
para pencuri telah pergi saat melihat shira yang terus mengeluarkan darah di tangan dan bajunya. para pencuri itu takut jika nanti mereka melaporkan nya ke polisi, namun terlambat polisi telah datang dan menangkap mereka karna feren telah menelpon polisi sejak tadi.
para pencuri itu tak bisa berbuat apa-apa lagi, mereka hanya bisa masuk ke dalam mobil dan pergi ke kantor polisi untuk ditindaklanjuti.
shira terduduk di samping jalan, ia sangat kesakitan bahkan bibirnya telah berubah putih wajahnya pun sangat pucat, sepertinya ia telah banyak kekurangan darah.
feren mendekati Shira, ia sangat khawatir kepada shira, apalagi melihat darah yang terus berjatuhan di tanah.
feren ingin membawa shira ke rumah sakit namun shira menolaknya dengan sopan, shira bilang ia akan kembali ke rumah saja karna rumahnya sudah tak jauh dari tempat ini.
setelah mengatakan itu shira pulang sambil berlari kecil dengan darah yang masih terus berjatuhan, feren tak bisa menahannya lagi, feren hanya bisa memandang ke arah shira berlari.
memang tusukan itu tak terlalu dalam karna shira menahan pisaunya dengan tangan, namun dalam dengan tidaknya ia tetap terluka, tergores pisau sedikit saja saat memasak akan terasa sangat perih apalagi tertusuk pasti sangat menyakitkan.
setelah sampai di depan rumah shira berjalan dengan sempoyongan, bajunya yang berwarna hitam menutupi darah tusukan di perutnya tadi, tapi darah yang berjatuhan terlihat jelas sepanjang ia berjalan, sama sekali tak bisa ia tutupi walaupun ia memakai baju yang gelap
shira masuk rumah dengan keadaan setengah sadar dan terengah-engah, membuat seisi rumah menjadi kaget melihat penampilan shira sekarang ini, sinta dan Diyan berteriak histeris seperti shira akan meninggalkan mereka juga seperti orang tuanya. sedangkan andra dan ashar pun kaget dengan penampilan Shira saat ini apalagi saat melihat wajah pucat dan darah yang terus bercucuran di lantai.
andra tak bisa lagi melihatnya ia langsung mendekati shira dan menggendongnya lalu menyuruh sinta memanggil pamannya di ruang kerjanya.
ruang kerja candra kedap suara jadi bagaimana pun seisi rumah berteriak ia tak akan mendengarnya terkecuali ada seseorang yang mengetuk pintu ruang kerjanya.
setelah memanggil candra dari ruang kerja sinta kembali ke ruang tamu dimana semuanya telah berkumpul di sana, Candra pun sama kagetnya, ia membulatkan matanya melihat shira yang terus mengeluarkan darah di tangannya.
__ADS_1
candra tak bisa berkata apa-apa lagi, ia langsung mengambil alih shira dari gendongan andra lalu langsung membawanya ke mobilnya dan pergi ke rumah sakit terdekat.
setelah dokter memeriksa keadaan shira secara menyeluruh, dokter wanita itu langsung memanggil Candra, dokter itu mengira bahwa candra adalah ayah dari Shira, ia pun menceritakan semuanya dan ia berkata bahwa shira telah kehilangan banyak darah karna tusukan di perutnya yang juga lumayan dalam, dokter itu juga menanyakan apakah candra bisa mendonorkan darahnya kepada shira
betapa kagetnya candra saat mengetahui bahwa shira juga tertusuk, ia mengira bahwa hanya tangan shira yang terluka ternyata ia juga tertusuk di perut,. sebenarnya apa yang terjadi kepada keponakannya ini. candra bertanya-tanya kepada dirinya sendiri ia tak tahu penyebab shira terluka apalagi sampai tertusuk seperti ini.
"maaf saya tidak bisa dok, saya pamannya bukan ayahnya" ucap candra santai namun tegas
"ohh.. maaf pak saya pikir anda adalah ayahnya, kalau begitu apakah pasien ini memiliki saudara yang cocok dengan darahnya?" tanya dokter itu
"tidak ada, kalian carikan saja darah yang cocok dengannya saya akan bayar berapa pun itu, dan saya harap kalian para dokter bisa secepatnya menemukan pendonor darah yang cocok untuk keponakan saya" jawab candra dengan tegas, ia khawatir jika shira kelamaan mendapat pendonor darah maka keadaannya akan semakin memburuk..
dokter itu hanya mengangguk lalu berkata kepada candra,
"kami para dokter akan berusaha semaksimal mungkin untuk para pasien kami"
candra menjelaskan semua yang telah dokter jelaskan tadi namun ia tak membahas masalah donor darah, ia hanya mengatakan bahwa shira kehabisan banyak darah dokter sedang mencarikan darah yang cocok untuk Shira, ia takut jika berbicara banyak akan menimbulkan kecurigaan Diyan.
"kalian jaga shira sebentar paman akan keluar untuk menelpon" ucap candra kepada sinta dan Diyan setelah menjelaskan detail tentang shira
"iya paman" jawabnya serentak
sinta dan Diyan juga sama kagetnya dengan candra tadi, sinta dan diyan pun bertanya-tanya kepada diri sendiri, setahu mereka shira tadi bilang akan pergi ke supermarket dekat rumah tapi pas pulang dengan keadaan terluka dan tertusuk, sebenarnya shira kenapa? diyan dan sinta tak bisa berpikir positif saat ini karna sangat mengkhawatirkan keadaan shira, apalagi kata dokter shira kekurangan banyak darah.
__ADS_1
saat masih bertanya-tanya ashar dan andra juga telah tiba, tadi ashar dan andra tak bisa ikut di mobil candra karna tak muat jadi mereka hanya bisa berboncengan naik motor berdua.
"gimana keadaan ira sin?" tanya andra terengah-engah karna saat ia memasuki rumah ia berlari saking khawatir nya ia kepada shira
"udah mendingan, hanya.... kata paman ira sudah terlalu banyak mengeluarkan darah, jadi dokter harus mencari darah yang cocok dulu untuk Shira" jelas Sinta
andra tampak berpikir sejenak lalu berucap tanpa sadar karna memang ia sangat mengkhawatirkan adiknya ini
"ambil darahku aja"
bahkan saking khawatir nya andra sampai menjatuhkan air matanya ia takut hal-hal buruk akan terjadi kepada shira ia baru saja kehilangan kedua orang tuanya, ia tak mau lagi kehilangan adiknya ini
sinta langsung menyenggol lengan Andra lalu berbisik kepadanya
"kamu lupa, jika kita bisa aku juga sudah akan mendonorkan darahku untuk shira"
"owh iya, benar juga kan ada kak Andra, kak sinta juga seharusnya bisa, kenapa ngga dari tadi aja sih" tutur diyan menimpali
andra langsung teringat, ternyata ia dan shira bukan saudara kandung, mengapa ia begitu ceroboh, ia harus menjawab apa kepada diyan sekarang ini.
"sinta dan andra belakangan ini terlalu kelelahan, jika mendonorkan darahnya kepada shira berbahaya juga untuk kesehatan mereka, apa gunanya sembuh satu namun sakit satu, buka kah gali lubang tutup lubang?" balas ashar membuat sinta dan Andra Kemabli bernafas lega.
untung kali ini ada Ashar, jika tidak Andra tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
__ADS_1
diantara keluarga ashar dan andra memang hanya diyan dan shira yang tidak tahu bahwa shira itu bukan saudara kandung andra karna kedua keluarga telah berjanji tak akan mengungkit masalah ini sampai kapanpun.
*flashback off*