
Shira, Diyan dan Farah hari ini memakai baju senada, rok hitam plisket, baju kemeja putih dan jilbab yang berwarna hitam.
Farah bahkan meminjam pakaian Shira dan jilbab Diyan agar bisa senada dengan Shira dan diyan
mereka telah sampai di kantin, Farah pun memutar matanya mencari keberadaan kakaknya.
dia melihat kakaknya sedang duduk bersama dengan 2 sahabatnya, Farah tau Satya dan Gavin, karna mereka adalah sahabat Frans sejak SMP,
Farah pun melepas gandengan tangannya lalu pergi menghampiri kakaknya,
sedangkan Shira dan Diyan hanya melihat Farah dari jarak cukup jauh
"Hay kak" ucap Farah kepada Frans dan kedua sahabatnya
Farah tidak bisa berbicara dengan kakaknya seperti biasa, karna di kampus selain sahabat kakaknya tidak ada yang tau bahwa dia adalah adik dari Frans alvaro
Frans memicingkan matanya melihat Farah dari atas sampai bawah, dia melihat Farah memakai pakaian biasa-biasa saja, seperti bukan pakaiannya
"ya ada apa?" tanya Frans sambil mengedipkan satu matanya
"aku mau minta foto sama kalian bertiga, boleh ngga?" tanya Farah
"boleh, apa sih yang ngga buat kamu" jawab Frans mencubit hidung Farah,
Farah langsung menepis tangan kakaknya itu.
Diyan dan Shira bingung melihat kedekatan antara Farah dan laki-laki itu
"laki-laki itu siapa yan?" tanya Shira kepada Diyan
Shira dan Diyan tidak begitu jelas melihat wajah laki-laki itu
"ngga tau juga, kita tunggu aja disini" ucap Diyan
setelah mendapatkan izin dari Frans, Farah langsung pergi mengajak Shira dan Diyan untuk berfoto bersama frans, Gavin dan Satya
saat Shira dan Diyan mendekat, Frans, Gavin, dan Satya terus memandang mereka berdua, sampai Gavin berbicara
"mereka siapa?" tanya Gavin kepada Farah
"mereka teman satu jurusan dan satu kamar aku" ucap Farah
"mereka juga bolehkan berfoto bersama kalian?" sambungnya bertanya
"boleh, tapi.... kita harus tau dulu siapa nama mereka" ucap Satya menatap kepada Shira dan Diyan bergantian
Diyan dan Shira sejak tadi selalu menunduk,
"Hay namaku Satya, dan ini yang disampingku adalah Gavin dan frans" ucap Satya sembari menunjuk kedua temannya lalu mengulurkan tangannya
"Shi,,, ehh alexa!" ucap Shira hampir salah ucap menyebut namanya Shira sambil menangkupkan kedua tangannya di dadanya
__ADS_1
"Diyan!" ucap Diyan dengan menangkupkan kedua tangannya di dadanya
mereka berdua pun mengangkat kepalanya lalu Shira berkata dengan sopan
"boleh kami meminta foto kakak?" tanya Shira dengan sopan melihat kepada mereka bertiga bergantian.
saat Shira melihat Frans, dia merasa wajah Frans tidak asing, namun dimana dia melihatnya? kata kakak seniornya tadi Frans baru masuk dan baru kembali dari new York
setelah melihat sekilas Shira kembali menunduk
Satya, Gavin dan frans kaget dan kagum melihat wajah Diyan dan Shira sangat cantik, apalagi saat melihat mata biru Shira
Frans langsung kembali mengingat wanita yang dilihatnya tadi malam waktu dia balik dari kamar Farah,
dia menatap terus kepada Shira
apakah dia yang kulihat tadi malam?
tapi yang kulihat tadi malam dia tidak memakai jilbab, apakah dia tidak sengaja? tadi malam dia juga langsung menutup semua rambutnya, dan matanya yang berwarna biru, aku yakin dia pasti gadis yang aku lihat tadi malam di lapangan basket. tapi..... jika gadis yang disampingnya ini memang temannya yang tadi malam, lalu kenapa dia memanggilnya dengan Ra, padahal namanya alexa
ucap Frans dalam hati bertanya-tanya sambil terus menatap shira
Farah yang melihat kakaknya terus menatap Shira langsung bicara
"ayo kak kita berfoto" ucap Farah kepada semuanya
"ayo, ayo" ucap Frans lalu memalingkan pandangannya kepada yang lain
Farah, Diyan, dan Shira mengeluarkan hp android milik mereka.
