Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 27


__ADS_3

sementara itu frans yang melihat shira yang tertidur langsung membuka jaket kulit yang di pakainya


"nih pakein ke dia disini acnya dingin banget" ucap frans seraya memberikan. jaketnya kepada farah


"cie kaka perhatian banget" ucap dengan nada mengejek sambil memakaikan jaket yang diberikan oleh frans ke tubuh shira


diyan yang melihat itu hanya tersenyum, lalu sedetik kemudian senyumnya langsung hilang karna melihat gavin yang sedang menatapnya, dia langsung mengalihkan pandangannya ke depan


sedangkan rena masih membawakan lagu cinta luar biasa, saat dia melihat frans yang membukakan jaketnya untuk shira, rasanya bencinya kepada shira langsung bertambah lagi, namun karna masih sedang bernyanyi jadi dia hanya bisa menutupi rasa bencinya itu


sebenarnya suaranya lumayan bagus hanya dia sering salah lirik dan yang seharusnya nada tinggi di rendahin dan nada rendah dia tinggikan


farah, frans, gavin dan satya tertawa mendengar rena menyanyi, sedangkan diyan, dia dan shira jarang mendengar lagu pop mereka sering mendengar shalawat, jadi diyan tidak tau liriknya benar atau salah dan nadanya benar atau salah yang dipikirkannya adalah suara rena lumayan bagus


bahkan mc pun ikut tertawa mendengar rena bernyanyi, ada sebagian penonton juga yang sekali-kali tertawa mendengar nyanyian rena


rena pun telah selesai bernyanyi, semua penonton pun langsung bertepuk tangan riah


"terima kasih kepada semua penonton yang telah hadir dan mendengarkan lagu yang aku bawakan ini" ucap rena lalu dia pergi mendekati mc lalu dia menyimpan mic yang ada di tangannya di atas meja lalu rena ke belakang panggung dimana teman-temannya telah menunggunya di sana


mc pun langsung maju dan berkata, "oke semuanya sampai disini dulu, peserta lainnya akan kami lanjut esok sore di tempat ini lagi, jangan sampai ketinggalan" lalu mc itu pun turun dari panggung


sedangkan di kursi penonton satu persatu penonton sudah mulai meninggalkan aula kampus itu, karna melihat shira yang belum juga bangun diyan berniat ingin membangunkannya namun diyan langsung berhenti saat melihat shira seperti bermimpi buruk, terbukti dari raut wajahnya yang berubah-ubah dan seperti sedang tersiksa


farah merasa bahunya seperti ada pergerakan, dia langsung balik menghadap ke arah shira,


shira masih terus mengubah-ubah ekspresi wajahnya semakin farah dan diyan melihat mereka semakin merasa shira sangat sangat tersiksa.


diyan dan farah langsung saling pandang,


"jadi gimana?" tanya farah kepada diyan


"atau kita bangunin aja ya?" lanjutnya lagi masih menatap diyan dan shira bergantian

__ADS_1


belum sempat diyan menjawab frans langsung menjawab


"jangan bangunin kita tunggu dia bangun sendiri aja, mungkin dia kecapean makanya dia ketiduran disini"


farah langsung mengalihkan pandangannya menuju kakaknya itu, yang farah maksud sebenarnya bukan itu, tapi dia kasian melihat ekspresi wajah shira yang selalu berubah-ubah seperti sedang mimpi buruk ini


sejak tadi diyan selalu memperhatikan ekspresi shira yang berubah-ubah, semakin dilihat semakin membuat orang yang melihatnya juga merasa menderita karna ekspresi wajah itu, akhirnya karna diyan sudah tidak tahan melihat sahabat sekaligus sepupu nya ini, dia langsung mengulurkan tangannya dan berkata lembut sangat lembut


