sungguh benar-benar tidak merelakannya, namun mau tidak mau mereka harus ditarik oleh malaikat maut untuk kemudian dilemparkan rohnya ke dalam neraka.


Setelah mereka bertiga terjatuh dan mati, Ryan pun menghentikan langkah kakinya dapat dihadapan wanita cantik yang berasal dari Geng Kapak Maut.


"Apa kamu adalah orang yang membunuh tuan muda Alexander?" tanya wanita itu memastikannya.


"Tuan muda Alexander?" ucap Ryan sambil mengangkat sebelah alisnya berpura-pura tidak mengetahui.


"Iya! Tuan muda Alexander yang berasal dari kelompok Geng Kapak Maut! Aku dengar dari mereka bertiga bahwa mobilmu adalah mobil yang sama yang dipakai oleh tuan muda Alexander untuk yang terakhir kalinya saat dia menjalankan transaksi dengan kelompok mafia lain di kota ini!" ujar wanita cantik itu menjelaskan.


"Huh! Hanya gara-gara menggunakan mobil yang sama lalu kau percaya dengan ucapan mereka yang telah menjadi bangkai itu? Aku bahkan pemilik atau direktur utama perusahaan e-Shan! Apakah mustahil bagiku untuk membeli mobil super mewah?" tutur Ryan yang memberikan cibiran keras.


"Masuk akal! Perusahaan e-Shan merupakan perusahaan yang cukup bergengsi di dunia ini dan memiliki trading pasaran yang cukup tinggi. Tapi meskipun begitu, aku tidak akan memaafkanmu karena kamu telah membunuh 180 preman yang sebenarnya mereka adalah kelompok kami juga!" ujar wanita cantik itu sembari mengeluarkan dua buah kapak dari belakang punggungnya.


"Oh? Jadi begitu? Pantas saja mereka begitu kaku saat menggunakan senjata tongkat bisbol! Ternyata senjata yang sebenarnya adalah kapak!" ujar Ryan sembari tersenyum sinis dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Apa kamu berani menyinggung kelompok kami Ryan Aji Sena?" tanya wanita cantik itu sembari membuat kuda-kuda beladirinya.


"Hah! Bahkan jika aku harus melawan dunia ini demi melindungi harga diri dan kehormatanku serta keluargaku, maka pasti aku akan melakukannya!" jawab Rian dengan tegas lalu dia pun membuat kuda-kuda beladirinya.


__ADS_2