
sementara itu shira masih di jalan sedang mencari-cari letak keberadaan warung yang di bilang oleh rena tadi, Shira telah berjalan sudah jauh dari tempat Diyan dan rena tadi, shira tidak tau area jalan ini, untungnya tadi saat jalan dia hanya lurus-lurus saja, jadi dia ngga akan tersesat, namun dia khawatir kepada diyan dan rena jika pergi terlalu jauh,
untung di sana ada lampu-lampu jalan, jadi tidak terlalu gelap
shira pun membuka tas ranselnya berniat untuk mengambil hp untuk menelpon farah, siapa tau farah tau jalan area ini dan semoga saja farah belum tidur
namun saat ingin mengambil hp miliknya, tiba-tiba ia mendengar bunyi hp, namun tak seperti nada dering hp miliknya, dia pun langsung mencari dan melihatnya,
ternyata itu adalah hp milik diyan yang diyan berikan kepadanya tadi karna diyan tidak membawa tas,.
shira pun langsung melihat layar hp itu, dia melihat ada nama akhi gavin, shira pun langsung menebak bahwa itu adalah gavin senior mereka, dia pun langsung menjawabnya
"halo assalamualaikum kak" ucap shira
"wa'alaikumussalam warahmatullah, shira ya?" tanya gavin karna mendengar bukan suara diyan melainkan suara shira
"i..iya kak, diyan lagi nemanin kak rena di sana" jawab shira kaku
"di sana, maksud kamu di sana dimana? kalian belum pulang ke asrama kalian?" tanya gavin dengan heran
sekarang sudah jam 10 lewat dan mereka perempuan jika ada apa-apa gimana
"iya kak, kami belum sampai di asrama, karna tadi pas waktu kami ingin pulang ke asrama, kami melihat kak rena yang sedang kesakitan di pinggir jalan, jadi kami membantu nya dulu, terus dia menyuruh salah satu dari kami untuk pergi membelikannya air di warung, jadi aku yang pergi dan diyan nemanin kak rena di tempat kami tadi" jawab shira panjang lebar menjelaskan kepada gavin
"terus kamu sekarang dimana?" tanya gavin lagi
"aku ngga tau kak aku dimana sekarang, yang pastinya aku tadi di suruh pergi ke jalan yang bertolak belakang dengan arah asrama kami" jawab shira
"jalan yang bertolak belakang?" ucap gavin sedang berpikir lalu kembali berkata
"perasaan di sana ngga ada warung, dan di sana jalannya sangat sunyi bahkan hari-hari pun ngga banyak yang melewati jalan itu".
__ADS_1
"ha masa sih kak, terus kak rena ngapain nyuruh aku kesini?" tanya shira mulai panik
"ngga tau mungkin dia ingin menjebak kalian, terus sekarang diyan ada dimana?" tanya gavin yang juga mulai panik
"ngga tau sih karna tadi kami itu sempat jalan agak jauh juga untuk mencari tempat untuk kak rena duduk, dan kalau ngga salah tadi aku melihat ada papan yang tertulis kawasan rian, emang kenapa kak?" tanya shira lagi sambil memutar badannya untuk kembali ke tempat diyan dan rena
"kalian itu mana tau kawasan sana, di sana itu banyak preman, dan kamu kenapa ninggalin. diyan sendirian sih, kamu tau tidak kawasan rian itu tidak jauh dari tempat nongkrong para preman jika malam-malam seperti ini" ucap gavin frustasi sambil mengacak rambutnya memakai tangan kirinya
shira yang mendengar itu langsung berhenti melangkah dan diam untuk sementara, lalu dia langsung di sadarkan oleh gavin
"ya sudah kamu kembali dulu ke tempat diyan dan rena aku akan menelpon frans lalu kami akan ke situ menyusul kalian" ucap gavin lalu mematikan teleponnya dan langsung mengambil kunci mobilnya di atas meja
setelah gavin mematikan telepon shira langsung berlari menuju ke tempat diyan dan rena
"preman? kawasan rian, diyan?" semakin shira memikirkan ucapan gavin tadi, semakin dia khawatir dan takut diyan kenapa-kenapa.