"ira,. bangun ra, kamu baik baik aja kan?" ucap diyan sambil menggoyang-goyangkan badan shira hingga jaket frans yg ada di tubuh shira pun jatuh


setelah mengatakan itu semua mata beralih kepada diyan, farah kaget tiba-tiba saja diyan membangun shira, farah sebenarnya ingin bicara namun di tahannya karna melihat raut wajah shira


bukannya bangun shira malah memasang ekspresi sedih bahkan langsung mengeluarkan air mata, setetes demi setetes air mata itu mengalir di pipi shira yang putih bersih, lalu shira berkata dalam tidurnya


"ngga, jangan, jangan tinggalkan ira, ira belum siap, jangan, jangan, ira mohon" ucap shira sambil terus mengeluarkan air mata nya


diyan yang melihat itu langsung memeluk shira dan berkata


"ra bangun ra, ra aku disini kok aku ngga akan ninggalin kamu, selama kita akan selalu bersama-sama okey" ucap diyan sambil mengelus-elus pundak shira


farah bingung melihat shira dan diyan, namun dia masih tetap diam saja melihat interaksi mereka berdua, seperti ada yang tidak beres,,


bukan hanya farah frans, gavin dan satya pun bingung melihat diyan dan shira,


"mereka seperti berubah sejak sore tadi, ah bukan mereka lebih tepatnya shira, dia kenapa kaya syok gitu ya?" ucap frans menatap punggung shira bergantian dengan menatap diyan..


aula sekarang telah sunyi sepi, di sana hanya tinggal mereka ber 6 saja, bahkan rena dan teman-temannya telah pulang sejak tadi


shira perlahan-lahan membuka matanya, lalu melepas pelukan diyan dan menatap diyan dalam-dalam lalu berkata dalam hatinya


"ya allah aku saja seperti sudah tidak sanggup apalagi diyan, aku takut ya Allah mampukah kami semua menerima kenyataan pahitmu ini?" shira terus memandang diyan hingga dia di kaget kan oleh suara diyan yang bertanya


"kamu ngga apa-apa kan ra? kamu ada yang sakit atau apa gitu" tanya Diyan terburu-buru membuat shira sadar dan langsung menghapus air matanya

__ADS_1


"astaghfirullah aku mimpi buruk yan, maaf ya udah buat kalian khawatir" ucap shira lalu menghadap ke arah farah dan frans


frans yang melihat shira baik-baik saja dia pun lega lalu dia berkata,


"ayo kita balik, sekarang udah jam 9" ucap frans lalu berdiri di ikuti oleh gavin dan satya


farah, shira dan diyan pun ikut berdiri, namun sebelum shira berdiri dia memungut jaket kakaknya yang jatuh tadi, lalu memberikannya kepada frans sambil berkata


"kayanya ini jaket kakak kan?" ucap shira memastikan


"iya ini jaket aku, makasih" balas frans lalu mengambil jaket yang di berikan shira dan memakainya


"aku yang seharusnya berterima kasih, makasih karna sudah memakaikan saya jaket kakak" balas shira lagi


mereka semua pun keluar aula itu bersama-sama,


setelah sampai di luar diyan menatap shira


"ra kamu ada bawa kacamata ngga?" tanya diyan kepada shira


"tunggu aku cek dulu" jawab shira lalu dia mulai membuka tas ranselnya dan mulai mencari kacamata nya


"owh iya aku lupa mata shira kan ngga bisa kena angin malam ya" ucap farah tiba-tiba


mendengar hal itu frans, gavin dan satya langsung menghadap ke arah farah dan shira yang sedang mengobrak-abrik tasnya lalu mereka mendengar shira berkata


"kayanya ketinggalan di tas satunya deh yan" shira berbicara dengan nada pasrah


"nih pake punyaku aja" ucap gavin sambil menyodorkan kacamata berwarna hitam yang selalu ia bawa..


selamat membaca semoga kalian suka dan terhibur sama novel yang ku buat ini...


jangan lupa like, komen dan vote ya

__ADS_1


makasih atas suport kalian


__ADS_2