
Shira langsung membalikan badannya lalu berkata
"ada apa kak?" tanya Shira dengan nada santai
"kalian kenapa mengabaikan kami?" tanya Frans lalu mendekat ke arah Shira dan Diyan
"kami tidak" jawab Shira
"tidak? bukankah selama ini kalian selalu menghindar dari kita?" tanya Gavin menatap kearah Diyan
"kami tidak menghindari kalian, kami hanya tidak ada urusan dengan kalian" jawab Diyan
"kakak terlalu banyak berpikir, kami tidak pernah menghindari siapapun" ucap Shira
"benarkah? kalau begitu aku ingin bertanya tapi kamu harus jawab dengan jujur, ahh tidak aku hanya akan menyuruh kalian jawab ya atau tidak" ucap Frans menatap Shira dan Diyan bergantian
"jika pertanyaan itu berfaedah maka kami akan menjawabnya, namun jika itu hanya basa basi saja maka kami akan pergi dari sini" tutur Shira
"kalian menutupi identitas kalian kan? dari kota asal, terus nama panggilan Shira dan juga nama keluarga kalian!" ucap Frans
Frans telah menyuruh sekretarisnya untuk menyelidiki latar belakang Shira namun nahas, dia tidak mendapatkannya, lalu dia juga menyuruh sekretarisnya untuk menyelidiki latar belakang Diyan namun tetap sama dia tidak mendapatkan informasi mereka, yang terlihat hanyalah nama asli mereka dan keterangan bahwa mereka mendapatkan beasiswa di universitas itu
"ya" jawab Diyan langsung
"apakah salah? kami mengambil jurusan ilmu komputer jadi kami bisa saja menyembunyikan identitas kami" sambungnya lagi lalu mengajak Shira pergi menuju ke kantin
saat mereka tiba di kantin mereka melihat Farah dan Satya asik ngobrol bersama
"ehem" dehem Diyan menyadarkan kedua sejoli itu
"eh kalian udah datang ternyata!! kalian mau pesan apa? biar aku yang pesanin" ucap Farah kepada mereka berdua
"ngga usah, kakak sudah memesan 4 nasi goreng dengan 4 es teh" ucap Frans yang tiba-tiba berada dibelakang Shira lalu dia mengambil kursi di meja lain dan menaruhnya di samping Shira.
Shira yang melihat itu langsung menyerong kursinya mendekat ke arah Diyan, namun tidak bisa karna kursinya ditahan oleh Frans
"a, apa yang kakak lakukan?" tanya Shira sedikit gugup
"tidak usah kemana-mana saya tidak memakan orang" jawab Frans dengan tangannya yang berada di belakang kursi Shira
__ADS_1
"kak bisa tangannya dipindahin?" shira tidak nyaman dengan situasi seperti ini, apalagi sangat banyak orang yang makan di kantin, jika mereka salah paham bagaimana?
itulah yang ada dipikiran Shira
"kalau saya pindahin tangan saya maka kamu akan memindahkan kursi kamu, iya kan?" tanya Frans setelah menjawab pertanyaan Shira
"tapi--" ucapan Shira terpotong karna ada seseorang yang datang
"hai kak boleh kami bergabung?" tanya Rena yang baru saja datang bersama 2 temannya
Frans hanya diam saja hingga Shira angkat bicara
"iya kak boleh" ucap Shira langsung mendapat tatapan tidak suka dari Frans
"kalau begitu boleh saya minta tolong kepada kalian berdua?" tanya Rena kepada Shira dan Diyan
"apa kak?" ucap Shira dan Diyan
"pesanin saya makanan, oh atau gini aja, aku ambil makanan kalian dan kalian pesan yang baru" ucap Rena dengan tersenyum simpul
"iya kak boleh, kak duduk disini aja" ucap Shira dan Diyan lalu berdiri dari tempat duduk mereka dan berlalu pergi
"rah kami duluan ya, nanti ketemu di kelas aja" ucap Shira sebelum pergi
"kamu jauh-jauh dari saya" ucap Gavin dengan suara dingin dan datar kepada Yura
"kamu juga jauh-jauh dari saya" ucap Frans tak kalah dingin dari Gavin
