Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
bab 4.


__ADS_3

keesokan harinya Shira dan Diyan telah bersiap-siap


Shira menenteng 1 koper hitam lumayan besar dan tas ransel miliknya.


sedangkan Diyan juga menenteng 1 koper lumayan besar dan tas ransel


mereka memakai baju gamis berwarna hitam dan jilbab berwarna coklat susu.


mereka sengaja memakai baju senada,


sudah ada 1 mobil yang mereka sewa untuk mengantar Shira dan Diyan ke bandara


keluarga Diyan dan keluarga Shira sudah berkumpul didepan rumah Shira,.


tampak semuanya memasang raut wajah sedih,


orang tua Shira dan Diyan tidak ikut mengantar sampai ke bandara hanya saudara-saudara mereka saja yang mengantar


"kamu jaga diri baik-baik, di sana itu ibukota tidak sama seperti disini yang hanya kota kecil saja.


jangan lupa selalu berdoa dan bersyukur" ucap abinya memberi nasehat sambil memeluk Shira dan mencium dahinya dengan penuh kasih sayang


"pokoknya kalau ada apa-apa langsung telpon umi sama Abi jangan sampai ada yang kamu sembunyikan dari umi sama Abi setelah kamu tiba di sana,


dan setelah kamu sampai di ibukota jangan lupa untuk menelpon disini" ucap uminya dengan berderai air mata lalu dia juga memeluk dan mencium pipi kiri dan pipi kanan Shira


Shira juga ikut menangis saat melihat uminya menangis,


para kakak-kakak Shira juga sedih dan meneteskan air mata.


"Diyan kamu juga jangan lupa untuk sering-sering telpon disini setelah kamu sampai di sana,


pokoknya apapun yang terjadi kamu harus selalu bersama dengan Shira" ucap papa Diyan


"in syaa Allah aku akan selalu bersama Shira pah, dan aku juga akan sering menelpon papa dan mama disini" ucap Diyan memeluk papanya dan mamanya itu


setelah itu mereka pun masuk kedalam mobil dan langsung menuju ke bandara


selang 1 jam mereka pun sampai di bandara, lalu mereka pun masuk dan duduk di kursi tunggu


tak lama kemudian terdengar pemberitahuan agar semua penumpang masuk kedalam pesawat


Shira dan Diyan langsung berdiri. kakak Shira dan kakak Diyan pun ikut berdiri


setelah itu Sinta mencium pipi kiri dan pipi kanan Shira lalu berkata


"Ra kamu hati-hati ya di sana, di sana kota keras jadi kalian harus selalu hati-hati" ucap Sinta memeluk Shira dengan meneteskan air mata


"iya kak" ucap Shira membalas memeluk Sinta


setelah itu Andra pun memeluk dan mencium kening Shira


"Yan, kamu jangan lupa untuk selalu kasih kabar dirumah, dan selalu hati-hati di sana" ucap kakak Diyan memeluk diyan


"iya kak" ucap Diyan membalas memeluk kakaknya

__ADS_1


"Ra titip Diyan, dan kalian hati-hati ya di sana dan jangan lupa hubungi kami jika kalian sudah tiba di ibukota" ucap kakak Diyan melepas pelukan Diyan lalu menatap Shira


"in Syaa allah kak" ucap Shira


lalu Shira dan diyan pun masuk kedalam pesawat


setelah melihat Shira dan Diyan masuk, kakak Diyan dan kakak Shira pun langsung pulang ke rumah mereka


...----------------...


setelah beberapa jam perjalanan Diyan dan Shira pun sampai di ibukota


mereka pun keluar dari bandara sambil berbincang-bincang


"jadi kita akan nginap dimana entar malam Ra?" tanya Diyan


"tunggu ya aku cari kontrakan yang murah dulu buat kita pakai malam ini" ucap Shira


"jadi kamu ada pegang uang berapa disitu?" tanya Diyan lagi


"aku ngga pegang banyak uang, soalnya tadi malam aku hanya menarik sedikit, dan separuhnya masih ada di ATM" jawab Shira


