
Farah lalu mengajak kakaknya masuk kedalam kamarnya
"kamu tinggal sendirian disini?". tanya Frans melihat Farah hanya sendirian dalam kamar itu
"ngga kok, aku ada teman tapi mereka lagi ke swalayan dekat sini, jadi aku sendirian" ucap Farah
"kenapa ngga ikut" ucap Frans mengelus rambut adiknya itu
"malas aja" ucap Farah
"mereka kok lama banget ya? padahal kan dari tadi mereka pergi, swalayannya juga ngga jauh kok dari sini" sambung Farah
"mungkin banyak yang mereka beli,
mau kakak temani sampai teman-teman kamu datang?" tanya Frans
"ngga usah kak,. mereka orangnya sangat pemalu, sama aku aja mereka masih malu apalagi kalau ada kakak" ucap Farah
"btw kakak bagaimana bisa masuk kedalam sini?" ucap Farah teringat bahwa Shira dan Diyan keluar tanpa memakai hijab,
bagaimana kalau mereka pulang dan melihat Frans disini, pasti mereka akan sangat malu
"kakak bilang bahwa kakak adalah Frans alvaro dan kakak ingin menemui adik kesayangan kakak Farah alvaro" ucap Frans tanpa rasa bersalah
"berarti kakak bilang bahwa aku adalah farah Alvaro?" tanya Farah kesal
"kamu tenang aja, kakak udah suruh penjaga itu untuk tidak bilang ke siapa-siapa" ucap Frans
"oke deh, yaudah kakak pulang gih, nanti teman-teman aku datang terus mereka melihat kakak disini lagi" ucap Farah
"jadi kamu mengusir kakak?" tanya Frans dengan raut wajah kesalnya yang buat-buat
"bukan gitu kak, tapi kakak kan tau bahwa disini itu asrama khusus perempuan, kalau mereka nanti salah paham sama aku gimana?" ucap Farah ingin cepat-cepat kakaknya pulang sebelum Shira dan Diyan datang
"yaudah iya kakak pulang,
kalau ada apa-apa kabarin kakak ya" ucap Frans lalu mencium kening adiknya sekilas dan berlalu pergi
dalam perjalanan Frans melihat pemandangan yang cukup membuatnya terpana
dia melihat ada 2 orang gadis yang sedang bermain bola basket dengan lincah dan gembira
gadis itu adalah Shira dan diyan
"Ra 1-2 aku menang nih" ucap salah satu gadis yang bermain basket dan ingin memasukan lagi bola basket itu kedalam ring
tak lama kemudian dia melihat gadis satunya mengambil bola basket dari tangan gadis yang berbicara tadi lalu melemparnya ke ring dengan jarak 10 meter,
Frans terkagum-kagum melihat gadis itu.
__ADS_1
gadis dengan rambut yang diikat ekor kuda, rambut yang lurus panjang dan berwarna hitam, sungguh sangat cantik
Frans terus melihat kearah gadis itu, dan semenit kemudian gadis itu melihat kearahnya,
Frans terkaget melihat mata indah Shira yang berwarna biru,
gadis itu tampak terkejut melihat Frans, dia langsung menutupi seluruh rambutnya dan menundukkan kepalanya, lalu pergi mengambil jaket temannya lalu memakaikannya
Frans melihat gadis itu berlari mengajak temannya pergi dari lapangan itu, sambil menenteng plastik yang berisi
Frans menebak mungkin mereka dari supermarket karna terlihat ada tulisan nama supermarket di kantong plastik yang mereka pegang
setelah dia melihat gadis itu pergi dia pun juga pergi meninggalkan lapangan itu
flashback off
dalam perjalanan pulang tampak Frans terus tersenyum-senyum sendiri
pak Ben yang melihat itu merasa bingung , namun dia menghempas rasa bingung dan berpikir mungkin Frans bahagia karna habis bertemu dengan adiknya Farah
setelah sampai dirumahnya, Frans sudah ditunggu oleh mami dan papinya
"assalamualaikum mih, pih," sapa Frans sembari mencium punggung tangan Arisa dan Fandi bergantian