"ayo kalian lagi" ucap Farah melihat Shira dan Diyan
"kita boleh ngga foto kalian aja?, kita berdua tidak perlu berfoto bersama.". ucap Shira
"emang kenapa?" tanya Frans
"kami tidak biasa foto bersama orang yang kami tidak kenal" tutur Diyan
"owh yaudah kalau gitu" ucap Gavin menatap Diyan
ceklek, ceklek, ceklek suara hp Diyan dan Shira mengambil foto mereka bertiga.
sifat Gavin hampir mirip dengan Frans, namun dia adalah orang yang ramah kepada orang-orang terdekatnya
sedangkan karakter Satya lebih periang dibanding Frans dan Gavin
"makasih kak" ucap Diyan dan Shira bersamaan
"iya sama-sama" ucap mereka bertiga
"aku mau nanya tapi kamu jangan tersinggung ya" ucap Satya menunjuk kearah Shira
__ADS_1
"in Syaa allah ngga kak" ucap Shira
"mata kamu asli atau kamu pakai softlens?" tanya Satya hati-hati
"ini asli kak, emang sejak lahir mata dia sudah berwarna biru" jawab Diyan
"owh gitu ya, maaf ya kalau aku menyinggung" ucap Satya lagi
"ngga apa-apa kak" ucap Shira
"yaudah kak kita pamit kesana dulu ya,
permisi" ucap Diyan lalu mengajak Shira dan Farah pergi
Frans, Gavin, dan Satya hanya melihat mereka bertiga berlaku pergi
"wah sumpah tuh teman-teman Farah cantik banget, apalagi tuh cewe yang bermata biru,". ucap Satya
"iya mereka cantik banget aku bahkan baru melihat gadis yang seperti mereka selama aku tinggal disini sekian lama" ucap Gavin
"nama mereka tadi siapa?" tanya Frans tiba-tiba
"nama gadis yang bermata biru bernama Alexa kalau ngga salah, dan yang satunya Diyan" ucap Satya
"mereka junior kita, kalian pilih yang mana? kalau aku sih tetap Farah karna sampai kapanpun aku ngga akan berpaling" ucap Satya
"aku lebih tertarik kepada Diyan" ucap Gavin
"aku sebenarnya kepikiran" ucap Frans menggantung ucapannya
"kepikiran kenapa? dan sama. siapa?" tanya Gavin
"sebenarnya saat gue pulang dari kamar asrama adik gue semalam, gue ngelihat ada 2 cewe yang sedang bermain basket dilapangan belakang, terus gue sempat bertatapan dengan 1 gadis yang sangat cantik dan mata dia juga berwarna biru sama seperti mata Alexa, gue yakin bahwa itu sepertinya Alexa karna dari tatapan dan matanya, tapi..." ucap Frans panjang lebar menjelaskan kejadian tadi malam
"tapi apa? Lo jangan buat kita penasaran deh" ucap Satya tidak sabaran
"tapi yang gue dengar gadis itu dipanggil dengan sebutan Ra oleh temannya dan bukan Alexa" ucap Frans melanjutkan kata-katanya
"mungkin itu nama panggilan aja kali, dan siapa tau dia memanggil nama Alexa dengan akhir nama panjang, kita kan belum tau siapa Alexa dan apa nama sebenarnya" ucap Gavin
"kalau gadis bermata biru yang kamu lihat itu adalah Alexa maka temannya itu adalah Diyan?" sambungnya bertanya kepada Frans
"sepertinya begitu" jawab Frans
"kalian sadar ngga muka mereka itu seperti bukan berasal dari sini?" tanya Satya tiba-tiba
"aku juga ngerasa begitu, dan dilihat dari pakaian mereka sepertinya mereka berasal dari kalangan biasa-biasa saja" tambah Gavin
"entar gue cari tau sama adik gue" ucap frans
mereka pun terus berbincang-bincang dan bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya Diyan dan Alexa..
__ADS_1
*jangan lupa like, komen, dan vote ya*
selamat membaca 🙂