
Diyan dan Shira telah sampai di depan rumah,
"jasad mama, papa dan adik-adik ada di dalam rumah shira" ucap ashar
Diyan hanya mengangguk, kaki diyan seperti beku tak ingin berjalan maju, diyan masih tak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang paling di sayangnya pergi meninggalkannya begitu cepat.
dengan gemetar diyan maju dan masuk ke dalam runah Shira dimana jasad orang tua shira dan jasad orang tua dan adik-adiknya. setelah sampai di ruang tamu diyan melihat ada 6 jasad berjejer di ruang tamu, rumah yang dulunya di penuhi dengan kebahagiaan, sekarang hanya kesedihan yang mendalam dalam rumah itu.
diyan pergi melihat jasad yang di yakinya itu adalah jasad orang tuanya karna bersampingan dengan kedua adiknya.
sejak sampai depan rumah tadi diyan sudah menangis dalam diam.
Diyan membuka kain yang menutup wajah kedua orangtuanya, di lihatnya wajah gosong itu karena terbakar, seketika diyan langsung menangis dengan keras dan tersedu-sedu, dia tak mampu lagi menahan suaranya. hingga semua orang yang tadinya telah tidur terbangun karena mendengar suara diyan yang menangis dengan begitu keras.
mereka sampai jam 2.15 dini hari jadi para penghuni rumah tentunya telah istrahat.
sedangkan shira dia masih berdiri di depan rumah tanpa berani masuk, kakinya seakan lumpuh dan tak bisa berjalan ke depan,
"innalilahi wa innailaihi rojiun (milik Allah dan semuanya akan kembali kepada Allah SWT" bisik andra tepat di telinga shira agar shira sadar dan ikhlas menerima semuanya.
shira sedikit sedikit sadar dan menatap andra dengan tenang seperti tak terjadi apa-apa, shira hanya tersenyum lalu ikut melangkah masuk ke dalam rumah itu.
shira melihat kakaknya yang sedang menghibur diyan yang masih menangis tersedu-sedu.
"assalamualaikum" ucap shira saat hendak masuk ke dalam rumah, mereka semua langsung balik melihat shira sambil menjawab salam dari shira.
amanda langsung berdiri dan memeluk shira lalu tanpa berkata dia langsung menangis di pelukan shira, shira pun membalas pelukan Manda dengan erat, lalu dia juga membisikkan "innailaihi wa Inna ilaihi Raji'un" kepada Manda
"kakak yang sabar, kita semua harus ikhlas atas apa yang telah terjadi, percayalah semua ini telah di tulis di lauh Mahfudz, kita semua harus ikhlas. abi dan umi telah tenang di alam sana, kita sebagai anaknya harus mendoakan agar umi dan abi masuk surga" ucap shira sambil mengelus-elus pundak sang kakak
manda pun sedikit-sedikit berhenti menangis dan melepas pelukannya, diyan juga sedikit-sedikit berhenti menangis karna mendengar shira yang menasehati manda tadi. sedangkan sinta masih senantiasa di samping Diyan dan masih memeluknya..
...****************...
gavin dan frans Sekarang sedang uring-uringan di atas tempat tidur karna sejak tadi mereka tak juga mendapat kabar dari diyan atau pun shira, sedangkan sekarang sudah pukul dua dini hari mereka telah mencoba menelpon namun nomor mereka tak ada yang aktif membuat mereka khawatir dan gelisah, sedangkan satya jangan di tanya dia sekarang sedang tidur dengan nyenyak nya.