Rena dan Yura tidak bergerak secenti pun mereka malah berkata
"perasaan saat mereka berdua ada disini kalian oke-oke aja" tutur Rena tak terima disuruh jauh-jauh oleh Frans
"iya, lagian ya aku saranin ke kalian agar tidak dekat-dekat sama wanita murahan seperti mereka" sambung Yura membuat Farah yang mendengar itu langsung naik pitam karna sahabatnya di bilangi murahan oleh Yura
"kamu jaga ya omongan kamu!! mereka bukan cewe murahan yang suka mencari perhatian para lelaki tajir kaya kalian-kalian ini" ucap Farah dengan marah sambil menunjuk Rena dan kedua sahabatnya
"jaga ya omongan kamu, beraninya kamu ngomong seperti sama kakak senior kamu!!" ucap Rena tidak terima dengan kata-kata Farah tadi
"kalau kalian boleh, kenapa saya tidak boleh? jangan mentang-mentang kalian senior disini jadi kalian seenaknya aja mengatakan dan memfitnah junior disini sembarangan, saya bisa dengan mudah membuat kalian semua keluar dari kampus ini!!" ucap Farah sudah tersulut emosi
__ADS_1
"emang kamu siapa? kamu berani sama kami? kau itu hanya anak yang bau kencur yang belum tau apa-apa, jadi kamu diam sebelum saya menyobek bibir kamu yang bacot itu" tutur Yura terpancing dengan kata-kata Farah
"coba aja kalau kalian berani, emang kalian pikir aku takut sama kalian? cih sama sekali tidak, karna menurut saya kalian itu hanya sampah yang bertebaran di jalanan dan mengganggu mata hingga harus dibasmikan" Farah berbicara dengan suara keras hingga mengundang banyak siswa dan siswi
Rena yang mendengar itu langsung mengangkat tangannya dan ingin memukul pipi mulus Farah
namun gagal karna segera di tahan oleh Satya yang berada di samping Farah,
Farah sangat kaget pas hampir di tampar , dia refleks langsung bersembunyi di balik bada Satya
"jangan coba-coba kalian menyentuhnya walaupun hanya seujung pakaiannya saja" bentak Frans kepada rena dengan nada mengintimidasi disetiap kata-katanya
dia lalu berputar menuju ke arah Farah lalu berkata
"kamu ngga apa-apa kan?" tanya Frans dengan nada yang lembut tidak seperti tadi
Rena yang dibentak langsung siut dia tidak berbicara lagi
"iya kak aku ngga apa-apa, hanya sedikit kaget saja" jawab Farah kembali dengan suara santai
"kak? apakah kalian--" ucap Rena langsung terpotong dengan kata-kata Frans
"iya dia adik saya, maka jika kamu berani macam-macam kepadanya, kamu akan tanggung sendiri akibatnya" tutur Frans karna dia sangat tidak suka ada yang menyakiti orang yang dia sayang,
apalagi ini adalah adiknya kesayangannya dan juga anak kesayangan orangtuanya,
apa yang akan dia katakan kepada orang tuanya nanti jika Farah sampai kenapa-napa?
itulah yang saat ini Frans pikirkan
"ayo" ajak frans lalu Manarik pergelangan tangan Farah dan meninggalkan Rena bersama teman-temannya yang sedang termenung
"apa yang harus kita lakukan sekarang" tanya Rena kepada kedua temannya
"mana aku tau, dan mana kita tau juga bahwa Farah itu adalah adik Frans, setau aku dia kan masuk dengan memakai beasiswa, jadi aku pikir dia itu adalah orang miskin" ucap Yura
"pokoknya apapun yang terjadi gue ngga boleh keluar dari kampus ini!" sambungnya dengan khawatir akan dikeluarkan dari kampusnya itu
"yasudah sekarang kita kembali dulu, nanti baru kita pikirkan bagaimana solusinya" ucap Rena mengajak dua temannya itu pergi meninggalkan kantin itu...
__ADS_1
*jangan lupa like, komen, dan vote yang gays
selamat membaca 🙂 dan terimakasih 🙏🙏*