
Frans yang melihat Shira dan Diyan masih berdiri langsung berkata
"kalian tidak duduk? apakah begini cara kalian berhadapan dengan calon bos kalian" ucap Frans membuat Diyan dan Shira saling bertatapan
lalu mereka pun duduk di kursi kosong, Diyan duduk di samping Gavin dan berhadapan dengan Farah, sedangkan Shira duduk disamping Frans
Diyan dan Shira lalu menyerong kursi mereka hingga saling berdekatan dan sedikit berjauhan dengan kursi Gavin dan frans
Gavin dan frans yang melihat itu langsung menyinggungkan bibirnya sembari tersenyum
"jadi kalian mau kerja disini?" tanya Frans
"iya kak" jawab Shira menunduk melihat ke arah lantai
"apakah wajah saya ada dilantai sana?" tanya Frans melihat Shira selalu menunduk sejak tadi
"hah??" tutur Shira langsung melihat kearah Frans sekilas lalu kembali menunduk
satya yang mendengar itu langsung tertawa
"hahahaha mungkin mirip" ucap Satya tertawa dan langsung mendapat cubitan dari Farah, Satya yang dicubit langsung terdiam
"kalau saya berbicara tatap wajah saya!! jangan tatap lantai" ucap Frans
"maaf kak! eh pak" ucap Shira melihat wajah Frans sekilas
Shira sadar mereka bukan sedang dikampus, mungkin dikampus dia akan memanggil Frans dengan sebutan kak, namun jika dia bekerja dia harus memanggil Frans dengan sebutan pak karna Frans adalah bosnya
"pak? apakah saya setua itu?" tanya Frans kembali, membuat Satya dan Gavin kembali tertawa
"tidak pak, tapi sekarang bapak adalah bos saya" ucap Shira
"huh!!! ya sudah terserah kamu saja!!
kalian bisa masak?" tanya Frans serius
"kita hanya tau sedikit-sedikit" ucap Diyan
mereka sebenarnya sangat pandai memasak karna sejak kecil mereka selalu diajarkan mandiri dan tidak boleh manja, apalagi Diyan yang hanya satu-satunya perempuan diantara mereka bersaudara pasti dia sangat pandai memasak. namun diyan tidak mau dibilang sombong jadi dia bilang hanya tau sedikit-sedikit
"jadi kalian juga pintar masak?" tanya Gavin
"iya tapi hanya dikit aja" jawab Diyan
"kalau begitu aku akan menugaskan kalian di bagian dapur saja, kalian bisa kan?" tanya Frans
"in Syaa allah pak" ucap Shira dan Diyan membaut Frans menghela nafasnya karna mendengar mereka menyebutnya dengan sebutan pak lagi
"ya sudah kalau gitu kita pesan makan dulu, kalian pasti belum makan kan" ucap Gavin
__ADS_1
Shira melihat jam di pergelangan tangannya, sekarang sudah menunjukan pukul 05.50 am.
