Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 45


__ADS_3

farah menangis dalam pelukan shira dan Diyan,


"hiks, kalian bakal balik ke sini lagi kan? aku tau kalian sedang sedih tapi aku juga sedih di sini saat kalian tinggal, aku pasti akan kesunyian" ucap farah di sela-sela tangisnya


"untuk saat ini kami ngga tau rah, kami akan balik ke sini lagi atau tidak, karna kami belum melihat keadaan keluarga kami di sana" ucap diyan yang juga menangis,


diyan sebenarnya sangat sedih meninggalkan mereka semua, mereka sudah seperti keluarga kedua bagi diyan dan shira


"telah tertulis di lauhul Mahfudz akan setiap langkah perjalanan hidup kita. dengan siapa kita kenal, dengan siapa kita berteman, dengan siapa kita berjodoh, dan kapan ajal kita tiba. jadi ngga perlu risau akan perjalanan hidupmu, kita hanya merancang tetapi Allah SWT sebaik-baik perancang" ucap shira lalu melepaskan pelukan farah, sekarang tinggal 8 menit lagi jam delapan, shira dan diyan tak mau terlambat masuk ke dalam pesawat


sebelum diyan dan shira pergi mereka sempat berpamitan kepada satya, gavin dan frans dulu, setelah itu mereka pun pergi,


percayalah sebaik apa pun caramu berpamitan perpisahan tetaplah menyakitkan....


"ra" panggil farah sedikit berteriak karena shira dan diyan telah jauh darinya


shira dan diyan pun menoleh bersama-sama


"jangan lupa kabarin jika kalian udah sampai" teriaknya farah lagi


"maaf" ucap diyan dan shira bersamaan sambil mengatupkan tangan mereka


farah bingung mengapa shira dan diyan hanya meminta maaf saat farah meminta mereka untuk mengabarinya, apakah suaranya tak terlalu kedengaran? farah bertanya-tanya kepada dirinya sendiri


bukan hanya farah yang bingung mendengar jawaban shira dan diyan tapi tapi frans, gavin dan satya juga ikutan bingung dan berpikir keras mengapa mereka meminta maaf saat farah meminta kabar dari mereka jika telah sampai tujuan, apakah salah? mereka ber tiga tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing......


diyan dan shira telah berada di dalam pesawat, mereka duduk bersampingan


"ra kamu yakin?" tanya diyan


"in Syaa allah yan" jawab shira

__ADS_1


lalu setelah jawaban shira itu diyan pun membuka kartu dari dalam hpnya lalu di simpannya dalam dompet,. begitupun juga shira.


selama diyan dan shira di kotanya mereka tidak akan menggunakan kartu yang sering mereka pakai di kampus dan komunikasi bersama dengan farah dan yang lainnya, karna mereka tak ingin ada yang melacak nomer handphonenya. makanya saat farah meminta kabar kepada diyan dan shira saat tiba di kota mereka, shira dan diyan langsung meminta maaf karna setelah pesawat ini lepas landas mereka tidak akan ada komunikasi hingga sampai takdir mempertemukan lagi mereka semua..


setelah kurang lebih lima jam perjalanan, pesawat yang di tumpangi shira dan diyan pun telah landing dengan aman.


shira dan diyan pun turun dari pesawat lalu menuju keluar bandara itu, mereka melihat ashar dan andra yang duduk di atas motor mereka masing-masing sambil melihat ke arah pintu keluar bandara, bersamaan dengan shira dan diyan keluar dari pintu itu,


ashar dan andra pun turun dari motornya lalu menghampiri shira dan diyan, lalu mengambil koper mereka dan membawanya ke motor mereka


terlihat mata sembab ashar dan andra sepertinya mereka telah banyak menangis...


shira dan diyan tak banyak bertanya mereka hanya mengikuti ashar dan andra sampai ke motor, setelah itu mereka pun langsung melajukan motornya ke rumah


tak ada kata-kata yang keluar dari bibir Ashar dan andra mereka hanya diam seribu bahasa, dan itu membuat hati diyan semakin resah dan sakit, apalagi saat mengingat bahwa ashar adalah orang yang suka bercanda dan banyak bicara, melihat kakaknya diam-diam seperti ini membuat hati diyan ter iris iris,


andra pun juga sama, bahkan sepatah katapun tidak keluar dari bibirnya yang selalu banyak bicara apalagi kepada shira sanga adik yang sangat ia sayangi, bahkan menanyakan kabar saja tidak, entah ada apa dengan mereka...


shira sangat senang akhirnya andra oun membuka mulutnya untuk berbicara kepada shira


"Alhamdulillah kak, seperti yang kakak lihat allah masih melindungi aku" ucap shira sambil memeluk pinggang andra,


andra melepas tangan kirinya dari setir motor lalu balas memegang tangan shira yang ternyata sangat sangat dingin


"tangan Kamu dingin banyak ra" ucap Andra kaget


"mungkin karna ini udah tengah malam terus udaranya dingin bangat" ujar shira


andra pun memberhentikan motornya di samping jalan, lalu membuka jaket yang di pakainya lalu di berikan kepada shira, andra tau adiknya yang satu ini sangat tidak bisa menahan dingin, bahkan saat orang-orang di sampingnya kepanasan, dia akan merasa kedinginan.


shira bisa menahan panas matahari siang bolong atau bahkan lebih panas dari itu, tapi dia sangat tidak bisa tahan dingin

__ADS_1


"ngga usah kak, kakak kan juga pasti dingin" ucap shira kembali memberikan jaket itu kepda andra


"udah pakai aja, kakak bisa tahan dingin kamu tidak" ucapnya lagi lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka di ikuti oleh ashar dan diyan


ashar dan diyan juga berhenti saat melihat andra dan shira berhenti tadi karna mereka tepat berada di belakang Andra dan shira.


ashar masih terus diam dan tak berucap satu huruf pun, Sampai saat ia merasakan tangan hangat milik diyan yang memeluk pinggang nya dan merasakan pundak diyan yang bergetar, ashar tau diyan saat ini sedang menangis


"kamu yang tenang, kakak hanya kecapean aja hari ini,. makanya ngga terlalu banyak bicara," ucap ashar sambil balas memegang tangan diyan dengan tangan kirinya


"gimana kabar kamu? apakah kamu baik-baik saja saat di kampus kamu?" tanyanya


"Alhamdulillah aku baik-baik aja kak, dan Alhamdulillah lagi di kampus semua orang baik-baik kepda aku dan shira" jawab diyan


"Alhamdulillah kalau gitu, kakak harap kamu sabar ya kita memang sangat terpukul atas kepergian papa, mama dan adik-adik, tapi kita harus tegar dan sabar, waktu mereka beribadah kepada Allah telah usai di dunia ini. jadi kita tak boleh menangisi sesuatu yang di minta oleh allah dari diri kita. semua yang kita punya itu semata-mata hanya titipan dari Allah, kita hanya di pinjamkan saja, kadi kita tidak boleh tidak tau diri saat allah meminta kembali barang yang telah di titipkan kepada kita" ucap ashar mengelus-elus tangan diyan


"iya kak, aku akan berusaha untuk ikhlas melepas papa,.mama dan adik-adik" ucap diyan


*


*


*


*


karna aku punya waktu luang hari ini jadi aku bisa menulis dua episode.


jangan lupa like, komen, dan vote jika kalian suka sama ceritaku ini..


selamat membaca....

__ADS_1


kapan kapan lagi


__ADS_2