Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
bab 23.


__ADS_3

Shira melihat nama Sinta di dalam hpnya, dia pun langsung mengangkat teleponnya


"halo assalamualaikum kak" sapa Shira setelah mengangkat telepon


"iya wa'alaikumussalam, Ra kamu lagi ngapain?" tanya Sinta dengan suara kecil seperti sedang menahan suaranya


"lagi makan kak, emang ada apa kak, suara kak Sinta kenapa?" tanya Shira curiga


"kakak ngga apa-apa hanya sedikit lelah aja" jawab Sinta di seberang telepon dengan suara serak


"kak Sinta kenapa? kok ngga seperti biasanya?" tanya Shira lagi dengan heran


"Ra kakak mau tanya, tapi kamu harus menjawabnya dengan tenang dan tanpa emosi" jawab Sinta masih dengan suara sereknya


"iya kakak ngomong aja, in Syaa allah aku tenang kok" ujar Shira


"kakak mau tanya, ciri-ciri orang yang disayang oleh Allah itu bagaimana?" tanya Sinta


Shira langsung berhenti mengunyah makanannya lalu menjawab pertanyaan Sinta dengan tersenyum


"ciri-ciri Allah menyayangi hambanya adalah, Allah akan selalu memberi hamba yang di sayangnya itu dengan banyak cobaan, karna dengan cobaan itu Allah akan tau siapa yang selalu menyebut namanya walau sesulit apa pun cobaan yang di terimanya" Shira menjawab dengan tenang dan santai


"lalu bagaimana kalau Allah memanggil hambanya untuk menghadap dirinya?" tanya Sinta lagi


"berarti waktu hamba yang di panggilnya itu untuk hidup dan beribadah kepada allah sudah selesai dan Allah ingin cepat-cepat hambanya untuk menghadap kepadanya, dan Allah sudah sangat menyayangi hambanya itu" jawab Shira lagi dengan tenang lalu menyendok nasi gorengnya dan memasukannya ke dalam bibirnya

__ADS_1


"berarti Allah sudah sangat menyayangi umi dan Abi kita, makanya dia memanggilnya, iya kan Ra?" tanya Sinta lagi masih berusaha menahan tangisnya yang akan pecah


seketika Shira langsung kaget dan langsung berhenti mengunyah makanannya lalu bertanya dengan tenang dan lembut


"maksud kakak apa? kenapa kakak berbicara seperti itu? ini sebenarnya ada apa sih?" Shira masih keadaan tenang


"mobil yang ditumpangi oleh umi dan Abi jatuh ke jurang karena remnya blong dan mobil itu meledak. tidak ada satupun yang selamat, begitupun dengan ayah, ibu dan adik-adik Diyan dan sekarang jasad mereka sedang di cari" ucap Sinta seketika tangisnya pun langsung pecah, dan tersedu-sedu


Shira yang mendengar itu langsung diam seribu kata dan menjatuhkan sendok yang di pegangnya ke lantai, Diyan dan Farah yang melihat raut wajah Shira berubah langsung bertanya


"ada apa?" tanya Diyan panik


Sinta yang mendengar suara Diyan langsung kembali berkata dengan masih menangis


"hiks hiks, kamu jangan, jangan dulu beri tahu diyan masalah ini, kakak Diyan berpesan agar Diyan jangan dulu di beri tahu masalah ini"


"ngga apa-apa kok yan, hanya ada cerita aja dari kak Sinta, kamu tau kan kak Sinta gimana orangnya, dia kan suka bercanda, jadi aku kaget dengan candaannya saat ini" Shira berusaha se keras mungkin agar dia tidak menangis di depan Diyan, dia langsung tersenyum menutupi tangisnya yang akan segera pecah


Diyan tau Shira tidak pernah berbohong jadi Diyan langsung mempercayai ucapan Shira barusan.


"aku, aku ke kamar mandi dulu ya, aku udah kebelet banget" ucap Shira tiba-tiba dan langsung lari ke luar kantin itu


Frans, Satya dan Gavin yang melihat itu langsung pergi ke meja Farah dan Diyan lalu bertanya


"dia kenapa?" tanya Frans khawatir

__ADS_1


"oh Shira hanya sedang kebelet aja, dia pergi ke toilet aja kok" jawab Farah


"tapi tadi kakak lihat raut wajah dia berubah-ubah, seperti ingin menangis" ujar Frans karna memang sejak saat Shira menerima telepon dari Sinta Frans langsung melihat Shira tanpa melewatkan sedikit pun


"oh dia emang sering bercanda sama kakak-kakaknya jadi itu mah udah biasa atuh" ucap Diyan tanpa sadar berbicara dengan logat kotanya


Gavin yang mendengar itu langsung tersenyum karna saat Diyan berbicara seperti itu, terdengar sangat imut dan lucu di telinga, Frans juga ikut tersenyum, dia berpikir bagaimana jika Shira yang berbicara dengan logat seperti itu


mereka pun berbincang-bincang di kantin itu dengan Senda gurau sambil menunggu Shira datang kembali.


sementara itu, Shira terus berlari dan lari dengan sangat cepat menuju ke depan, saat ada perbelokan di langsung belok ke arah mushola kampus itu.


setibanya di sana Shira langsung berwudhu dan masuk ke dalam mushola itu, dia bahkan lupa bahwa dia masih telponan dengan Sinta,


setelah itu Shira mengambil teleqo dan melakukan shalat 2 raka'at agar hatinya tenang


saat Shira shalat dia menjatuhkan air matanya, namun tak bersuara dia seperti belum percaya akan semua ini, semuanya terjadi dengan tiba-tiba membuat Shira syok


setelah Shira shalat dia langsung berdoa sambil menangis tersedu-sedu, untuk tidak ada yang mendengar dan melihat, jika mungkin ada yang melihat dan mendengar tangisnya mereka mungkin akan ikut sedih bahkan ikut menangis karna kesedihan Shira yang sangat mendalam ini


"ya Allah jika memang ini adalah jalan terbaik darimu maka aku akan terima dengan lapang dada, aku mohon ya Allah beri aku kesabaran atas cobaan mu ini, aku tidak meminta keringanan untuk cobaan ku ini, aku hanya meminta engkau memberiku banyak kesabaran, agar aku kuat menerima semua ini. ya Allah kami hambamu tak akan bisa meminta untuk engkau panjangkan umur kami dan engkau pendekkan umur kami walaupun sedetik saja, jadi tempatkan lah umi dan Abi di surgamu yang paling indah dan baik ya Allah" begitulah isi doa Shira, dia mengeluarkan semua kesedihannya di depan sang maha penciptanya....


maaf ya lama up nya, jika kalian mau , kalian bisa membaca juga novel bos and me sambil menunggu aku up,


selamat membaca, semoga kalian suka dengan karyaku..

__ADS_1


TBC


__ADS_2