"entar aja kak, kita kayaknya akan tunggu Maghrib dulu" ucap diyan menghentikan Gavin
tak lama kemudian terdengar suara adzan masjid di samping restoran, Shira pun mengambil Aqua botol yang dia masukan kedalam tasnya tadi lalu memberikan satu kepada diyan dan satu untuknya
"nih" ucap Shira menyodorkan botol Aqua kepada Diyan
"makasih Ra" ucap Diyan mengambil Aqua yang diberikan oleh Shira
Frans yang mendengar kata Ra langsung menatap kearah Shira yang sedang membuka tutup botolnya
aku yakin pasti mereka yang aku lihat di lapangan basket itu
ucap Frans dalam hati
Shira dan Diyan pun meminum air Aqua mereka dengan menutup wajah mereka menggunakan tangan kiri
"Alhamdulillah" ucap Diyan dan Shira setelah menghabiskan setengah minuman mereka
"kalian kaya abis puasa aja" ucap Satya asal
Shira dan Diyan hanya menanggapinya dengan tersenyum
"mereka emang puasa" ucap Farah keceplosan membuat Shira dan Diyan malu karna di tatap oleh mereka frans
"benaran" tanya Frans, Gavin, dan Satya bersamaan
"kami juga ikut!! emang hanya kalian yang mau shalat" ucap Satya lalu keluar mendahului mereka
mereka pun pergi menuju ke masjid bersama-sama, dengan Shira, Diyan dan Farah dibelakang dan Frans, Gavin dan Satya didepan mereka
saat mereka tiba di masjid mereka pun mengambil air wudhu, karna masjid itu 2 lantai jadi mereka Shira naik ke atas dan mereka Frans di bawah,
mereka semua pun shalat berjamaah bersama imam
"rah kita disini dulu ya sampai waktu shalat isya" ucap Shira setelah shalat Sunnah maghrib
Shira dan Diyan telah terbiasa menunggu shalat isya dengan sedikit tadarus, namun karna kali ini mereka shalat di masjid jadi mereka berencana akan mengulangi hafalan mereka
"oke! kalau gitu aku kabari kak Frans dan yang lain dulu ya" ucap Farah lalu mengambil hpnya dan mengirim pesan WhatsApp kepada Frans
kak, kami akan keluar setelah shalat isya ya, karna Shira dan Diyan sudah terbiasa tadarus sambil menunggu shalat isya
pesan singkat dari Farah yang dikirim untuk Frans
setelah membaca pesan singkat dari Farah Frans tambah terkagum-kagum kepada Shira dan Diyan
Frans pun memberi tahu kepada Gavin dan Satya bahwa mereka akan dsini sampai shalat isya
__ADS_1
Farah mengambil Al-Qur'an yang ada di masjid itu, lalu dia membacanya.
Shira sedang mengulang hafalannya bersama Diyan, namun tak sengaja dia mendengar Farah salah membaca surah al-mulk ayat 5 yang seharusnya wa laa qad namun dia membaca laa qad
"maaf ya rah, tapi itu ayat yang kamu baca. salah" ucap Shira tak sengaja berbarengan bersama Diyan
"hah? yang mana?" tanya Farah
"yang ayat 5" ucap Shira
"iya, seharusnya itu di baca wa laa qad tapi kamu hanya membaca laa qad" tutur Diyan menjelaskan dengan sangat hati-hati agar Farah tidak tersinggung
Farah pun melihat kembali bacaannya tadi
"owh iya, aku salah! makasih ya udah ingatin" ucap Farah
"tapi kalian kok bisa tau surah yang aku baca" sambungnya bertanya
"Alhamdulillah kami telah menghafal surah itu" ucap Shira dengan suara sangat pelan
"serius? terus surah apalagi yang kalian hafal selain. surah al-mulk?" tanya Farah lagi menyudahi bacaannya
"Alhamdulillah kami hafal semuanya bahkan dengan artinya" ucap diyan
"Allah telah menganugerahkan kami ingatan yang bagus, ma syaa Allah" sambungnya lagi
"wahh kalian emang is the best, aku bangga banget bisa temanan sama kalian" ucap Farah terkagum-kagum
adzan isya pun berbunyi, setelah iqomah mereka pun kembali shalat berjamaah bersama dengan imam
"wah adem banget ya abis shalat di masjid kaya gini" ucap Satya setelah keluar dari dalam masjid
"iya ma syaa Allah" ucap Frans
Frans melihat Farah, Shira dan Diyan turun tangga langsung pergi menemui mereka.
Frans, Gavin dan Satya mejadi bahan pembicaraan para kaum hawa yang keluar dari masjid itu karna ketampanan mereka
"ayo kembali kalian belum makan kan?" ucap Frans menatap Shira
"iya pak" ucap Shira
"kalau di luar gini jangan panggil bapak, kan saya bukan bos kamu" ucap Frans lalu mendekati Shira
"iya kak" ucap Shira menghindari Frans dan mundur beberapa langkah
Frans menghela nafasnya melihat Shira yang selalu menghindarinya
mereka pun kembali ke restoran bersama-sama dengan sedikit Senda gurau
__ADS_1
*jangan lupa like, komen, dan vote ya*
selamat membaca 🙂