"wa'alaikumussalam sayang, kamu kok lama banget sampainya" tanya maminya karna sejak tadi dia menunggu kedatangan Frans
"maaf mih, tadi Frans mampir dulu ke asrama Farah" ucap Frans
"iya mi, tapi ngomong-ngomong kok mami sama papi kasi izin Farah buat tinggal di asrama" tanya Frans kepada mami dan papinya
karna setau Frans mami dan papinya ini selalu tidak mau berjauhan dengan Farah
"dia bilang ke mami, bahwa dia akan sering-sering pulang kesini, jadi mami izinin aja" ucap maminya
"lagian kalau Farah bahagia tinggal di asrama kenapa tidak" ucap papinya
mereka pun berbincang-bincang,. setelah itu mereka pun makan malam lalu masuk kedalam kamar masing-masing
Frans masuk kedalam kamarnya lalu membuka pakaiannya dan mengambil handuk lalu masuk kedalam mandi,
tak lama kemudian dia pun keluar karna telah menyelesaikan ritual mandinya. dia pun berjalan menuju kearah almari pakaiannya lalu mengambil 1 set piyama tidur lalu memakainya
saat Frans berbaring ditempat tidurnya dan hendak tidur dia langsung mengingat kejadian saat dia melihat mata indah Shira yang berwarna biru
dia pasti tinggal di asrama itu,
besok aja aku cari tau, kebetulan besok kan aku mau kekampus itu
ucap Frans dalam hati lalu dia pun tertidur
__ADS_1
...----------------...
Farah bingung melihat Shira yang tidak seperti sebelumnya, setelah pulang dari swalayan Shira tampak tidak berbicara dan diam terus
Farah pun bertanya kepada Diyan
"Yan ada apa dengan Alexa?" tanya Farah
"ngga tau juga" ucap Diyan sambil mengangkat kedua bahunya
"kalian tadi kok lama banget sih?" tanya Farah lagi
"maaf tadi aku dan Shira bermain basket dilapangan sebelum pulang kesini" ucap Diyan
"jadi kalian juga pintar bermain basket?" tanya Farah penasaran
"hmm iya,. dulu kami adalah tim basket perempuan waktu SMA" jawab Diyan
Diyan dan Shira memang sangat pandai bermain basket karna sejak mereka SMP dan SMA mereka suka bermain basket
"wah kalian hebat banget, nanti kapan-kapan ajarin aku juga ya" ucap Farah antusias
"in Syaa allah, tapi sekarang aku itu lagi bingung kepada Alexa, kok dia diam terus ya? dan pas tadi aku lagi main dia itu langsung mengajak aku pulang tanpa berkata apa-apa" ucap Diyan masih bingung dengan sikap Shira yang berubah drastis
"mungkin dia hanya kelelahan kali" jawab Farah mencoba menenangkan Diyan
apa mungkin ya Alexa melihat kak Frans?
tapi kan kak Frans udah lama pulang pas mereka datang tadi
ucap Farah bertanya-tanya kepada pikirannya sendiri
Farah mendekati Shira dan ingin bertanya, saat dia telah sampai ditempat tidur Shira dia melihat mata Shira bengkak
"Yan sini" ucap farah memanggil Diyan dengan suara kecil
"kenapa?" tanya Diyan berjalan kearah Farah
"kok mata Alexa bengkak sih?" tanya Farah
"Alexa habis nangis atau gimana?" sambungnya lagi bertanya kepada Diyan
"ngga kok orang tadi dia baik-baik aja, mungkin matanya kelilipan terus dia kucek-kucek makanya jadi bengkak" ucap Diyan
"aduh aku tadi bodoh banget sih, kok aku ngga ingat bahwa mata dia kan ngga bisa kena angin malam, mana dia tadi ngga pakai kacamata lagi" ucap Diyan merasa bersalah
"mata Alexa ngga bisa kena angin malam?" tanya Farah memastikan
"iya, dan itu emang sejak dulu,. jadi dia itu setiap ingin keluar malam-malam dia pasti selalu memakai kacamata" ucap Diyan
__ADS_1
"yaudah deh nanti besok aja kita bahasnya, sekarang kita istrahat dulu" ucap farah
diyan pun naik ketempat tidurnya dan Farah juga pergi kembali ketempat tidurnya lalu mereka semua tertidur...