
frans dan gavin sekarang masih bingung apa yang harus dilakukannya kepada shira dan diyan, karna farah telah tidur, dan mengunci kamarnya
frans lalu menoleh ke arah sofa, dimana shira dan diyan dibaringkan di sana, ada satu yang tertidur dengan lelapnya, ada juga yang pingsan dan masih belum sadarkan diri, lalu setelah menoleh ke arah shira dan diyan, frans pun kembali menatap gavin meminta saran
"gimana kalau kita bawa mereka ke kamar tamu aja" ucap gavin mengusulkan
"ngga bisa, itu akan menyusahkan mereka jika mereka bangun, karna mereka pasti akan kebingungan, sebab tak ada yang mereka kenali" ucap frans menolak usulan dari gavin
"jadi gimana?" tanya gavin
"atau kita bawa aja mereka ke kamar gue, dan kita tidur di sofa di luar kamar gue, dan juga jika mereka keluar kamar, kita kan pasti tau" jawab gavin
gavin memang akan bermalam di rumah frans, karna ini sudah sangat malam,. gavin juga sedikit kelelahan akibat pertengkarannya dengan para preman itu
"oke, ayo kita bawa mereka ke atas" ucap gavin setuju
mereka berdua langsung pergi ke arah sofa tempat diyan dan shira di baringkan untuk sementara,
frans pun menggendong shira, begitupun dengan gavin, dia juga menggendong diyan, lalu membawanya ke lantai dua dimana kamar Frans berada
saat sampai di depan kamar, frans terlihat bingung membuka pintu kamar, karna sedang menggendong shira, frans ingin memiringkan badannya agar dia bisa membuka pintu memakai sikutnya, namun di urungkannya karena takut kepala shira akan terkena pintu kamar itu
"gimana vin" tanya frans kepada gavin,
"yaudah gue baringin diyan di situ dulu" jawab gavin lalu dia pergi menuju sofa yang dekat dengan pintu kamar frans, lalu setelah itu membukakan pintu kamar agar frans bisa masuk, setelah masuk frans langsung membaringkan tubuh shira dengan sangat hati-hati, begitupun dengan gavin, dia juga sangat hati-hati membaringkan tubuh Diyan, karna gavin takut diyan akan membuka matanya seperti di garasi tadi dan membuat gavin gemetar bukan main...
setelah membaringkan shira dan diyan, frans lalu pergi menuju ke almari bajunya, lalu mengambil dua pasang baju tidur untuknya dan untuk gavin, pakaian mereka sedikit lusuh dan kotor akibat berantem tadi,
setelah itu mereka pun masuk mengganti pakaian mereka satu persatu di dalam kamar mandi, lalu mereka keluar kamar dan tidak menutup rapat kamar itu, agar mereka bisa mendengar shira dan diyan jika mereka telah bangun
frans dan gavin lalu merebahkan tubuhnya di sofa yang lumayan luas, yah bisa untuk mereka berdua pakai tidur dengan nyaman, walaupun kaki mereka harus di naikan ke atas meja...
tepat pukul tiga shira menerjapkan sedikit sedikit matanya, lalu shira mulai mengamati kamar itu,
__ADS_1
shira mengamati semua interior kamar itu, sangat luas dan juga mewah, shira juga melihat ada jam dinding yang sangat besar tergantung di atas, samar-samar dia melihat sekarang pukul tiga dini hari,
karna merasa sangat asing dengan kamar itu, shira pun langsung melihat pakaiannya dan melihat sekeliling, dia sangat lega saat melihat diyan ternyata tidur di sampingnya, lalu sedikit-sedikit shira pun membangunkan diyan dengan lembut sambil menggoyang-goyangkan badan diyan
"yan, yan, yan bangun yan" ucap shira dengan suara yang sangat sangat kecil
karna merasa ada yang menggoyang goyangkan badannya diyan sedikit-sedikit membuka matanya dan melihat siapa yang membanggakannya,
"ehh udah jam berapa ra" tanya diyan segera bangun duduk sambil mengucek sedikit matanya
"jam tiga, yan kita di rumah siapa? kok aku baru lihat?" tanya shira setelah menjawab pertanyaan shira
diyan pun langsung melihat sekeliling kamar yang luas itu,
