
saat tiba dalam mobil gavin pun langsung menelpon frans dan menjalankan mobilnya di atas rata-rata
frans heran saat melihat beberapa panggilan dari sahabatnya Gavin,
frans tadi sedang makan bersama farah dan dia menyimpan hpnya di sofa tempat dia dan farah duduk tadi,
saat frans ingin menelpon balik gavin, layar hpnya langsung terlihat nama gavin di sana, jadi dia pun langsung mengangkatnya
"iya ada apa vin?" tanya frans, tumben gavin menelpon Selarut ini, apa lagi sekarang sudah hampir jam 11 malam
"lo dimana?" tanya balik gavin to the poin tanpa menjawab pertanyaan frans tadi
"gue di rumah, emang kenapa? lo jangan buat gue penasaran" jawab frans lalu ingin beranjak naik ke lantai dua menyusul farah
"shira dan diyan sekarang ada di kawasan rian" ucap gavin gavin membuat frans langsung menghentikan langkahnya lalu mengambil jaket dan kunci mobil yang ada di sofa lalu pergi ke garasi mobil
"sekarang lo.dimana?" tanya frans panik
"gue udah di jalan ke tempat mereka" jawab gavin masih fokus menyetir,
"oke" ucap frans lalu pergi meninggalkan rumahnya dan menyetir mobilnya dengan kecepatan 120 per km
gavin pun juga menambah kecepatan mobilnya, mereka berdua sangat khawatir dengan shira dan diyan, karna kawasan rian itu sudah terkenal bahkan saat frans dan gavin baru masuk kuliah di sana......
shira terus berlari sekencang mungkin, sambil dia berlari sambil dia mengingat apa yang di katakan oleh umi dan abinya, dan juga mama dan papa diyan, yang menitipkan diyan kepadanya, tanpa sadar shora menjatuhkan air matanya,
shira telah lama berlari, namun kenapa belum sampai sampai juga, pikirnya
sementara itu diyan yang di hadang oleh para preman itu hanya bisa menangis
"kalian mau apa, tolong lepasin aku, aku mohon", ucap diyan dengan badan gemetar hingga ingin pinsan
"berani sekali ya kamu kabur dari saya" ucap ketua preman itu lalu dengan sekali tarikan menarik jilbab diyan dan hanya menyisakan ciput..
rambut hitam diyan pun langsung terlepas dan tergerai ke bawah,
__ADS_1
preman yang melihat itu langsung bertambah kagum dengan kecantikan diyan,
diyan yang diperlakukan seperti itu spontan langsung menutup kepalanya sambil menangis sambil berkata
"kembalikan jilbab saya hiks, hiks, saya mohon"
"kenapa harus saya kembalikan, kamu sangat cantik tanpa memakai ini" ucap preman itu sambil mengambil ciput yang masih tertinggal di kepala diyan
diyan lun berusaha menahan preman itu namun usahanya sia-sia saja karna badan preman itu sangat besar dan badan diyan sangat kecil
"kalian jaga di sana, biar aku di sini bersama dia, jangan pernah menoleh ke belakang hingga saya menyuruh kalian," ucap ketua preman itu lalu menarik diyan ke kursi tempat mereka duduk tadi
satu persatu para preman pun langsung sedikit menjauh, mereka telah sering seperti ini, jadi mereka langsung paham
"lepaskan saya, hiks, tolong, tolong" teriak diyan namun bibirnya langsung di tutup memakai tangan preman itu
diyan tak bisa apa-apa lagi, tenaganya kalah jauh dengan tenaga preman ini, sekarang dia hanya pasrah kepada Allah dan meminta pertolongan Allah sang maha melihat dan mendengar
preman itu pun langsung menarik kemeja diyan, seketika kemeja itu langsung sobek dan kancingnya pun berserakan dimana-mana, hingga hanya tersisa baju kaos yang di pakainya untuk dalaman,
terlihat jelas tangan diyan yang putih mulus.
