
Shira dan Diyan sekarang sedang duduk makan gorengan di pinggir jalan samping kampus mereka
Tak lama kemudian....
mohon partisipasi para siswa dan siswi yang ada dikampus ini untuk mengikuti lomba piano dan menyanyi antar kelas.
bagi yang ingin mendaftarkan diri, langsung keruangan saya, pendaftaran akan dibuka hari ini. para siswa dan siswi yang menang lomba ini akan mendapatkan gelar raja dan ratu siswa dan juga akan mendapatkan uang tunai sebesar 15 juta
bunyi pengumuman yang disampaikan oleh Bu Rita yang membuat Shira dan diya berhenti memakan gorengan mereka
"Yan kamu mau ikut? lumayan kan hadiahnya" ucap Shira kembali memakan gorengannya
"mana aku, aku kan ngga bisa nyanyi, piano juga hanya tau sedikit, kamu tuh seharusnya" balas Diyan juga kembali memakan gorengannya
"kok malah aku sih, kamu tau aku itu orangnya pemalu" ucap Shira tersenyum
mereka pun lanjut memakan gorengan mereka,
setelah mereka menghabiskan gorengannya mereka pun kembali ke kamar asrama mereka lalu bersiap-siap untuk pergi bekerja
----
siswa siswi telah banyak berkumpul di depan ruangan Bu Rita untuk mendaftar
mereka sangat antusias ingin mengikuti lomba yang diadakan setiap 3 tahun sekali itu,
tak lama kemudian datanglah Rena and the geng
"minggir-minggir Rena mau lewat, buka jalan" ucap Yura membuat semua siswa dan siswi yang ada disana langsung membukakan jalan agar Rena bisa masuk kedalam ruangan Bu Rita
Rena dan temannya pun masuk lalu mendaftarkan diri untuk ikut ke lomba menyanyi dan. bermain piano
setelah Rena mendaftarkan diri, dia langsung mendapat ide jahat lalu berbalik kembali menghadap kepada Bu Rita
"Bu boleh tidak saya mewakilkan teman saya untuk mendaftar?" tanya Rena penuh harap agar di bolehkan
"boleh, namun akan lebih bagus jika dia datang sendiri, agar dia dapat mendengarkan penerangan dari kami" jawab Bu Rita
"masalahnya teman saya ini lagi ngga enak badan jadi dia tidak bisa mendaftar sendiri, jadi dia menyuruh saya untuk mendaftarkan dia" ucap Rena meyakinkan
"ya sudah kalau begitu nama teman kamu itu siapa?" tanya Bu Rita
"namanya Alexa..." jawab Rena langsung
__ADS_1
"nama Alexa bukan hanya satu dikampus ini, nama Alexa banyak. tadi saja sudah berapa orang yang mendaftar dan bernama Alexa, untung saja nama panjang mereka berbeda-beda, jadi saya bisa membedakan mereka dan tidak salah panggil.
jadi sebaiknya kalian tanya dulu siapa nama panjang teman kalian itu, lalu kalian kembali kesini lagi" ucap Bu Rita panjang lebar membuat Rena diam dan berpikir
"Alexandra" ucap Yura tiba-tiba membuat bu Rita langsung mencari nama Alexandra di laptopnya
"kamu yakin namanya Alexandra?" tanya Rena ragu kepada Yura
"kamu tenang aja, aku pernah lihat saat MOS, dia menuliskan namanya, yaitu Alexandra" jawab Yura meyakinkan Rena
"apakah dia dari departemen ilmu komputer?" tanya Bu Rita masih mengotak-atik laptopnya
"iya dia dari departemen ilmu komputer" ucap Rena dan Yura bersamaan dengan tersenyum licik
"oke ibu sudah dapat datanya, jadi dia ingin mendaftar lomba apa? piano atau bernyanyi?" tanya Bu Rita kembali
"keduanya" jawab Rena langsung
"keduanya? apakah dia bisa?" tanya Bu Rita tidak yakin
"iya dia bisa kok, dia akan bermain piano sambil bernyanyi" ucap Rena meyakinkan Bu Rita
"ya sudah kalau itu keputusannya, dan kamu ingatkan kepada teman kamu itu bahwa jika namanya telah didaftarkan maka dia tidak akan bisa mencancel kembali" ucap Bu Rita kepada mereka bertiga
"siap Bu, nanti akan kami sampaikan kepada Alexa, tapi ibu jangan bilang-bilang sama Alexa bahwa kami yang telah mendaftarkan dia lomba, kami akan memberinya sedikit kejutan" tutur Rena dengan senyum penuh kemenangan
lalu Rena and the geng pun keluar dari dalam ruangan Bu Rita dengan wajah yang berbunga-bunga karna telah berhasil mendaftarkan shira
lihat aja, Lo akan mempermalukan diri Lo sendiri di depan panggung Alexa
ucap Rena dalam hati sembari tersenyum jahat
ditempat lain...