"hmmm kalau ngga salah sepertinya ini rumah kak frans dan farah deh, karna seingatku tadi malam kata kak frans akan membawa kita bermalam di rumahnya" jawab diyan mengingat-ingat percakapannya tadi malam bersama dengan frans dan gavin
"owh gitu ya, terus gimana kita shalatnya sekarang, ini udah jam tiga dan kita belum mandi lagi" ucap shira cemas melewatkan shalat tahajjud yang tak pernah ia tinggalkan selama ini
shira dan diyan pun mulai turun dari tempat tidur empuk itu, namun karna shira semalam telah menghabiskan banyak tenaga, jadi saat dia ingin turun dari tempat tidur, dan ingin berdiri shira langsung oleng dan lemas tak bertenaga, seketika shira pun jatuh,
karna terlalu panik melihat shira yang jatuh diyan pun langsung pergi mendekati shira dan tak sengaja menyenggol barang di atas nakas hingga terjatuh dan membuat bunyi yang lumayan besar hingga terdengar keluar kamar
"aduh ra, kamu ngga apa-apa kan?" tanya diyan panik karna terlalu panik diyan tidak menyadari ada yang mendekat ke arah dengan wajah yang masih ngantuk dan khawatir
"kalian kenapa?" ucap gavin dan frans lantang dengan nada khawatir membuat diyan dan shira yang sedang duduk kaget akan kehadiran mereka
"Astaghfirullah" ucap mereka bersamaan sambil mengelus-elus dada mereka
"aish bukannya jawab Malah kaget seperti melihat setan", ucap gavin melihat raut wajah shira dan diyan yang kaget akibat pertanyaan frans
"hmmm aku sih ngga papa, tapi shira, pas tadi dia ingin turun dan berdiri dia langsung jatuh, karna aku terlalu khawatir jadi aku langsung lari menghampirinya dan taj sengaja aku menjatuhkan barang kak frans, maaf ya kak" ucap diyan menjelaskan lalu menunduk karena merasa bersalah
"udah masalah barang kamu ngga usah pikirin, sekarang yang penting adalah keadaan shira" ucap frans
__ADS_1
"aku ngga apa-apa kok, hanya sedikit lemas seperti tak bertenaga " ucap shira menenangkan mereka semua
"benaran kamu ngga apa-apa?" tanya frans lagi memastikan, lalu berjongkok melihat shira,
sedangkan gavin sekarang telah duduk di pinggir kasur tepat di belakang punggung diyan
"iya aku ngga apa-apa, mungkin hanya.." ucap shira menggantung ucapannya
"hanya apa, bilang yang jelas Jangan buat kami penasaran" ucap frans
"hmmm sepertinya aku lapar kak" ucap shira kemudian menundukkan kepalanya seperti Diyan karna malu, bahkan wajah shira sekarang telah merah seperti tomat
frans dan gavin melihat mereka berdua sama-sama menunduk pun langsung menyinggung kan senyuman mereka
"astaga kalian lapar? kenapa ngga bilang dari tadi sih? dan kenapa juga kalian harus malu-malu seperti ini" ucap gavin masih senantiasa dengan senyumnya
"eh kok kalian kak, aku kan ngga bilang kalau aku lapar" sanggah Diyan,. walaupun Diyan memang lapar tapi tadi diyan tidak berbicara bahwa dia itu lapar
"iya iya, ya sudah kalian tunggu di sini, kakak akan membuatkan kalian makanan" ucap frans ingin berdiri namun di tahan oleh Diyan
"gimana kalau kakak temani shira aja, nanti aku yang masak" ucap diyan menawarkan diri
"hmm boleh tapi.... emang kamu tau seluk beluk rumah saya ini" ucap frans, karna memang rumah frans sangat luas, jadi itu pasti akan membuat diyan bingung
"nanti aku aja yang nemanin" ucap gavin lalu di angguki oleh frans
diyan dan gavin turun ke bawah untuk memasak, sedangkan frans dan shira masih di bawah tempat tidur
"sini biar aku bantuin kamu naik ke atas" ucap frans lalu ingin menyentuh tangan shira agar lebih memudahkannya untuk memindahkan shira ke atas ranjang, namun langsung di tolak secara halus oleh shira
"hmmm aku bisa sendiri kok kak" ucap shira lalu berusaha naik ke atas ranjang tanpa bantuan Frans,
walaupun shira sangat kesusahan berdiri namun dipaksakannya, karna shira tak mau bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahramnya
__ADS_1