shira pun langsung lari sekencang-kencangnya dengan pikiran yang sangat khawatir dengan ke adaan diyan
sementara itu di tempat Diyan dan rena,
"yang sana yang pakai jilbab, terserah kalian mau apain dia, tapi tidak dengan yang tidak memakai jilbab, kalian tidak boleh menyentuhnya atau aku akan melaporkan kalian ke polisi"
"oke siap" ucap ketua preman itu
"apapun boleh kan?" tanya ketua preman itu memastikan kepada yura.
"iya terserah kalian" jawab yura tersenyum senang melihat bahwa yang ada bersama rena bukan shira namun dian, dia pun langsung berkata dalam hati
"habis lo malam ini diyan, setelah ini lo ngga akan punya muka lagi untuk gangguin gavin" ucap rena dalam hati sambil tersenyum licik
diyan sekarang sedang duduk, dan dia tidak tau mengenai apapun yang di rencanakan rena atau pun yura, yang ada di pikirannya saat ini adalah menunggu shira pulang dalam keadaan selamat dan sehat wal-afiat,
__ADS_1
namun tanpa diyan sadari keadaannya sekarang lebih mengkhawatirkan dari siapapun itu,
"kak kok shira lama banget ya, ini udah setengah jam saat shira pergi tadi" ucap diyan tiba-tiba kepada rena
rena yang ditanyai pertanyaan seperti itu hanya tersenyum saja lalu menjawab
"kan udah kakak bilang tadi, warungnya agak jauh, jadi kita tunggu aja ya"
"iya deh kak" ucap diyan pasrah
setelah mengatakan itu diyan pun hanya duduk saja melihat ke arah tempat shira pergi, Sampai dia tidak merasa bahwa rena telah pergi dan di belakangnya telah ada 7 preman dengan berbadan besar
"hay cantik, sendirian aja, ngga kesunyian apa? atau sini kakak temanin ya" ucap pria itu sambil duduk di samping diyan tempat rena tadi
diyan yang mendengar itu langsung kaget bahkan merinding, dia spontan berdiri karna ada yang mendekat, lalu dia pun berkata
"ka,...kalian ngapain disini? dan ma, ma, mau kalian apa? terus kak rena dimana?" tanya diyan dengan ketakutan, hingga dia pun gugup karna sangat takut
diyan langsung melihat sekeliling, dia pun langsung gemetar saat melihat dia telah di kelilingi oleh 7 pria dengan badan besar dan sangat menakutkan,
melihat diyan yang ketakutan para preman itu pun langsung tertawa sambil berkata
"udah kamu ngga usah takut, layani kita aja malam ini dan kamu akan selamat dan teman kamu juga ngga akan kita apa-apakan"
"mending kamu duduk kembali aja Disni biar kami dapat menikmati kecantikan wajahmu yang baru kami lihat seumur hidup kami" sambung salah satu preman itu lagi sambil memegang tangan diyan dan menariknya hingga diyan terduduk kembali di kursi itu
"ka.... kalian mau apa aku disini hanya nungguin teman aku aja, tolong jangan apa-apain aku" ucap diyan sangat terbata bata hingga mengeluarkan air mata
"untuk apa kamu mengeluarkan air matamu itu, simpan saja untuk sebentar, aku akan membuatmu meneteskan air mata bahagia" ucap ketua preman itu sambil menghapus air mata diyan
diyan yang di sentuh pun langsung menepis tangan preman itu dengan kasar dan berdiri mencoba untuk kabur, namun sayang dia tidak bisa karna di cegat oleh preman lainnya
__ADS_1
tunggu episode selanjutnya ya gays
selamat membaca