Shira dan Diyan telah sampai di restoran tempat mereka bekerja, mereka pun masuk lalu pergi keruang ganti dan mengganti pakaian mereka dengan pakaian kerja.
setelah mengganti pakaian mereka lun pergi kedapur
"eh kalian udah tiba aja" ucap Edi saat melihat Shira dan Diyan datang lebih awal dari biasanya
"hehehe iya kak, kami hari ini kuliahnya cepat, jadi kami juga cepat datang kesini" ucap Shira sembari tersenyum simpul
"ya sudah kalau begitu Alexa kamu bantu aku disini, hari ini kita ada menu baru makanan Prancis dan kamu Diyan bantu Dila disana" suruh Edo kepada mereka berdua
__ADS_1
"iya kak" jawab mereka berdua serentak lalu mengerjakan tugas masing-masing
"Al kamu ambil 1 kentang lalu potong kotak-kotak dan juga wortel" suruh Edo kepada Shira
"iya kak" ucap Shira
dia pun fokus mengerjakan tugas yang diberikan oleh Edo tadi
Shira sangat fokus hingga dia tidak menyadari bahwa Frans telah berada dibelakangnya.
Frans terus memandang Shira yang fokus lalu menyinggungkan senyum di bibirnya
"kak itu wortelnya seberapa banyak yang akan saya potong" tanya Shira kepada Edo, namun karna edo.juga sangat fokus jadi dia tidak mendengarkan Shira berbicara
ini adalah menu baru, dan Edo tidak mau ada kesalahan dalam pembuatannya
Shira yang tidak dijawab langsung berbalik kebelakang, namun tiba-tiba brukkk suara Shira menabrak dada bidang Frans yang sejak tadi memperhatikannya dari belakang memakai kepalanya
Shira sangat kaget dan merasa kepalanya sakit lalu dia termundur kebelakang sambil memegang kepalanya
Frans hendak meraih tubuh Shira agar Shira tidak terjatuh, namun Shira menghindarinya dengan terus mundur kebelakang
saat dia mundur, dia terpeleset oleh air yang berjatuhan dilantai, dia langsung tergelincir dan jatuh
"aaaaa" teriak Shira terjatuh dan hampir terkena pisau yang dipegangnya tadi membuat orang yang ada didapur sana langsung berkumpul
Frans yang melihat itu langsung berhambur kepada Shira lalu berkata
"apakah kamu baik-baik saja?" tanya Frans sangat khawatir
Shira hanya terdiam dan tidak berbicara apa-apa, dia hanya menunduk
"Shira!!" panggil Diyan kaget melihat Shira terjatuh, dia bahkan lupa bahwa dia memanggilnya dengan sebutan Shira
"Ra kamu ngga apa-apa?" sambungnya bertanya dengan sangat khawatir
"aku ngga apa-apa kok, santai aja, ini mah hanya hal kecil" ucap Shira menenangkan Diyan
Shira sudah biasa jatuh seperti ini, bahkan lebih parah lagi saat dia masih belajar ilmu beladiri
"kamu benaran tidak apa-apa" tanya Edo juga terlihat khawatir
"iya kak saya tidak apa-apa kok, semuanya kembali bekerja aja" ucap Shira membubarkan semuanya
__ADS_1
"kamu yakin tidak apa-apa? atau perlu saya antar kerumah sakit?" tanya Frans dengan sangat lembut dan khawatir membuat karyawan dan karyawati yang ada disana membuka mulut karna kaget
setau mereka bosnya ini sangat dingin bahkan kejam pada karyawan yang salah, dan sekarang dia berbicara dengan sangat lembut, padahal tadi Shira yang menabraknya,. mereka semua langsung memberikan tatapan tanda tanya kepada shira.