Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
bab 18.


__ADS_3

Shira yang ditatap oleh para karyawan lainnya langsung merasa risih,


dia menundukkan kepalanya lalu berkata


"saya tidak apa-apa pak, bapak boleh pergi dan maaf telah menabrak bapak" Shira lalu berdiri dibantu oleh diyan


"ya sudah kalau begitu saya akan mengantarkan kalian pulang" ucap Frans


"kalian semua bubar kembali kepada pekerjaan masing-masing" sambungnya berkata dengan dingin


"iya pak" ucap mereka serentak lalu pergi meninggalkan dapur


Shira dan Diyan masih ditempat yang sama, mereka hanya saling pandang


"kami akan kembali bekerja pak" ucap Shira ingin pergi namun dia tiba-tiba mendengar Frans berkata


"kamu mau saya gendong ke mobil atau mau jalan sendiri?" ucap frans membuat Shira menghentikan langkah kakinya


"kami akan jalan sendiri kak" ucap Shira lalu berbalik pergi keruang ganti


Shira dan Diyan lalu mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang mereka kenakan saat datang ke restoran tadi


saat Shira dan Diyan keluar restoran, mereka melihat ada dua mobil sport 1 berwarna abu-abu milik Frans



dan yang satu lagi berwarna hitam bercampur biru yaitu mobil Gavin



shira dan diyan lalu mendekat kearah mobil itu,


pada saat yang bersamaan Frans dan Gavin keluar dari dalam mobil


"ayo!!" ucap gavin lalu membukakan pintu buat Diyan


Shira dan Diyan saling pandangan, ini maksudnya apa? mereka disuruh untuk pisah mobil? dan naik 1 mobil dengan mereka berdua? ini gila sih


pikir Diyan dan Shira


"maksudnya?" tanya Shira sedikit tidak mengerti dengan pikiran Frans dan Gavin


"aku hanya membawa mobil ini, dan tempat duduknya hanya ada 2, tidak mungkin kan kita duduk bertiga di 2 tempat duduk, jadi aku mengajak Gavin buat kesini" ucap frans penuh kemenangan

__ADS_1


"kalau begitu... kami bisa naik taksi saja, tanpa harus kalian antar" sambung Diyan melihat kearah Gavin dan frans


"apakah begini cara kalian memperlakukan orang yang ingin membantu kalian" balas Gavin menatap mereka dengan tatapan dingin


"bukan gitu, tapi...." ucap Shira terpotong


"udah ngga ada tapi-tapian, ayo masuk lagian kita juga tidak bersentuhan kan, jadi kami rasa tidak apa-apa" celah Frans mendahului masuk kedalam mobil


Shira dan Diyan pasrah, mereka hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh Frans dan Gavin, mereka pun masuk di dalam mobil


setelah Shira dan Diyan masuk ke dalam mobil, mobil pun langsung melaju, namun tak tau kemana arah perginya


"kamu... apakah kamu sudah punya orang yang kamu sukai?" tanya Frans tiba-tiba kepada shira yang ada disampingnya


"iya, aku punya banyak orang yang aku sukai" ucap shira membuat Frans langsung menginjak rem mendadak membuat Shira kaget


"maksud kamu?" tanya Frans menoleh kearah Shira


"ya.... kita sebagai manusia kan harus saling menyukai, bukankah begitu?" Shira berbicara dengan tidak menoleh kearah Frans


"maksud saya itu kamu sudah punya pacar atau semacamnya?" tanya Frans kembali


Shira langsung menyinggungkan sedikit senyuman lalu berbicara


"bukankah Allah SWT. telah berfirman di Qur'an surah al-isra' ayat 32, yang artinya: dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah sesuatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk"


frans pun kembali melajukan mobilnya sambil berkata


"apakah kakimu benaran tidak apa-apa?" ucapnya tanpa menoleh kearah Shira


"saya tidak apa-apa kak, hal-hal yang seperti itu sudah biasa bagi kami" jawab Shira dengan tenang


Shira memang tidak apa-apa buktinya saja dia berjalan tanpa pincang.


"biasa? maksud kamu biasa gimana?" tanya Frans lagi masih fokus menyetir


"saya dan Diyan berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, jadi kami dari kecil.sudah diajarkan untuk mandiri dan tidak manja" jawab Shira lagi


Frans pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti


sementara itu di mobil Gavin....


Diyan sejak tadi tidak berbicara, walaupun dia lumayan banyak bicara dari Shira, namun itu hanya berlaku pada perempuan saja tidak pada laki-laki, karna mereka diajarkan untuk tidak pencicilan di depan orang yang bukan mahramnya

__ADS_1


Gavin yang melihat Diyan terus diam, dia langsung bertanya kepada Diyan


"apakah kamu sudah punya pacar?"


pertanyaan itu membuat Diyan tertawa, namun tawa itu bukan tawa biasa, tawa itu seperti tawa mengejek,


"Allah SWT. telah berfirman di Qur'an surah al-isra' ayat 32 tentang larangan mendekati zina, apakah itu kurang?" tanya balik Diyan kepada Gavin setelah menjawab pertanyaannya


"saya belum terlalu paham agama, jadi jika saya salah tegurlah saya, karna saya baru belajar tentang yang wajib dulu, seperti shalat" jawab Gavin sekilas menoleh kearah Diyan


"in Syaa allah kak," ucap Diyan


"eh ngomong-ngomong kita mau kemana kak? sejak tadi kita ngga sampai-sampai di asramaku padahal asrama saya dan restoran tempat kerja saya kan tidak terlalu jauh" sambungnya bertanya dengan bingung dan menoleh kedepan


"tunggu saya telpon Frans dulu" jawab Gavin lalu menghubungi Frans


"halo, kita mau kemana?" tanya Gavin kepada Frans diseberang telepon


"kita ke mall xxx aja, kebetulan mami dan Farah lagi belanja disana, dia habis nelpon aku barusan, aku baru saja mau menelpon mu eh ternyata kamu duluan yang nelpon" jawab Frans diseberang telepon


"oke sampai ketemu disana" ucap Gavin lalu mematikan panggilan teleponnya


kedua mobil itu pun langsung menuju ke mall tempat Farah dan maminya berbelanja


kedua mobil itu sampai bersamaan, mereka pun langsung memarkirkan mobilnya,


Shira dan Diyan keluar diikuti oleh Frans dan Gavin


"kita ngapain kesini?" tanya Diyan kepada Gavin


"oh maaf tadi aku lupa kasi tau kalian, Farah dan mami saya lagi belanja disini, kalian tidak keberatan kan pergi menemani mereka" jawab Frans sambil memutar-mutar kunci mobil yang ada ditangannya


"yaudah deh ngga apa-apa kalau memang Farah ada disini" ucap Diyan lalu menggandeng tangan Shira


"ayo!" ucap Gavin lalu berjalan disamping Diyan dan Frans berjalan di samping Shira


mereka lalu masuk ke dalam mall yang sangat besar dan luas itu, lalu Frans mengajak mereka untuk masuk ke dalam salah satu butik yang sangat mahal


"itu mereka" ucap Frans setelah melihat Farah dan maminya ada dalam butik itu


Farah yang mendengar suara kakaknya langsung menoleh lalu berkata


"eh kok ada Shira dan Diyan?" tuturnya sedikit kaget melihat Shira dan Diyan, mereka biasanya jika jam-jam begini mereka akan kerja di restoran kakaknya..

__ADS_1


*jangan lupa like, komen, dan vote*


selamat membaca 🙂🙂


__ADS_2