
keesokan harinya frans pergi ke kampus pagi-pagi sekali, ia tak mau bertemu dengan omanya untuk sementara waktu ini, apa lagi di pagi hari seperti ini, sebentar mereka pasti akan sarapan bersama-sama, memikirkan apa yang terjadi kemarin frans semakin tak tenang. ia tak mau jika nanti ayahnya akan membantu mengabulkan permintaan omanya untuk menikahi wanita yang sudah menyelamatkan nya bahkan hampir mengorbankan nyawa?
jika ikhlas seharusnya tak meminta balasan kan? mengapa menyuruh oma untuk menikah dengannya.
frans memakai sepatunya dengan terburu-buru ia takut omanya tidak tidur kembali saat selesai shalat Subuh, jadi ia takut di lihat oleh omanya.
setelah memakai sepatunya dengan terburu-buru frans pun langsung mengambil kunci mobil yang ada di gantungan, ia langsung pergi menyalakan mesin mobil itu lalu pergi dari halaman rumahnya.
karna masih masih sangat pagi frans memutuskan untuk berjalan-jalan keliling ibukota.
ia menjalankan mobil dengan kecepatan rata-rata sambil menikmati pemandangan, pagi hari seperti ini belum banyak kendaraan berlalu lalang jadi ia sedikit bebas melihat sekeliling.
frans menurunkan kaca mobilnya lalu berhenti di tepi jalan, dimana sepasang lelaki dan wanita yang sedang bercanda di sebrang jalan sambil memegang kantong kresek berisi sayur-sayuran. frans langsung melihat sekeliling ternyata ia berhenti di dekat pasar.
frans berpikir mereka adalah sepasang suami istri yang sedang pergi berbelanja untuk keperluan mereka karna mereka terlihat sangat dekat dan mungkin sedikit mesra.
frans kembali teringat dengan kata-kata omanya kemarin, jika ia mengiyakan permintaan omanya itu apakah nanti mereka akan bahagia atau sebaliknya? menderita dan tertekan tak berujung?.
frans tak bisa tidak memikirkannya.
lagi-lagi frans kembali melihat sepasang lelaki dan wanita yang berada di sebrang jalan itu dengan tatapan iri, apakah nantinya ia bisa seperti mereka? mengantar istrinya berbelanja bersama-sama sambil bercanda ria? frans langsung terbawa dalam lamunannya hingga ia tidak menyadari bahwa orang yang di sebrang jalan tadi telah bertambah dua orang lagi.
"kalian udah selesai?" tanya diyan kepada sinta dan Andra yang sejak tadi ia perhatikan mereka selalu tertawa
"ia sudah, kalian juga udah selesai?" tanya balik sinta
__ADS_1
"ia, nih" jawab diyan sembari mengangkat kantong belanjaan nya
"yaudah kalian tunggu di sini, aku dan ashar pergi ambil motor dulu" ucap Andra pergi ke parkiran namun sebelum itu ia mengusap puncak kepala sinta dulu dengan lembut.
sinta dan diyan hanya mengangguk
"kalian tadi ngomongin apa? sepertinya kalian sangat bahagia" tanya diyan kepada sinta
"hanya mengenang masa kecil saja saat bermain hujan-hujanan" jawab sinta tersenyum.
diyan tersenyum tak bertanya lagi, ia masih ingat saat ia dan shira diam-diam mandi hujan di bawah pohon agar tak terlihat oleh kakak-kakak mereka. saat itu ia dan shira sepertinya masih SD atau mungkin SMP kelas satu.
dulu karna shira dan diyan selalu sakit jika terkena air hujan maka para kakak-kakaknya tak lagi mengizinkannya untuk mandi hujan. mengingat kenangan itu diyan tak tahan untuk tidak tersenyum.