"oke dapat" ucap Shira setelah mendapatkan kontrakan seharga 300 rb di internet


"udah dapat kontrakannya?" tanya Diyan


"iya, ngga jauh dari kampus kita,


ayo kita cari taksi" ucap Shira


setelah mendapat taksi mereka pun naik dan langsung menuju ke kontrakan yang mereka lihat di internet tadi


setelah 30 menit perjalanan mereka pun sampai di kontrakan itu,


mereka pun membayar pak supir lalu mereka keluar dari taksi.


untuk malam ini mereka harus tidur dikontrakkan dulu, karna mereka belum lulus uji coba jadi mereka belum bisa memasuki asrama


saat Shira dan Diyan turun dari mobil sudah ada 1 orang perempuan paruh baya dan anak laki-laki seumuran mereka tampak sedang menunggu seseorang


Shira dan Diyan berpikir mungkin mereka adalah pemilik kontrakan itu, mereka pun pergi menghampirinya


"selamat siang apakah ibu pemilik kontrakan ini?" tanya Shira sambil tersenyum


laki-laki yang di samping wanita paruh baya itu terus menatap Shira,


Shira yang ditatap langsung tidak enak dan menundukkan kepalanya


"owh iya benar saya pemilik kontrakan ini, saya sedang menunggu kalian" ucap ibu itu


"kenalkan ini anak saya namanya alan" sambungnya memperkenalkan alan


Diyan dan Shira hanya tertawa canggung lalu Diyan membuka suara


"jadi berapa yang harus kami bayar Bu?" tanya Diyan

__ADS_1


"buat kalian berdua 300 ribu aja 1 bulan" jawab ibu itu


"kami boleh tidak bayar sampai batas waktu seminggu saja?


karna kami disini tidak lama" ucap Shira


"owh boleh, yaudah bayar 100 rb aja" ucap ibu itu


Shira pun langsung memberikan 1 lembar uang 100


"terima kasih Bu" ucap Shira dan Diyan bersamaan


mereka pun masuk kedalam kontrakan itu, lalu mereka istrahat sebentar lalu mandi dan shalat bersama.


setelah mereka shalat mereka pun mengambil hp mereka lalu menelpon keluarga masing-masing untuk memberitahu bahwa mereka sudah tiba di ibukota.


saat mereka selesai menelpon adzan ashar telah berbunyi, mereka pun shalat bersama.


setelah shalat dan tadarus sebentar Shira dan Diyan merasa lapar, mereka pun keluar kontrakan untuk mencari makan


"Ra makan apa?" tanya Diyan


"ngga tau juga, kita cari aja dulu warung makannya, entah apapun yang mereka jual yang penting halal kita makan itu aja," jawab Shira


mereka jalan menyelusuri jalan raya yang lumayan sunyi itu


tak lama kemudian mereka melihat warung soto ayam


"tuh ada warungnya" ucap Shira


mereka pun pergi mendekati warung itu,


setibanya mereka di sana ternyata banyak yang sedang makan, dan yang membuat mereka lain-lain, yang sedang makan di sana rata-rata laki-laki,


"Yan kita bungkus aja ya makanannya" ucap Shira


Diyan hanya menganggukkan kepalanya


Shira pun memesan 2 porsi soto ayam dengan 2 lontong dan 2 telur rebus


saat mereka menunggu pesanan mereka, laki-laki yang sedang makan dalam warung itu terus memandang kearah mereka,


mereka langsung merasa risih dan langsung menunduk.


tak lama kemudian datanglah ibu penjual soto itu membawakan makanan mereka


"ini pesanannya" ucap ibu itu


"semua berapa Bu?" tanya Shira


"semuanya harganya 50 ribu" ucap ibu itu


Shira langsung mengeluarkan uang 1 lembar 50 ribu untuk membayar, lalu mereka pun pulang ke kontrakan mereka untuk memakan makanan mereka..


*maaf ya kalau banyak salah kata atau tata letaknya.

__ADS_1


selamat membaca 🙂*


__ADS_2