Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 72


__ADS_3

"kak lampu merah" ucap frans karena melihat lampu merah namun frans tak memelankan laju mobilnya


frans tersadar dan langsung menginjak rem mendadak mengakibatkan ia dan farah terjungkal ke depan, frans pun langsung melindungi kepala farah yang akan terbentur depan mobil dengan memakai tangannya yang kokoh.


"kamu ngga apa apa kan?" tanya frans khawatir sambil memperhatikan wajah farah


farah menjawab dengan anggukan


"maaf ya, kakak ngga fokus karena memikirkan perkataan mu tadi, jujur saja aku selalu merasa bahwa shira dan diyan menyembunyikan sesuatu rahasia yang sangat besar" jelas frans


walaupun frans tak banyak bicara, namun frans selalu memerhatikan gerak gerik shira, saat di kampus hari ini frans merasa ada yang di sembunyikan oleh shira dan diyan, apalagi shira dan diyan tadi mengelak saat di tanya dimana alamat mereka


"aku juga merasa gitu sih kak sepertinya shira punya satu rahasia yang tak bisa ia katakan kepada kita, dan aku itu paling curiga sama shira, kakak lihat walaupun aku tak percaya namun dalam hati selalu berpikir bahwa shira dan murid baru yang bernama alex itu sangatlah mirip, apalagi saat melihat mata keduanya yang sama sama berwarna biru, mungkin dalam kampus ini hanya mereka berdua yang matanya berwarna biru" tutur farah mengeluarkan unek unek yang ada dalam pikirannya seja masih di kampus


"tapi aku yakin suatu saat nanti shira akan menceritakan semua masalahnya kepda kita semua jika waktunya tepat" tambahnya lagi dengan sangat yakin


"yang kamu bilang benar, mungkin shira dan diyan punya masalah keluarga yang tak bisa mereka katakan kepada kita semua" balas frans tanpa mengucapkan semua kecurigaannya.


.............................


sementara itu shira dan diyan telah tiba di perusahaan milik candra


"ini perusahaan milik paman?" tanya shira dengan nada sedikit tidak percaya

__ADS_1


"iya, ada apa?" jawab candra tersenyum


"ngga paman, aku hanya tak menyangka bahwa perusahaan milik paman itu sangat besar seperti ini" tutur shira di barengi anggukan oleh diyan karena membenarkan ucapan shira barusan sembari melihat nama perusahaan itu "candrana group" perusahaan ini juga adalah tempat kakak keduanya kerja


"alhamdulillah, allah memberi paman rezeki untuk membangun perusahaan paman ini" balas candra tersenyum lembut


"jika kalian bosan atau tak ingin masuk ke dalam perusahaan kakak kalian bisa pergi ke tempat kerja sinta di sana" ucap candra sembari menunjuk ke arah tempat kerja sinta yang berada tepat di samping perusahaan miliknya


"benarkah? bolehkah kami ke tempat kerja kak sinta? apakah tidak membuat mereka di tegur oleh bos di tempat mereka kerja?" tanya shira antusias


"kalian bilang saja bahwa kalian adik sinta jika mereka mempermasalahkan itu kalian bilang saja bahwa kalian dari perusahaan paman" tutur candra


"baiklah paman, kami ke tempat kerja kak sinta dulu, setelah dari sana kami akan ke tempat kerja paman" ucap diyan tersenyum dengan penuh semangat


shira dan diyan masih memandang perusahaan candrana group, keduanya berpikir kira kira berapa lantai kantor ini?


setelah lama berpikir akhirnya keduanya pergi ke tempat kerja sinta yang ada di samping kantor itu,


setelah tiba di toko roti tempat kerja sinta shira dan diyan kembali terkagum oleh bangunan yang besar dan luas, perkiraan shira dan diyan toko roti ini hanya toko roti biasa saja karena saat di lihat dari samping bangunan ini terlihat sangat biasa, tapi keduanya ternyata salah mengira jika di lihat dari depan toko ini seperti toko roti sekaligus pabrik rotinya.


pantas aja paman tadi bilang "jika mereka mempermasalahkan bilang saja kalian dari perusahaan paman" ternyata toko ini sangat besar.


tak lama kemudian shira dan masuk ke dalam toko itu, saat shira dan diyan melihat ada beberapa penjaga di depan toko itu.

__ADS_1


setibanya di dalam toko keduanya di sambut dengan ramah oleh penjaga yang ada di dalam.


"selamat datang di toko all bakery kami, seperti namanya toko kami ini menjual semua jenis roti yang ada di ibukota j ini" ucap penjaga toko itu dengan ramah


shira dan diyan membalasnya dengan tersenyum, sekitar tak jauh tempat mereka berdiri shira dan diyan melihat sinta yang sedang melayani pelayan lain


"sebelumnya maaf karena telah mengganggu kalian bekerja, kami datang ke sini untuk membeli roti, tetapi untuk bertemu dengan kakak kami yang bernama sinta" jelas diyan dengan sopan


mendengar nama sinta itu langsung tambah sopan kepada diyan dan shira, sinta adalah pekerja yang dengan khusus bos mereka bawa ke sini jadi mereka sangat segan dan sangat sopan kepada sinta, apalagi saat melihat sinta terkadang akan di jemput oleh bos besar mereka


melihat pelayan itu tak bersuara apa apa shira dan diyan sedikit panik, keduanya berpikir mungkin saja mereka tidak akan di izinkan untuk bertemu dengan sinta


"kami dari perusahaan paman candra yang bernama candrana group, paman kami menyuruh kami untuk bertemu dengan kak sinta" ucap diyan menjelaskan dengan sangat rinci, diyan bukannya ingin sombong atau semacamnya, ia hanya dia dan shira akan tiba tiba di usir oleh para pelayan dalam toko ini


pelayan itu membulatkan matanya penuh saat mendengar nama bosnya dengan sangat akrab bahkan memanggilnya dengan panggilan paman.


"baik silahkan kalian berdua ikut saya, maaf karena telah membuat kalian bingung dengan sikapku barusan" ucap pelayan tadi


"tidak masalah, seharusnya kami yang meminta maaf karena telah mengganggu kerja kalian" balas shira sopan


"kami tak akan berani menyebut kalian sebagai pengganggu justru kami sangat bersyukur kalian telah datang di toko roti ini" ucap pelayan lagi


"silahkan..." ucapnya mempersilahkan shira dan diyan duduk lalu pelayan itu pergi untuk memanggil sinta

__ADS_1


__ADS_2