"wah kamu sangat cantik sayang, tunggu sebentar lagi kamu akan menangis bahagia" ucap preman itu lalu mendekatkan wajahnya ke arah diyan, ingin menciumnya, namun diyan menunduk dan terus menggeleng-gelengkan kepalanya agar preman itu tak bisa menyentuh nya apa lagi menciumnya, Diyan sungguh tidak sudi
karna melihat diyan terus menggeleng-gelengkan kepalanya, preman itu pun langsung emosi dan kemudian menampar wajah diyan
"aaaa, hiks hiks" teriak diyan memegang pipinya dengan satu tangannya
"makanya diam dan jangan bergerak, jika kamu bergerak lagi maka aku akan memukulmu lebih sakit dari ini" ucap preman itu mengancam diyan
diyan pun sudah tak bisa apa-apa lagi, dia hanya bisa diam dan berdoa dalam hati menunggu pertolongan Allah datang
"ra kamu dimana ra, tolong aku ra, hiks hiks aku ngga sanggup lagi", dian menangis dalam diam dan berdoa agar shira cepat kembali
saat preman itu ingin kembali mendekatkan wajahnya ke wajah diyan, dia langsung mendengar suara teriak seseorang
__ADS_1
"lepaskan dia" teriak shira dengan suara yang sangat besar, bahkan dia masih ngos-ngosan karna berlari tanpa henti tadi
para preman yang melihat itu pun langsung menoleh ke arah shira, bahkan ketua preman yang mendekati diyan itu oun mundur beberapa langkah dari diyan
keadaan shira sekarang berbeda dengan tadi, karna dia telah membuka roknya, dan tersisakan celana training saja, shira tadi membuka roknya karna menghalangi dia berlari
shira pun langsung mendekat ke arah diyan, namun saat melihat diyan yang rambut acak-acakan, jilbab sudah ngga ada bahkan bajunya pun tinggal baju kaos saja,
shira langsung membuka jaketnya lalu memakaikannya kepada diyan, yang masih terus menangis
"kamu tenang ya udah ada aku disini" ucap shira lembut sambil memeluk diyan, diyan yang di peluk shira pun perasaannya langsung sedikit membaik
para preman yang melihat itu langsung menatap ke arah ketua mereka, ketua preman itu pun langsung kembali mendekat kepada shira dan diyan
perlahan-lahan shira pun melepaskan pelukannya lalu menatap preman itu. raut wajah shira tiba-tiba saja langsung berubah,
mata biru indahnya yang selalu di Kagumi itu menjadi sangat menakutkan, tangan yang sebelumnya sangat putih halus dalam sekejap menjadi merah, karna kemarahan dalam dirinya
ketua preman itu sejenak menatap penampilan shira dari atas sampai bawah, wajah putih nan mulus shira telan sembab dan bengkak,
"sebenarnya wajah kamu lebih cantik dari dia tapi tatapan kamu sungguh sangat menjengkelkan" ucap ketua preman itu
tanpa aba-aba shira pun maju lalu menendang ketua preman itu hingga tersungkar di tanah.
lalu shira pun mengangkat kepalanya dan menatap semua preman itu dengan tatapan membunuh
preman yang ditendang oleh shira tadi sangat marah, dia pun langsung bangun dan ingin memukul shira namun dengan sigap shira menghindari pukulan itu lalu memukul balik preman itu sehingga preman itu kembali tersungkar ke tanah
para preman yang melihat ketuanya jatuh oun langsung pergi ke arah shira lalu mereka langsung menyerang shira..
shira pun dengan lincah menghindari serangan mereka, apalagi sekarang dia memakai celana jadi kakinya bebas bergerak
pada saat yang sama gavin pun datang dan langsung menghampiri Diyan yang masih menangis sambil memeluk lututnya
sampai sini dlu ya aku udah ngantuk.....
__ADS_1
in Syaa allah besok lagi
selamat membaca...