"kamu kenapa" tanya sinta menyadarkan diyan
"emang se senang itu?" tanya sinta lagi
"iya dongs" jawab diyan membuat keduanya kembali tertawa sambil menutup mulut
saat mereka tertawa, frans langsung balik melihat ke sebrang jalan lagi ia baru menyadari bahwa orang yang di lihatnya tadi telah berganti menjadi empat orang, karna saat frans berbalik ashar dan andra juga sudah tiba dari mengambil motornya, jadi frans tak bisa melihat Diyan, apalagi tubuh diyan di tutupi dengan andra yang berhenti tepat di samping motor Ashar.
frans tak berpikir banyak, ia hanya menatapnya sekilas lalu melihat jam di pergelangan tangannya sudah tepat jam tujuh, ia pun menghidupkan mobilnya kembali dan bergegas ke kampus karna hari ini ia ada kelas pagi. yang frans baru sadari adalah sepertinya ia telah pergi sangat jauh dari arah kampus, ia pun menambah kecepatan mobilnya hingga seratus sepuluh per kilo meternya.
sinta dan yang lainnya telah sampai di rumah paman mereka yang saat ini sedang mereka tempati,
__ADS_1
Diyan dan sinta langsung turun dari motor lalu masuk kedalam rumah dan membiarkan belanjaan mereka di bawa oleh para kakak-kakaknya.
saat masuk ke dalam rumah diyan dan sinta terkejut melihat shira yang saat ini sedang berdiri mengambil air minum di dapur.
"eh Ra, kamu kok keluar dari kamar sih, kamu kan belum sembuh ra, gimana kalau perut kamu kembali berdarah?" sinta bertanya dengan sangat khawatir, ia takut perut shira akan kembali berdarah seperti saat kemarin ia tiba dengan keadaan yang sangat mengejutkan se isi rumah.
*flashback onn*
Shira berjalan pulang dengan santai sambil memegang kantong yang berisi sabun dan barang-barang lain yang baru ia beli di supermarket dekat rumah yang ia tinggali saat ia datang kembali ke ibukota J ini.
supermarket dan rumahnya memang tak terlalu jauh, hanya butuh waktu 10 hingga 15 menit untuk kembali ke rumahnya
namun ada hal yang terduga dalam perjalanan pulang ia melihat wanita paruh baya yang berusia sekitar 60 an atau lebih sedang berusaha mempertahankan tasnya dari pencuri yang berjumlah lima orang itu.
Shira pun langsung menolongnya dan menghajar para pencuri itu.
perempuan paruh baya itu sangat takjub kepadanya yang bisa dengan mudahnya menghajar para pencuri itu.
shira memang tidak kesulitan menghadapi para pencuri ini, setelah menghajar para pencuri itu shira lalu mengambil tas yang tadi sempat di ambil oleh para pencuri tadi lalu berjalan menuju ke arah wanita paru baya itu untuk mengembalikan tasnya. tapi shira dengan bingungnya saat melihat wanita paruh baya itu berlari ke arahnya dengan berteriak kencang
"awasss!!!!"
shira langsung menyadarinya ia pun langsung berbalik badan, sebelum wanita paruh baya itu tiba di hadapan pencuri yang memegang pisau itu shira terlebih dulu berada di hadapan pencuri yang sedang menodongkan pisau ke arahnya, sebenarnya shira bisa saja menghindari pisau itu, namun karna wanita itu ada di belakangnya jadi ia tak bisa menghindar karna jika ia menghindari tusukan pisau itu wanita paruh baya ini yang akan tertusuk oleh pisah yang panjang bagaikan keris ini.
shira tak bisa berbuat apa-apa saat pisau itu menusuk perutnya, ia hanya bisa menahan pisau itu memakai tangannya, hingga tangan nya pun ikut berdarah akibat terluka oleh pisau yang tajam itu.
__ADS_1
darah segar pun keluar degan derasnya dari perut dan tangan Shira, shira langsung membuang pisau itu ke tanah dan memberikan tatapan yang mengerikan kepada pencuri yang menikamnya barusan.
taichi adalah ilmu beladiri kekuatan dan pertahanan bukan ilmu beladiri kekebalan tubuh, jadi darah segar terus mengalir dengan deras bagai air.