
tepat pukul 03.00 subuh seperti biasa Shira dan Diyan selalu bangun untuk menunaikan shalat tahajud,
keluarga Diyan dan Shira memang sangat taat kepada agama, jadi mereka sudah diajarkan perihal agama dari sejak mereka kecil
Shira dan Diyan mengambil air wudhu lalu mereka shalat bersampingan,
Shira dan diyan tidak mau mengganggu Farah yang sedang tidur, jadi mereka tidak shalat berjamaah
ya Allah ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dan dosa saudara-saudariku.
ya Allah maafkan aku tadi malam yang lalai menjaga aurat ku, mulai sekarang aku akan berusaha untuk tidak memperlihatkan auratku lagi kepada laki-laki yang bukan mahramku.
ya Allah ampunilah juga dosa Diyan, maafkan aku lagi karna telah lalai menjaga Diyan
rabbana aatina fiddunya Hasanah wa fill akhirati Hasanah waqina adzabannar
aamiin
ucap Shira berdoa dalam hati
ya Allah entah ada apa dengan Shira, namun aku meminta jika Shira sakit maka sembuhkan lah ya Allah,
ya Allah lindungilah keluargaku dan keluarga Shira yang jauh disana, dan semoga aku dan orang-orang terdekatku selalu dalam lindunganmu
aamiin
tutur Diyan berdoa dalam hati
setelah mereka berdoa mereka berzikir dan tadarus,
Farah mendengar ada yang ribut-ribut dia pun membuka matanya.
dia mendengar begitu merdunya suara Shira dan Diyan yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an
"kenapa ngga bangunin aku juga" tanya Farah dengan suara srek khas bangun tidur
Shira dan Diyan yang mendengar itu langsung menghentikan bacaannya dan menoleh kearah Farah
"maaf kami kira kamu tidak terbiasa, apakah kami mengganggu tidurmu?" tanya Shira.
Shira dan Diyan berpikir bahwa mereka akan membangunkan Farah saat Shalat subuh
"ngga kok, aku juga mau ikut dong" ucap Farah lalu turun dari tempat tidur
"yaudah kamu ambil air wudhu dulu, sekarang masih jam setengah 4, kamu masih bisa shalat" ucap Diyan
Farah pun pergi kekamar mandi dan mengambil air wudhu, setelah beberapa menit Farah pun keluar dengan wajah yang basah dengan air wudhu
"kamu keringkan wajah kamu pakai handuk itu aja" ucap Shira menunjuk handuknya
Farah lalu mengikuti perkataan Shira lalu menunaikan shalat tahajud
__ADS_1
setelah Farah shalat, Farah meminta Diyan dan Shira mengajarkannya untuk tadarus seperti mereka,
Farah dari kecil tidak diajarkan tadarus, dia hanya bisa membaca Al-qur'an dengan nada biasa-biasa saja
(tadarus itu adalah mengaji dengan melagukan ayat-ayat Al-Qur'an)
saya khawatir kalian salah paham dalam membaca ini
kamar itu langsung ramai oleh mereka yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, mereka membaca Al-qur'an sampai datang waktu subuh lalu mereka bertiga shalat berjamaah
...----------------...
Frans terlihat telah mengenakan pakaian rapi dia memakai pakaian serba berwarna navy,
tak lama kemudian terdengar suara getar hp Frans, dia melihat kearah hpnya, tertulis nama Gavin disana
dia pun langsung mengangkat teleponnya
"halo gue dengar Lo udah kembali ke ibukota" ucap Gavin saat Frans mengangkat teleponnya
"iya, gue udah kembali kerumah" ucap frans sambil mengambil jam tangan mahalnya lalu memakainya
"ayo kesini bro!!" tanya Satya
Frans yang mendengar suara Satya langsung bertanya
"kalian ada dimana?" tanya Frans
"Lo kuliah disini kan?" tanya Satya
"hmm iya" jawab Frans
"kalau gitu Lo datang kesini,. kita tunggu di kantin atas oke!!" ucap Satya
lalu mereka memutuskan sambungannya
Frans keluar dan turun kebawah, di ruang tamu hanya terlihat maminya saja karna papinya pasti sudah berangkat ke kantor
"pagi mi" sapanya menuju ke meja makan
"pagi sayang, kamu udah mau ke kampus? bukannya kamu nanti masuk setelah mahasiswa dan mahasiswi selesai MOS ya?" tanya Arisa
"iya mi Frans mau ke kampus, Frans dipanggil sama Gavin dan Satya, lagian aku juga ngga tau mau ngapain dirumah" ucap Frans memakan sarapannya.
