Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
bab 5.


__ADS_3

new York


Frans telah bersiap-siap untuk pergi mengambil kartu pindahnya dari kampus


dia terlihat sangat cool, Frans banyak di gilai wanita di new York, apa lagi wanita muslimah,. mereka sangat kagum kepada Frans karna selalu taat beribadah.


Frans keluar dari apartemennya lalu masuk kedalam mobilnya dan pergi menuju kampusnya


dalam perjalanan dia menelpon Farah adiknya


"halo assalamualaikum" sapa Frans setelah Farah mengangkat teleponnya


"wa'alaikumussalam kak, kakak kapan pulang" tanya Farah setelah menjawab salam


"in Syaa allah 2 hari lagi, kakak hari ini akan mengambil kartu pindah kakak dulu untuk pindah kuliah disitu" ucap Frans


"oke aku tunggu disini!!" ucap Farah dengan girangnya


"kalian semua apa kabar?" tanya Frans


"ya Alhamdulillah sangat baik kak,


kalau kakak apa kabar?" tanya balik Farah setelah menjawab pertanyaan Frans


"Alhamdulillah kakak baik-baik aja,


oya rah kamu ambil jurusan apa? ambil jurusan ilmu komputer lagi?" tanya Frans kepada adiknya


"iya kak, kakak kan tau kalau aku suka sama komputer, siapa tau nanti aku bisa jago main komputer dan menjadi hacker terkenal seperti Jonathan James" ucap Farah


Frans hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan adik kesayangannya itu, lalu dia pun berkata


"yuadah kamu belajar yang serius, jangan sampai mengecewakan kakak" ucap Frans


"ashiap boss!!" ucap Farah sembari hormat


Frans telah tiba dikampusnya dia pun memarkirkan mobilnya lalu berkata kepada Farah


"rah udah dulu ya, kakak udah sampai dikampus, kamu jaga diri baik-baik distu, dan tunggu kakak pulang" ucap Frans


mereka pun mematikan panggilan teleponnya diakhiri dengan salam


saat Frans masuk dalam kampus, para cewek-cewek yang tergila-gila oleh Frans langsung mendatanginya satu persatu.


"Hay Frans how are you?"


"Hay Frans apa kabar" tanya salah seorang perempuan dengan pakaian yang sangat seksi


Frans tidak suka melihat perempuan yang suka mengumbar-umbar auratnya


Frans tidak menghiraukan perempuan itu, dia terus berjalan sampai tiba di ruangan tempat ia tuju


Frans pun mengetok pintu lalu masuk kedalam ruangan itu


"so how sir? can I take the transfer card?"


"jadi bagaimana pak? apakah kartu pindahnya sudah bisa saya ambil?" ucap Frans kepada pak pengurus itu


"yes of course, please sign here "


"ya tentu, silahkan tanda tangan disini" ucap bapak itu sembari memberikan berkas yang akan ditandatangani oleh Frans


Frans lalu mengambil pena dan langsung menandatangani berkas itu.


setelah itu Frans pun keluar dengan membawa berkas-berkasnya


perempuan yang tadi menyapa Frans sudah menunggu Frans di depan pintu

__ADS_1


"What are you doing there? and why are you bringing these files?"


"apa yang kamu lakukan disana? dan kenapa kamu membawa berkas-berkas ini?" tanya perempuan itu


"none of your business"


"bukan urusanmu" ucap Frans lalu pergi


dia malas meladeni perempuan yang tidak tau malu itu


perempuan itu mengikuti Frans lalu berbicara lagi


"Frans, are you moving?"


"Frans, apakah kamu akan pindah?" tanya perempuan itu lagi sambil memegang tangan frans


"I told you that this is none of your business!!"


"aku sudah bilang bahwa ini bukan urusanmu!!" ucap Frans langsung menepis tangan perempuan itu dengan keras


lalu pergi keluar kampus


perempuan itu hampir terjatuh. dia langsung memasang wajah kesalnya karna sejak dulu selalu ditolak mentah-mentah oleh frans


perempuan itu bernama Lisa,


Lisa telah lama mengejar Frans, namun Frans tidak pernah menghiraukannya


ditempat lain


Shira dan Diyan telah sampai dikampus, mereka langsung masuk dan mencari ruangan yang akan mereka pakai buat ujian, saat Shira berjalan dia tidak terlalu memperhatikan didepannya dia jalan sambil mencari-cari kelas yang akan mereka pakai buat ujian, tak lama kemudian,


brukk suara Shira menabrak seorang perempuan, Shira langsung menoleh ke arah perempuan itu lalu dia berkata


