
"cukup oma!!! oma jangan selalu menjelek-jelekkan shira" ucap frans ia memang tak meninggikan suaranya tapi nada bicaranya sangat tegas
"berani kamu meninggikan suaramu depan oma ans" ucap omanya dengan lebih marah lagi
"lihat fandi, lihat anakmu ini dia telah berani meninggikan suaranya di depan ku" sambungnya dengan nada ingin menangis membuat Fandi marah
fandi langsung berjalan ke arah Frans dan bukk... satu pukulan keras mendarat di pipi Frans, frans tak terjatuh karna ia telah memiliki persiapan saat fandi berjalan maju ke arahnya, ia telah menebak ia pasti akan di pukul bahkan lebih namun seperti nya pikiran nya salah, fandi hanya memukulnya sekali
"beraninya kamu meninggikan suaramu di depan oma mu, ayah membesarkan mu bukan untuk berperilaku tidak sopan kepada orang yang telah melahirkan papi" bentak Fandi kepada frans
"maaf pih, maaf oma ans ngga sengaja" ucap frans menatap kearah fandi dan feren bergantian lalu menunduk
setelah meminta maaf frans langsung diam sembari mengusap sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah, sedangkan farah dan Arisa langsung berlari menuruni tangga saat melihat frans yang di pukul oleh Fandi.
"kak," ucap farah saat tiba di samping frans
"papi dan Oma jahat, jika farah tahu akan seperti ini farah ngga akan pernah menceritakan apa-apa kepada oma tentang Shira" ucap farah sambil menangis
arisa tak bisa berbuat apa-apa, selagi tak terlalu parah ia akan membiarkan suami dan putranya menyelesaikan masalah mereka. Arisa hanya bisa berdiri di samping fandi dan menatap frans dengan sedih, hatinya terluka saat melihat anaknya di pukul
__ADS_1
"oma dan papi nggak bisa memaksa kak frans untuk menikah dengan orang yang telah menyelamatkan oma itu, farah ngga akan setuju, jika kalian tetap memaksa kak frans maka farah akan angkat kaki dari rumah ini" ujar farah lagi dengan marah lalu membawa frans pergi keluar dari ruang tamu itu menuju ke bagasi mobil
"Farah"panggil maminya dengan nada sedih
"maaf mih" ucap Farah
feren dan fandi tak berkata-kata apa-apa lagi, mereka juga tak menahan farah saat membawa frans pergi
fandi dan feren memang tak bisa berucap apa-apa lagi saat farah berkata akan angkat kaki dari rumah ini.
feren dan fandi memang sangat menyayangi farah, walaupun keduanya juga menyayangi frans, namun keduanya lebih menyayangi farah karna farah bagaikan kelemahan bagi keduanya sedangkan frans adalah anak laki-laki dan dia bisa menjaga dirinya sendiri apalagi frans bisa beladiri, sedangkan farah apa yang bisa farah lakukan jika nanti ia bertemu dengan orang jahat, untung saja selama ini fandi dan feren selalu mengawasi farah melalui pengawal mereka, jika tidak farah pasti akan banyak mengalami kesulitan jika ia pulang malam.
"kamu ngapain sih ngomong kaya gitu tadi" ucap frans sambil bercermin lalu mengusap sudut bibirnya yang masih berdarah
"emang kenapa? aku keren ya kak saat ngomong kaya gitu tadi? aku seperti hero kan yang datang tepat waktu dan menyelamatkan kakak" ujar farah bercanda
frans tahu walaupun saat ini farah bercanda dengannya namun yang di katakan farah tadi pasti tak bercanda, ia sangat tahu kepribadian adik satu-satunya ini.
"maafin kakak ya" ucap frans menatap farah yang fokus melihat ke depan
__ADS_1
"kakak apaan sih, pokoknya aku itu seratus persen dukung kakak dengan Shira, dan kata hati aku itu sangat yakin bahwa shira itu pasti akan kembali" tutur farah mencoba menghibur sang kakak, ia tahu kakaknya pasti dilema dan merasa bersalah telah menolak permintaan omanya...
......................
feren terdiam di kamarnya, ia memikirkan kata-kata farah saat pagi tadi, apakah se berarti itu shira di depan mata farah dan frans hingga mereka menolak permintaannya? apakah sebaik itu akhlak Shira? ia akui bahwa farah dan frans memang banyak perubahan dari akhlak, cara bicara dan masih banyak lagi.
feren pun langsung merasa bersalah karna telah memaksa Frans, apalagi frans tadi pagi sempat bertengkar dengan fandi karena ulahnya, sebenarnya frans tak meninggikan suara kepadanya hanya ia tak terima karna frans selalu saja menolak permintaannya, ia pun langsung memberitahukan kepada fandi bahwa frans meninggikan suara kepadanya membuat keduanya bertengkar.
memikirkan kejadian tadi pagi feren sangat merasa bersalah, ia sebenarnya juga tidak tahu siapa yang menolongnya itu, bahkan saat mencari tahu tentang wanita yang menolongnya ia tak dapat petunjuk apa-apa. ia hanya tahu bahwa wanita yang telah menyelamatkan nya tinggal di bagian kompleks perumahan yang cukup mahal yaitu kompleks perumahan griya indah.
feren berpikir sepertinya wanita itu bukan orang dari kalangan bawah, ia berpikir bahwa wanita itu adalah orang yang cukup berada, feren sebenarnya tak pernah memandang kasta mau orang itu dari kalangan biasa atau berada yang terpenting adalah wanita itu telah menyelamatkan dirinya dan ia harus berhasil mendapatkan data-data wanita itu bagaimana pun caranya, jika memang frans tak mau menikah dengannya feren harus tetap mencari tahu.
siapa tahu ia bisa bertemu kembali dengan wanita itu dan mengajaknya ke rumah ini untuk mengucapkan terima kasih karena telah menolongnya
feren kembali berpikir sepertinya ia sangat egois kepada frans, sekarang ia tak akan lagi memaksa Frans, biarlah frans menentukan jalan hidupnya sendiri, terserah mau frans menunggu wanita yang bernama shira itu atau frans mau di jodohkan kepada wanita yang telah menolongnya itu. feren akan mendukung apapun keputusan frans.
meski dalam hati feren masih tetap ingin Frans menikah kepada wanita yang telah menolongnya tempo hari, jujur saja ia sudah sangat suka saat pertama kali melihat wanita itu, memakai baju gamis dan jilbab panjang apalagi saat melihat matanya yang berwarna biru, jika ia laki-laki maka ia mungkin akan jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya.
saat sedang berpikir feren merasakan dadanya sakit, feren tiba-tiba sesak nafas, sepertinya penyakit jantungnya kambuh akibat ia kebanyakan berpikir, ia ingat sebelum ia ke sini dokternya selalu mengingatkan nya untuk tidak terlalu banyak berpikir dan tidak marah-marah.
__ADS_1
feren tak bisa menahan sakit dadanya lagi, ia langsung menekan tombol bel samping tempat tidurnya agar para pelayan masuk ke dalam kamarnya, setelah itu ia pun pingsan