setelah Frans sarapan dia pun mengambil kunci mobilnya lalu berpamitan kepada maminya dan melajukan mobilnya menuju kampus.
saat Frans tiba dikampus banyak kaum hawa yang menyambutnya didepan dan didalam kampus.
mereka telah mendengar bahwa pemilik kampus itu akan masuk kuliah di kampus mereka
"wah ganteng banget" ucap siswi a
__ADS_1
"iya ganteng banget, aku mau jadi pacarnya" ucap siswi b
"jangankan pacarnya simpanannya pun aku mau, untuk menjadikan kebanggan untukku" ucap siswi c
begitulah huru-hara pembicaraan siswi-siswi di kampus saat melihat Frans
Frans masuk ke dalam kampus lalu menuju ke kantin tempat dia dan kedua sahabatnya janjian
Gavin dan Satya adalah mahasiswa senior di kampus itu, mereka juga sangat populer dikampus itu
ditempat lain..
Farah, Shira , dan Diyan sedang memunguti daun-daun kering yang berjatuhan ditanah,
mereka sedang menjalankan masa orientasi mereka, jadi mau tidak mau mereka harus mengikuti kata senior-senior mereka
"pengumuman-pengunguman" ucap salah satu senior mereka sambil menepuk-nepuk tangannya
mereka semua pun berhenti memunguti dedaunan dan langsung berkumpul
"gue mau kalian mencari senior yang baru masuk dan senior yang paling terkenal disini, lalu kalian minta fotonya dan kirim ke hp saya, bagi yang bisa mendapatkannya duluan kami akan memberikan nilai plus-plus" ucap perempuan yang bernama Rena
"kak nama seniornya siapa?" tanya Diyan
"mereka ada tiga orang, yang pertama adalah Frans alvaro pemilik kampus ini dan pindahan dari new York, yang kedua adalah Gavin, dan yang ketiga adalah Satya. mereka bertiga adalah idola di kampus ini, jadi saya mau tidak ada yang gagal mendapatkan foto mereka, dan 1 lagi saya mau kalian mengambil foto yang berbeda-beda setiap muridnya" ucap Rena panjang lebar
mereka semua pun pergi mencari keberadaan ketiga orang itu
"kita mau mencari mereka dimana?" tanya Shira
"tenang aja, kan ada aku" ucap Farah
lalu dia mengambil handphone miliknya lalu melakukan panggilan
tuut ****tuut**** suara hp Farah menelpon kakaknya
"halo assalamualaikum kak, kakak ada dimana sekarang?" tanya Farah langsung pada intinya
"wa'alaikumussalam, kakak ada dikantin atas, ada apa rah?" tanya Frans
"oke!! kakak tunggu aku disitu ya dan jangan kemana-mana" ucap Farah lalu mematikan panggilan teleponnya
"ayo kita ke kantin atas" ajak Farah kepada Diyan dan Shira
"mau ngapain? kita kan harus cari dulu seniornya" ucap Diyan
"udah kalian ikut aku aja" ucap Farah lalu menggandeng tangan mereka berdua membawanya ke kantin tempat kakaknya berada
Farah dengan riangnya menuju ke kantin, sementara Diyan dan Shira hanya mengikuti Farah sambil menundukkan kepala mereka
mereka telah terbiasa berjalan sambil menundukkan kepala mereka, karna kata orang tua mereka, mereka harus selalu menundukkan pandangan mereka tidak boleh sembarang melihat...
__ADS_1