"maaf saya tidak sengaja" ucap Shira dengan rasa bersalah sambil memungut berkas-berkas yang terjatuh tadi


"hehehe ngga apa-apa kok, lagian saya juga salah" ucap perempuan itu


"nama saya Farah, nama kamu siapa?" ucap Farah sembari mengulurkan tangannya


"nama saya Alexandra" ucap Shira menerima uluran tangan Farah


"dan ini teman saya namanya Diyan" sambung Shira lagi


"Farah" ucap Farah mengulurkan tangannya kepada Diyan


"Diyan" ucap Diyan menerima uluran tangan Farah dengan tersenyum


Shira telah berdiskusi dengan keluarganya dan juga Diyan, bahwa saat masuk kuliah nanti dia akan memakai nama aslinya, karna disini bukan kota mereka,


"ngomong-ngomong kalian mau kemana?" tanya Farah tiba-tiba


"kita lagi cari ruangan untuk ujian masuk beasiswa" ucap Diyan


"owh iya kebetulan aku juga lagi mau menuju ke ruangan itu" ucap Farah


"ayo ikut saya" sambungnya lagi


"kamu juga mau mendaftar beasiswa?" tanya Shira


"hehehe iya, biar bisa tinggal diasrama" ucap Farah


lalu dia pun menatap Shira dan berkata dengan pelan


"itu.... mata kamu.., kamu pakai softlens?" tanya Farah


"banyak sih yang bilang seperti itu, tapi ini mata asli saya, saya tidak pernah dan tidak tau cara pakai softlens bagaimana" ucap Shira tersenyum

__ADS_1


Farah kagum dengan kecantikan Shira


"ma syaa Allah, kamu cantik banget" ucap Farah


"semua yang ada pada saya adalah pemberian Tuhan kepada saya" ucap Shira dengan sedikit malu di bilang cantik


"mata kamu indah banget ya" ucap Farah terus menatap mata Shira


"jadi dimana ruangannya?" tanya diyan tiba-tiba


"ini kita sudah sampai" ucap Farah menunjuk satu ruangan


mereka bertiga pun langsung masuk kedalam ruangan itu,


dalam ruangan itu sudah ada pengawas dan siswa siswi lainnya yang akan mengikuti ujian itu.


Farah sengaja ingin mendaftar beasiswa karna dia ingin tinggal di asrama dan hanya sekali-sekali pulang kerumah.


Farah ingin hidup mandiri seperti kakaknya.


berselang 45 menit mereka pun selesai ujian,


"kalian bisa kesini lagi besok, lulus dan tidak lulusnya akan diumumkan dipapan pengumuman" ucap pengawas itu lalu berlalu pergi


Shira, Diyan, dan Farah keluar ruangan bersamaan


"jadi, kalian tinggal dimana? dan habis ini mau kemana?" tanya Farah


"kami akan pulang ke kontrakan" ucap Diyan


"gimana kalau kita makan dulu baru pulang?" tanya Farah


"boleh, tapi... kita makan dimana?" ucap Shira


"udah ngga apa-apa, kalian ikut aku aja". ucap Farah lalu menggandeng tangan Diyan dan Shira pergi menuju mobilnya


mereka pun ke restoran untuk tempat mereka makan.


sesampainya mereka direstoran farah langsung masuk dan mengajak Shira dan Diyan untuk duduk


"rah kita ke toilet dulu ya" ucap Diyan lalu menarik tangan Shira


sebenarnya Shira dan Diyan tidak pergi ke toilet mereka hanya menjauh dari Farah


"Ra kamu ada bawa uang berapa? kayanya ini restoran mahal deh.


kita sanggup ngga bayarnya?" ucap Diyan


"in Syaa allah aku ada kok kalau untuk sekarang, tapi kita jangan sering-sering makan ditempat kaya gini, uang yang aku bawa hanya cukup untuk 3 bulan jadi setelah masuk kuliah kita harus mencari pekerjaan, kita ngga mungkin harus meminta uang terus kepada keluarga kita kan" ucap Shira


"yaudah deh" ucap diyan


lalu mereka pun kembali ke meja mereka,


setelah mereka duduk mereka melihat pelayan baru saja datang untuk mengantarkan makanan mereka


"udah pesan?". tanya Shira


"iya, kalian ngga ada pantangan kan atau alergi?" tanya Farah


"ngga kok" ucap Diyan


mereka pun makan bersama sambil cerita, sesekali mereka mengeluarkan tawa mereka.


*jika kalian suka dengan ceritaku, jangan lupa like, komen, dan juga vote ya


selamat membaca 🙂*

__ADS_1


__ADS_2