setelah mengantar shira dan diyan di bandara mereka semua kembali ke rumah frans termaksud gavin dan satya, karna besok mereka tidak ada mata kuliah
""kok mereka belum ada kabar sih?" ucap gavin frustasi melihat hpnya tak ada yang menelpon atau sekedar pesan singkat
"ngga tau juga, atau kota mereka mungkin sangat jauh hingga butuh beberapa jam untuk sampai di kota mereka" jawab frans,. dia juga sebenarnya sangat khawatir tapi frans mencoba untuk berpikir positif saja
"tapi sekarang udah jam dua lewat, mana mungkin pesawat mereka belum landing, sedangkan mereka berangkat jam 8" ucap gavin lagi
"yaudah, gimana kalau... sambil menunggu kabar dari mereka kita buka aja surat yang tadi di berikan oleh mereka berdua" ucap frans memberi solusi
"boleh juga,. gue sampai lupa, padahal tadi gue udah berpikir pas sampai di rumah gue akan langsung membukanya,, ehhh malah lupa" balas gavin
lalu mereka berdua pun langsung membuka tas mereka masing-masing dan mencari surat yang di berikan oleh shira dan diyan, setelah mendapatkan surat itu mereka pun segera membukanya.
"lo duluan aja" ucap frans
gavin pun membuka surat itu, dia membuka surat yang di tulis oleh shira terlebih dahulu..
*iman itu bagaikan bunga
__ADS_1
yang harus di siram terus menerus
dengan amal kebaikan dan taubat
jika tidak, iman itu akan layu*
**jangan pernah kau tinggalkan shalat mu
dan jangan lupa untuk selalu bersyukur
walau apa pun yang tuhan berikan kepadamu.*
:-) To : Gavin*
gavin sedikit menyinggungkan senyuman setelah membaca surat dari shira, lalu dia kembali membuka surat satunya yang di tulis oleh diyan, gavin sangat penasaran kira-kira apa yang akan diyan tulis untuknya
**pada akhirnya, cinta tak selalu tentang
perjuangan rumit demi memiliki.
sebab berusaha mengikhlaskan pun tak
pernah sederhana*
*berikan hatimu kepada Allah,
maka Allah akan memberikannya
kepada seseorang yang betul-betul
~jangan menunggu kabar dari aku mau pun shira karna kami tidak akan memberikan kabar kepada siapapun orang yang berada di ibukota ini, tanpa terkecuali.~
~biarlah takdir yang menentukan apakah kita akan bertemu kembali atau tidak~
To : Gavin*
gavin mengerutkan keningnya setelah membaca surat dari diyan itu, apa maksud mereka apakah mereka akan mengganti kartu? gavin bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
gavin mengambil hpnya lalu melakukan panggilan telepon, namun nomor yang di telponya lagi-lagi tak aktif.
"frans coba kamu baca surat kamu" ucap Gavin
"emang kenapa?" tanya frans bingung
"aku merasa aneh setelah membaca surat dari Diyan" jawab gavin, frans hanya menganggukkan kepalanya lalu mulai membuka surat dari diyan dan shira,
pertama frans membuka surat dari diyan
**lakukan kebaikan sekecil apapun
karena kau tak pernah tahu
kebaikan apa yang akan
membawamu ke surga*
__ADS_1
~jangan pernah kau meninggalkan shalatmu wahai akhi, karna shalat adalah tiang agama~
To : Frans*
frans tersenyum, lalu membuka surat dari shira dengan perasaan deg-degan
**level mencintai versi hamba Allah yaitu,
di saat kamu mencintai seseorang tapi
dalam doamu tak pernah terselip namanya
di saat kamu berpura-pura tidak
peduli padahal hatimu tetap tertuju padanya.
karna mencintai itu, cukup menjaga
perasaanmu di dalam doa dan
mengikuti skenario Allah*
*bukan jalan kita
tapi jalan Allah
bukan pilihan kita
tapi pilihan Allah
bukan keputusan kita
tapi keputusan Allah
bukan ketetapan kita
tapi ketetapan Allah*
~jangan menunggu kabar dari aku mau pun Diyan karna kami tak akan memberi kabar kepada sesiapapun yang ada di ibukota ini, tanpa terkecuali~
~mari mengikuti skenario allah dan biarkan takdir yang menentukan apakah kita akan bertemu kembali atau tidak~
To : Frans
*
*
*
*
maaf ya karna baru up, beberapa hari ini aku ngga enak badan jadi aku ngga up.
selamat membaca*.......
__ADS_1