
"kamu ngga apa-apa kan?" tanya gavin setelah Diyan bangun dari duduknya
"iya ngga papa kok kak," jawab diyan
"makasih udah nolongin" sambungnya lagi sambil menunduk, wajah diyan sekarang bertambah merah karena malu
sementara itu frans masih dalam keadaan menggendong shira,
"malam ini kita pulang ke rumah aku aja, ini sudah jam 12 malam gerbang asrama kalian pasti sudah di gembok oleh pengawas" ucapnya memberi saran, karna memang di jam seperti ini asrama diyan telah di kunci,
"hmmm ya deh kak, kami ikut kakak aja, aku juga ngga tau mau pergi kemana," jawab diyan
"lagi pula shira juga pingsan" sambungnya lagi
"yaudah kalau gitu ayo ikut saya ke mobil" ucap frans lalu pergi ke arah mobil sambil menggendong shira di ikuti dengan gavin dan Diyan
saat sampai di parkiran mobil frans diyan pun langsung membukakan pintu belakang untuk shira duduk di baringkan.
"jangan di situ, kamu buka pintu depan aja, itu akan lebih jika aku menurunkannya sebentar" ucap frans menahan diyan dan menyuruhnya untuk membukakan pintu depan
diyan tidak membantah dia pun langsung membukakan pintu depan mobil Frans,
frans langsung mendudukkan shira di kursi depan dengan sangat hati-hati di bantu oleh diyan..
setelah itu frans pun menutup pintu lalu menatap Sahabatnya Gavin, dengan tatapan yang sulit diartikan
Gavin yang di tatap seperti itu tak mengerti, Gavin hanya memperlihatkan raut wajah bingungnya kepada frans
melihat gavin yang sepertinya tidak mengerti, frans pun langsung menoleh ke arahnya lalu menoleh lagi ke arah diyan, dan seketika itu gavin pun langsung mengerti, lalu dia pun langsung tersenyum lebar
__ADS_1
"Diyan kamu ikut di mobil aku aja ya" ucap gavin sembari menatap diyan.
walaupun penampilan Diyan sangat acak-acakan namun dia masih terlihat cantik,
"kenapa ke mobil kak gavin? mobil kak frans kan juga bisa", tanya Diyan heran sambil memperhatikan wajah lelahnya, Diyan sepertinya sangat lelah dan ngantuk., lalu dia menatap frans seperti meminta penjelasan...
diyan sangat khawatir kepada shira, apalagi sekarang shira sedang pingsan, bagaimana jika frans melakukan hal buruk, bukannya Diyan souzon atau apa, tapi dia hanya berpikir laki-laki dan perempuan tidak pantas hanya berdua saja
"ngga apa-apa, gavin mungkin sunyi jika dia hanya seorang diri dalam mobil" ucap frans kemudian
"dan kamu tenang aja aku ngga bakal ngapa-ngapain shira kok, aku juga tau batasan, apa yang akan aku lakukan kepada perempuan yang sedang pingsan, kamu kira aku laki-laki bejat apa" sambungnya lagi membuat diyan lega dan sedikit merasa bersalah dengan pikirannya tadi, namun setelah itu Diyan pun hanya pasrah lalu pergi mengikuti gavin ke mobilnya yang tidak berjauhan dengan mobil frans,
frans pun tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya juga, frans melihat ke shira, dia menyadari bahwa sabuk pengaman Shira belum terpasang, dia pun langsung memasangnya, namun saat dia ingin memasang sabuk pengaman itu frans langsung melihat ke arah leher shira yang putih mulus membuat dia menelan ludahnya beberapa kali, namun sedetik kemudian frans pun sadar dan langsung memakaikan sabuk pengaman itu lalu ber istighfar kembali ketempat duduknya
"astaghfirullah apa yang aku pikirkan, ampuni aku ya Allah, maafkan aku shira," ucap frans dalam hati lalu dia pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.....
Diyan sekarang duduk tenang, lalu tak lama kemudian mata diyan langsung tertutup dan kepalanya perlahan-lahan turun ke arah kursi gavin,
gavin pun langsung mengarahkan tangannya ke kepala diyan lalu memegangnya, agar tan terjatuh,
karna tangan kiri gavin memegang kepala diyan jadi dia hanya menyetir dengan satu tangan, dia pun sedikit memelankan laju mobilnya yang tadi delapan puluh per km menjadi lima puluh per km nya
sesekali gavin akan menoleh ke arah Diyan, menurut gavin pemandangan ini, sangat langka bahkan dapat di masukan dalam museum saking langkanya, bagaimana tidak, melihat wajah diyan tersenyum ke arahnya saja hanya beberapa kali saja, mengajaknya ngobrol berdua pun tak pernah
perjalanan ke rumah frans dan kampus memang lumayan lama, apalagi mereka berdua membawa mobil itu dengan kecepatan di bawah rata-rata,. membuat mereka lebih lama lagi sampai ke rumah frans,
setelah satu jam lebih menempuh perjalanan mereka pun sampai di rumah Frans, salah satu satpam oun langsung membukakan pintu gerbang itu lalu mempersilahkan frans dan gavin masuk,
mereka berdua pun langsung memarkirkan mobil mereka berdua di garasi rumah, lalu mereka berdua turun lalu sama-sama membuka pintu tempat shira dan diyan duduk...
__ADS_1
frans pun langsung menggendong shira lalu masuk ke dalam rumah, begitu pun dengan gavin, karna kasihan melihat diyan yang sangat kelelahan dia pun langsung menggendong nya saja,
dengan hati-hati gavin menyentuh diyan agar diyan tak bangun, lalu dia mengeluarkannya dari dalam mobilnya, namun baru saja ingin masuk ke dalam rumah, diyan langsung membuka matanya menatap gavin..
mata mereka pun beradu dalam waktu yang cukup lama, membuat hati gavin berdetak sangat kencang hingga ingin copot dari dalam dirinya, membuat gavin gugup hingga gemetar..
gavin mengira bahwa diyan telah bangun namun ternyata dia salah, setelah itu diyan kembali menutup matanya seperti tak terjadi apa-apa,
gavin yang melihat mata diyan kembali tertutup langsung kaget lalu dia pun langsung buru-buru masuk ke dalam rumah, karna tangannya sekarang masih gemetar akibat tatapan tadi, gavin takut akan menjatuhkan diyan di lantai jika tak cepat-cepat masuk dan membaringkan diyan
_
_
_
_
_
_
_
_
selamat membaca,. jangan lupa vote ya,
kapan kapan lagi
__ADS_1