Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 50


__ADS_3

pria misterius itu berdiri dan hendak pergi dari rumah Wawan, namun sebelum benar-benar pergi dia menyampaikan pesan dengan nada mengancam kepada wawan


"bagaimana pun caranya kalian harus membuat mereka berdua balik kembali ke ibukota, saya beri kalian waktu sebulan dari sekarang jika tidak kamu tanggung sendiri akibatnya" ancam pria itu lalu pergi meninggalkan wawan yang masih merenung.


"oh iya, dan jangan sampai ada orang lain yang tau bahwa kecelakaan mobil itu di sengaja, jika sampai ada yang tau aku akan mengambil alih tambang batu milikmu" sambungnya lalu pergi meninggalkan rumah itu.


wawan menatap kepergian pria misterius itu dengan takut, pria misterius itu bukanlah orang biasa terbukti saat pria itu melawan para pengawalnya beberapa hari yang lalu, dan dia juga memiliki data tentang tambang batu miliknya.


"sebenarnya siapa Shira ini, mengapa pria misterius itu melakukan segala cara agar shira kembali ke ibukota J, bahkan dia sampai membunuh orang tua Shira dengan menyabotase mobil yang di tumpangi mereka saat pergi ziarah kubur" wawan bertanya-tanya pada dirinya sendiri, wawan tak bisa menebak siapa sebenarnya pria misterius itu, apalagi dari saat berkenalan sampai saat ini wawan belum juga pernah melihat wajahnya, karna pria misterius itu selalu menggunakan topi komplit dengan masker hitamnya juga.


...----------------...


"kamu ngga ke kampus rah?" tanya frans saat melihat farah yang masih memakai baju tidur dan sepertinya dia juga baru bangun


"hmmm, hari ini aku izin dulu, lagi ngga mood, abis ngga ada shira dan Diyan jadi aku ngga semangat" jawab farah lalu duduk di sofa samping frans dengan lemas seperti tak ada tenaga


"lah kak gavin sama kak satya belum pulang? emang ngga ke kampus? terus mami dan papi kemana?" sambungnya karna melihat gavin dan juga satya yang duduk tepat di hadapannya.


"kita ngga ada mata kuliah hari ini" jawab gavin


"papi kamu tadi ke kantor dan mami kamu pergi ke rumah temannya" sambungnya lagi.


gavin memang tahu kemana orang tua farah karena saat berpamitan kepada frans gavin juga ada di sana


sedangkan satya hanya duduk tanpa melihat ke arah farah dan terus fokus pada handphonenya karna satya sedang bermain game favoritnya


"owh iya, ngomong-ngomong rah kamu udah buka belum surat yang di tulis oleh shira dan diyan untuk kamu?" tanya Frans membuat farah memukul kepalanya karna lupa membuka suratnya semalam.

__ADS_1


"aku lupa kak, aku belum baca soalnya semalam pas aku pulang aku langsung tertidur" ucap farah.


saat farah pulang dari mengantar shira dan diyan farah memang langsung tertidur karna ia sedikit kecapean jadi farah belum sempat membaca surat yang di tulis oleh diyan dan juga shira


"kakak tunggu di sini aku naik ambil dulu kertasnya" ucap farah lalu berdiri hendak naik ke kamarnya mengambil surat yang di tulis oleh shira dan Diyan.


"hmm sekalian ambilin surat aku juga di dalam tas, aku juga belum sempat membaca surat dari diyan dan Shira" ucap satya masih fokus pada gamenya.


farah oun hanya menjawab oke tanpa banyak protes lalu langsung naik ke atas dan mengambil dua surat dari dalam tasnya lalu pergi menuju ke kamar frans dan


mengambil tas satya lalu mencari surat shira dan diyan


"dapat" ucapnya saat telah berhasil mendapatkan dua surat itu, farah pun melangkahkan keluar kamar, namun saat sedang melangkah farah menginjak satu surat, farah oun berjongkok untuk melihatnya.


"aduhh, inikan surat yang ku tulis semalam buat kak Satya, sepertinya kak frans belum membacanya karna lipatannya masih sama seperti semalam, huhhh Alhamdulillah deh, untung kak frans belum baca,kalau kak frans udah baca, pasti aku akan di ejek mati-matian oleh-nya" ucap farah bergumam lalu menaruh surat yang di tulisnya itu ke dalam saku depan di baju tidurnya, setelah itu farah pun turun ke bawah menghampiri kakaknya


"nih" ucap farah menyodorkan dua surat ke arah satya namun langsung di tarik oleh gavin, karna satya masih terus fokus pada gamenya


"ini surat buat gue bukan buat lo" ucap satya tak terima


"udah dapat surat juga, jadi orang jangan terlalu serakah, tau ngga artinya serakah itu apa? pasti kamu ngga tau kan, serakah itu adalah selalu hendak memiliki lebih dari yang dimilikinya seperti rakus kaya kamu" sambungnya berbicara banyak dan langsung mengambil kembali surat yang telah di ambil gavin tadi.


gavin hanya pasrah dan tidak bicara, karna gavin tahu dia tak akan bisa menang jika adu bicara dengan satya


farah yang telah duduk kembali di samping frans hanya bisa geleng-geleng kepala saat mendengar satya yang berbicara seperti tadi, frans begitu dia juga hanya geleng-geleng kepala mendengar satya yang berbicara dengan cerewetnya.


memang di antara mereka semua, satya lah yang paling cerewet bahkan sebelas dua belas dengan farah namun itu berlaku jika mereka berkumpul kumpul seperti ini, itu tak berlaku jika sudah di luar

__ADS_1


"coba kamu buka" ujar frans melihat surat yang di pegang oleh farah


"oke" balas farah lalu segera membuka surat itu


*aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik dari pada menjaga lidah.


aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik dari pada taqwa.


aku merenungkan tentang segala jenis anak baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik dari pada memberi nasehat baik.


aku mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik dari pada sabar.


*persahabatan adalah suatu ikatan batin yang tumbuh dengan sendirinya tanpa paksaan dan tekanan.


dia tidak di buat tetapi tercipta tanpa campur tangan dari siapapun.


dia berjalan natural dan tertiup halus menembus kuncup daun.


dia tak akan terbang jauh, namun hanya melambai-lambai merdu di tempatnya, dia tak akan tumbang walaupun alam tak berpapasan dengannya.


dia akan selalu bertunas dan bercabang sepanjang masa, karena cahaya mutiara rindu dan cinta bermekaran dalam relung jiwanya.*


from : Diyan


~kamu adalah sahabat terbaik setelah Shira, dan jika di kehidupan ini kita tidak di pertemukan lagi semoga di akhirat nanti kita di pertemukan di dalam surganya Allah SWT~


~maaf Farah, mungkin setelah ini aku ngga akan kasi kabar ke kamu atau siapapun karna aku dan shira telah sepakat untuk tidak memberi kabar kepada siapapun di ibukota, semoga kamu tidak sedih karna keputusan kami.~

__ADS_1


to : Farah*...


farah menjatuhkan air matanya setelah membaca surat dari diyan, farah sangat terharu dengan surat yang ditulis Diyan, farah lalu memeluk kertas itu dan berucap terimakasih


__ADS_2