
rena, yura dan laura kini telah duduk makan di kantin kampus sambil bercerita ria karna shira dan diyan telah tiada di kampus ini. mereka tertawa dengan puasnya sambil memakan makanan mereka.
namun tawa itu tak lama, saat mereka sedang makan ada panggilan dari ruang dekan untuk mereka bertiga.
Rena, Yura, dan Laura sangat bingung mendapat panggilan tiba-tiba dari pak dekan.
mereka pun langsung menghabiskan makanannya lalu pergi ke ruang dekan.
saat mereka telah tiba di depan ruang dekan, Rena langsung mengetok pintunya, pak Harto mempersilahkan mereka bertiga masuk dan duduk di sofa dalam ruangan itu.
"ada apa pak?, kenapa bapak manggil kita di sini?" tanya Rena saat sudah duduk
"begini, ada saya mau sampaikan kepada kalian bertiga..." pak Harto berucap dengan sungkan.
pak Harto memang sedikit sungkan kepada Rena karna Rena adalah salah satu anak pengusaha sukses di ibukota J ini, namun karna ini adalah permintaan dari frans anak dari pemilik kampus, jadi pak Harto tak bisa menolaknya.
Rena, Yura dan Laura menatap pak Harto dengan bingung,
"sebenarnya apa yang ingin bapak sampaikan kepada kita?" tanya yura dengan penasaran
"hmm dengan berat hati saya sampaikan bahwa kalian sudah tak bisa kuliah di kampus ini lagi karna kalian telah saya keluarkan saat ini juga" jawab pak Harto dengan tak enak hati kepada Rena
Rena langsung berdiri saat mendengar ucapan pak Harto barusan
"maksud bapak apaan? kenapa kami di keluarkan dari kampus?" tanya Rena tak terima
"ini bukan kemauan saya, ini adalah kemauan dari anak pemilik kampus ini, jika kalian mau protes, protes ke anak pemilik kampus ini jangan kepada bapak" jawab pak Harto seadanya
__ADS_1
"sekarang kalian keluar dari ruangan saya, karna urusan saya telah selesai dengan kalian" sambungnya
Rena, Yura, dan Laura keluar dari ruangan itu dengan wajah sedih marah dan jengkel
"pokoknya kita harus cari frans atau farah sekarang juga, gue ngga mau keluar dari kampus ini" ucap yura
"ini semua gara-gara kalian tau ngga, coba aja kita ngga gangguin shira, dan Diyan pasti frans ngga akan marah dan mengeluarkan kita dari kampus ini, apalagi dulu kita pernah gangguin adiknya si Farah" ujar laura panik menyalahkan Rena dan Yura
"jadi lo nyalahin kita gitu?" tanya yura dengan tidak terima saat di salahkan oleh laura
"ingat ya bukan hanya kita aja yang gangguin mereka, tapi lo juga ikut gangguin mereka" sambungnya lagi
"udah deh mending sekarang itu kita cari jalan keluar biar kita itu ngga di keluarin dari kampus ini, bukan malah bertengkar" tutur Rena melerai Yura dan Laura
mereka bertiga langsung pergi mencari Frans atau Farah di kantin, namun saat tiba di kantin mereka tak melihat frans ataupun farah, bahkan gavin dan satya pun tak ada
"mereka kemana? kok ngga ada ini kan jam istirahat jadi seharusnya mereka ada di sini" ucap Rena saat melihat sekeliling dan tak melihat salah satu dari mereka ber empat
"apa!!!!" ucap mereka bertiga serentak
lalu telpon itu oun terputus dengan sendirinya
"kok bisa gini sih," ucap laura mulai menangis
"perusahaan papa kalian juga bangkrut?" tanya Rena di jawab anggukkan oleh Yura dan Laura
"perusahaan papa lo juga?" tanya balik Yura
__ADS_1
"iya" jawab Rena
"terus kita harus gimana dong, kalian juga sih kan gue udah bilang kita itu harus cari tahu dulu tentang siapa sebenarnya alexa itu, tapi kalian ngga percaya sama gue dan kalian malah selalu anggap ucapan gue itu angin lewat" ucap Laura menyalahkan yura dan Rena
"lo ngapain bawa bawa nama alexa, udah jelas ini ngga ada hubungannya sama Alexa, ini pasti Frans yang telah membuat perusahaan papa kita bangkrut" balas yura
"mana mungkin alexa bisa menghancurkan perusahaan ayah kita sementara orang tuanya telah meninggal, alexa kan pulang karna orang tuanya meninggal" sambung yura
"ngga mungkin, lo tau perusahaan papa gue itu kan cukup terkenal di ibukota ini, ngga mungkin secepat itu perusahaan ayah frans menjatuhkan perusahaan papaku karna tadi pagi aja papa dan mama aku itu ngga ada bilang-bilang bahwa perusahaan mereka bermasalah, dan ini itu masih siang, ngga mungkin secepat itu" ujar Rena
"atau mungkin alexa itu adalah anak dari pengusaha ternama se Amerika, mungkin alexa hanya berbohong saja bahwa dia itu pulang kampung karna orang tuanya meninggal, mungkin saja dia pulang untuk balas dendam ke kita dengan cara menghancurkan semua perusahaan papa kita" sambung Rena dengan panik nya
"jadi gimana dong, gue ngga mau keluar dari kampus ini dan gue juga ngga mau jatuh miskin" ucap yura histeris hingga ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang menatap mereka dengan tatapan kasihan.
berita tentang kebangkrutan perusahaan papa Rena yang cukup terkenal itu sudah tersebar luas, walaupun perusahaan ayah yura dan Laura tak seterkenal perusahaan papa Rena, namun perusahaan papa mereka juga masuk dalam berita terbaru siang ini. bahkan para mahasiswa dan mahasiswi sebagian telah melihatnya.
"ngapain kalian natap kita kaya gitu? kalian merasa kasian ha" ucap yura dengan marah saat menyadari para mahasiswa yang menatapnya dengan tatapan kasian bahkan ada juga yang tersenyum melihat mereka
"udah mending kita pulang dulu" ucap Rena
mereka bertiga pun langsung pulang, namun saat berada di tempat parkir mereka di kagetkan dengan beberapa orang yang sedang berusaha menderek mobil Rena
"kalian mau ngapain ha? lepaskan mobil saya atau saya akan laporkan kalian ke polisi!!" ucap Rena dengan marah dan meninggikan suaranya saat melihat mobilnya yang di derek paksa sambil berjalan menuju orang-orang tersebut
"owh bagus deh kalau ini mobil Anda, sekarang berikan saya kuncinya biar kami tak bersusah payah untuk menderek mobil ini" ucap salah satu dari mereka
"ma... maksud kalian apa?" tanya rena gugup
__ADS_1
"mobil ini sudah bukan milik anda lagi karna mobil ini sudah kami sita, karna orang tua anda punya banyak hutang, bahkan rumah anda juga sudah kami sita" jawab salah satu dari orang tersebut lagi
Rena yang mendengar itu langsung terduduk di tanah lalu menangis, Yura dan Laura pun menenangkan Rena lalu mereka pun memesan taksi dan pulang ke rumah mereka masing-masing, saat dalam perjalanan rena terus saja menangis mengingat kembali ucapkan orang yang ingin menderek mobilnya tadi, rena menangis sambil menyesali perbuatannya selama ini kepada mahasiswa dan mahasiswi di kampus termasuk alexa dan diyan. begitupun dengan yura dan Laura selama dalam perjalanan mereka juga menangis memikirkan apa yang akan terjadi kepada mereka saat sampai di rumah nanti