Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 71


__ADS_3

"kalian kok cepat banget sih mu pulangnya, padahal aku udah rencana kita akan jalan jalan hari ini, itung itung buat nelepas rindu kita juga kan lama banget ngga jalan jalan bersama" tutur farah dengan nada sedikit tak terima


"maaf ya, jemputan kami telah datang dan sekarang dia menunggu kami di gerbang, jadi kami harus pulang skarang" ucap shira dengan rasa bersalah, ia juga sebenarnya ingin pergi bersama dengan mereka namun adanya ncaman seperti sekrang ini diyan dan shira hanya bisa mengikuti apa kata kakak da pamannya


mendengar kata shira barusan farah, frans, gavin, dan satya langsung kaget, jemputan? apakah shira sudah tak tinggal di asrama lagi? pikir mereka serentak


"apakah kalian..... sudah tak tinggal di asrama lagi?" tanya gavin serentak dengan satya dan farah


shira dan diyan tersenyum lalu menjawab pertanyaan serentak itu


"setelah kami datang kembali ke sini paman kami meminta kami untuk tidak tinggal lagi di asrama karena paman kami punya rumah di ibukota j ini" ucap diyan menjelaskan kepada mereka semua


semuanya semakin curiga kepada shira dan diyaan, karena setelah keduanya kembali ke ibukota ini mereka seperti bukan shira dan diyan yang mereka kenal dulu


"alamat kalian dimana?" tanya gavin dengan penuh rasa ingin tahu


diyan dan shira tak tahu harus menjawab apa, jika mereka menjawab bahwa mereka tak bisa membaritahu farah pasti akan menanyakan alasannya mengapa shira dan diyan tak bisa memberitahukan alamat rumahnya.


saat shira dan diyan masih daam kebingungan untuk menjawab apa, di saat itu juga paman candra menelpon di hp shira, setelah melihat nama paman candra di layar hpnya shira pun segera mengangkat panggilan telepon itu agar ia dan diyan selamat dari pertanyaan gavin barusan


"hala assalamu'alaikum paman" ucap shira memberi salam kepada pamaannya


"wa'alaikumussalam apakah kalian masih lama?" tanya candra


"maaf jika sudah membuat paman menunggu lama, kami baru saja selesai shalat, kami akan segera ke situ" jawab shira lalu keduanya mematikan panggilan telepon itu dengan salam

__ADS_1


"sekali lagi maaf ya semua kami sangat terburu buru karena paman kami sedang menunggu, sampai jumpa besok in syaa allah" pamit shira kepada semuanya


mereka tak berkata apa apa lagi, semuanya hanya melihat kepergian shira dan diyan


"diyan... shira" panggil farah saat diyan dan shira belum jauh dari pandangannya


shira dan diyan menoleh, lalu keduanya melihat farah yang di ikuti oleh gavin, satya dan frans menuju ke arahnya.


"aku ikut, aku akan pergi bersama kalian sampai gerbang kampus karena setelah ini kami juga akan langsung pulang" ucap farah lalu mengajak krduanya untuk pergi ke depan gerbang


"terus mereka?" tanya diyan melihat ke arah mereka frans


"owh aku akan menunggu kak frans di depan karenn kami akan pergi ke restorannya untuk mengecek perkembangan karenna bulan bulan kemarin kami sangat jaranng ke sana" jelas farah


"owh iya... mereka semua apa kabar?" tanya shira


ketiganya telah sampai di gerbang kampus shira langsung menoleh ke samping seketika ia langsung melihat mobil pamannya yang biaa di pakainya jika pergi bekerja atau hal lainnya, mobil pamannya memang banyak namun mobil ini adalah mobil faforit nya.


"paman kalian dimana?" tanya farah karena tak melihat apa apa


"itu yang sana" ucap diyan sambil menunjuk mobil samping gerbang, " ya sudah kami pulang duluan ya, maaf karena tak bisa pergi bersama kalian hari ini" tambah diyan lalu pergi bersama shira ke arah mobil sang paman


farah hanya mengangguk ia hanya mengangguk anggukan kepalanya karena masih terkejut, sebenarnya ia sudah melihat mobil roll rolcs itu namun ia tak tahu jika mobil itu adalah mobil paman shira dan diyan.


farah masih belum percaya, namun setelah nelihat dengan matanya sendiri shira dan diyan masuk di mabil roll rolcs itu ia pun langsung percaya.

__ADS_1


mobil roll rolch itu adalah mobil limeted edition yang hanya ada 5 atau 6 di dunia, sebenarnya siapa paman shira ini? jika pamannya memakai mobil mahal seperti ini berarti shira bukan orang yang kurang mampu, namun mengapa keduanya mengambil beasiswa? apakah diyaan dan shira sepeti dirinya juga? apalagi saat mengetahui dari frans bahwa shira dan diyan menyembunyikan idenditasnya.


saat masih bertanya taanya dengan pikiraannya sendiri farah di kagetkan oleh klason yang di bunyikan oleh kakaknya, saat itu juga kesadaran farah kembali dan menoleh ke samping, rupnya kakaknya telah sampai farah langsung membuka pintu depan mobil itu lalu masuk ke dalam


melihat adiknya tadi melamun di tengah jalan frans sangat heran, biasanya adiknya ini sangat fokus namun mengapa sekarang ia melamun apalagi di tengah jalan


"kamu tadi kenapa melamun?" tanya frans sambil menjalankan mobilnya dengan pelan meninggalkan kampus menuju ke restoran.


gavin dan satya tak ikut karna mereka langsung pergi ke perusahaan ayah mereka masing masing.


bukannya menjawab pertanyaan kakaknya farah malah balik bertaanya


"kak, apakah kakak benaran tak bisa mencari tahu identitas shira daan diyan? apakah kakak sudah menyuruh asisten kakak untuk mencari tahu?"


frans seketika semakin heran dengan pertanyaan farah, dari dulu farah tak pernah bertanya tentang identitas shira dan diyan, dulu frans memberitahunya karena frans mengira farah mungkin sudah tahu namun ternyata farah tak tahu dan dulu farah juga tak begitu tertarik tentang identitas shira dan diyan, ia inagat betul kata kata farah saat ia memberitahukan bhwa ia tak bisa mencari tahu identitas shira dan diyan "mereka adalah sahabat terbaikku, terlepaas identitas meereka seperti apa pun itu tak peduli" begitulah jawaban farah, tapi sekarang farah begitu tertarik dengan identiras shira adan diyan


"ngga, kakak juga sudah menyuruh asisten kakak namun ika tak bisa menemukan apa apa selain nama merek dan nama orangtuanya" jawab frans


"kamu bahkan belum menjawab pertanyaan kakak, kenapa kamu melamun tadi?" tambahnya lagi


"aku ngga melamun kok aku hanya terlaalu fokus hingga tak bisa mendengar suara mobil kakak yang mendekaat" jawab farah sekenanya saambil berpikir harus ia memberitaahu perihal mobil roll rolcs milik paman shira dan diyan?


"terlalu fokus? kamu tahu kan rah kakak paling tak suka jika orang berbohong kepada kakak!" ucap frans dengan sedikit dingin dan mengintimidasi


farah langsung takut, jika kakaknya dengan mode serius seperti ini siapapun tak berani mengelaknya bahkan sekalipun itu adalah saatya atau gavin

__ADS_1


"sebenarnya tadi aku melihat shira dan diyan di jemput oleh pamannya, namun yang membuat aku bingung adalah mobil paman shira dan diyan itu aalah mobil roll rolcs yang hanya ada 5 atau 6 di dunia" jelas farah mengeluarkan semua pikirannya


__ADS_2