
shira mendekat ke arah diyan lalu dia membawa diyan duduk di bawah pohong yang besar nan rindang, shira pun duduk dibawah pohon itu bersama diyan
saat mereka berdua duduk, diyan pun langsung memeluk shira dan menangis sejadi-jadinya, shira hanya diam saja sambil mengelus-elus pundak diyan agar diyan sedikit tenang,. shira sudah tak mampu berkata-kata lagi, karna sekarang shira pun ikut mengeluarkan air mata namun tidak mengeluarkan suaranya,, menangis dalam diam menyalahkan dirinya yang telah meninggalkan diyan seorang diri bersama rena.
hampir semua keluarga shira tau bahwa kelemahan shira adalah melihat orang menangis, jika seseorang sekarang ini adalah orang lain dia mungkin tidak akan sesedih ini, namun orang yang menangis ini adalah orang yang dia cintai seperti saudarinya sendiri
tak lama kemudian diyan pun sedikit-sedikit tenang lalu melepas pelukannya kepada shira, shira pun buru-buru menghapus air matanya lalu menatap wajah diyan,
shira tadi tak terlalu memperhatikan bekas tamparan ketua preman itu, jadi shira tak tahu bahwa wajah diyan sekarang telah bengkak, bahkan jari jari ketua preman itu tercetak jelas di pipi mulus diyan
sekali lagi kemarahan shira kembali meluap saat memperhatikan wajah diyan dari dekat seperti ini, wajah yang tadinya sudah lumayan tenang sekarang kembali muram dengan tatapan yang menakutkan, namun dia tidak memperlihatkan raut wajahnya itu kepada diyan, tetapi.... kepada seseorang yang datang menghampiri mereka dengan memegang pisau agak panjang seperti keris
seketika shira yang diam langsung saja mengepalkan tangannya dan tangan itu langsung menjadi merah, seperti ada kekuatan yang sangat besar dan ingin meledak di kepalan tangan itu
diyan melihat raut wajah shira yang seperti itu, langsung saja melihat ke arah mata shira tertuju dengan membalikkan badannya kebelakang, dan ternyata preman itu sudah sangat dekat dengan tempat mereka berdua duduk
belum sempat diyan bereaksi shira sudah langsung maju dan tangan yang semula mengepal langsung di bukanya lalu sedetik kemudian dia ingin melayangkan tangannya kepada ketua preman itu dengan sangat tenang, bersamaan dengan preman itu ingin menusuk shira
diyan yang melihat itu langsung panik lalu berteriak menahan shira
"ii.... ira jangan.... ra",
tangan shira yang sebenarnya sudah berada dekat dengan badan ketua preman itu, namun karna kaget mendengar teriakkan diyan shira langsung melayangkan tangannya ke pohon yang sangat besar tempat mereka duduk bersama Diyan tadi
__ADS_1
pohon yang sangat besar itu langsung goyang seakan ingin tumbang saat itu juga, daun-daun yang masih segar pun ikut terjatuh , bahkan ranting-ranting pohon itu juga ikut terjatuh, jari-jari shira pun tercetak di pohon besar itu, diyan pun sedikit ter mundur kebelakang akibat merasakan tenaga yang begitu amat besar dikeluarkan dari dalam diri shira,
frans, gavin dan ke lima preman yang melihat itu langsung tercengang bahkan tak percaya, termaksud ketua preman yang semula ingin menusuk shira langsung terhenti di tengah jalan karna melihat pemandangan yang sama sekali tidak ia percayai
ilmu beladiri Shira memang bukan ilmu beladiri biasa,
saat SD kelas empat Shira telah berhasil mencapai sabuk hitam karate,
namun saat SD kelas enam sampai tamat SMA, shira diajarkan ilmu beladiri Taichi oleh pamannya, hingga mencapai taichi tahap terakhir yaitu dapat menggerakkan barang apapun yang berada dekat dengannya,
bukan hanya itu saja, ilmu beladiri taichi bahkan bisa sangat berbahaya jika seseorang memakainya dalam keadaan marah, karna orang yang memakainya dalam keadaan marah akan membuat tenaga dalam diri orang tersebut menjadi tak bisa di kendalikan bahkan dapat menyebabkan beberapa orang akan terhempas dengan sekali hembusan tangan yang terbuka...
seperti yang dilakukan Shira barusan ini, dirinya telah dikuasai oleh kemarahan yang sangat besar hingga semua tenaganya ia kumpulkan menjadi satu di telapak tangan kanannya
ilmu beladiri taichi adalah ilmu beladiri tingkat tinggi dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mempelajarinya,
mempelajari tingkat awal saja sudah sangat sulit, apalagi sampai tahap yang dipelajari shira yaitu tahap terakhir, shira bahkan mempelajarinya selama enam tahun lamanya
shira memang berhasil mencapai tingkat terakhir, namun tidak ada yang tau apa yang telah ia lalui dulu saat belajar ilmu beladiri itu selain dirinya, Diyan dan pamannya yang telah mengajarkannya, dulu mata Shira bahkan diteteskan cabai yang telah dihaluskan memakai ujung jarum setiap minggunya, bahkan masih banyak lagi penderitaan lainnya agar dia mencapai tahap akhir.
shira sengaja mempelajari ilmu beladiri diri walaupun sulit, karna dia selalu berpikir bahwa dia adalah anak terakhir dari saudara saudarinya, jadi dia sangat ingin bisa melindungi mereka termaksud keluarga diyan
tangan shira sekarang masih menempel di batang pohon yang sangat besar itu, dia diam termenung sambil dalam hati banyak-banyak ber istighfar karna tak dapat mengendalikan dirinya hingga hampir saja ia mencabut nyawa hamba tuhannya...
__ADS_1
diyan pun segera mendekati shira bersamaan dengan frans dan gavin,
sedangkan para preman itu sudah melarikan diri dengan menyeret temannya yang masih pingsan akibat di pukul shira tadi, karna melihat shira yang memukul pohon tadi,batang pohon yang sangat besar pun goyang bahkan ranting-rantingnya jatuh dengan sekali pukulan, apalagi manusia sekecil mereka, dapat dengan mudah di hempasan oleh Shira
"ra kamu ngga papa kan?" tanya Diyan yang sudah berada di samping Shira sambil memegang pundak shira
shira tak bergeming sama sekali, masih diam dan tak bergerak, setelah beberapa menit shira pun melihat ke arah Diyan dengan mata yang basah, merah, dan bengkak, keadaannya sungguh sangat menyedihkan bahkan lebih menyedihkan dari pada Diyan saat ini
"ngga apa-apa kok kamu ngga salah, yang pentingkan mereka semua baik-baik saja" ucap Diyan masih setia mengelus-elus pundak Shira
shira pun berniat memeluk Diyan namun belum juga dia melangkah, Shira langsung pingsan, untung saja diyan berdekatan dengan shira, jadi diyan langsung menahan badan shira dengan memeluknya, alhasil Diyan pun ikut terjatuh karna tak bisa menahan badan shira..
frans dan gavin langsung bereaksi saat melihat shira dan diyan jatuh namun sayang mereka terlambat karna diyan telah terjatuh di tanah bersama dengan shira
frans oun langsung mengangkat badan Shira, dan gavin membantu diyan berdiri dengan mengulurkan tangannya, namun diyan tak bergeming,. gavin oun langsung mengerti, dia pun langsung memasukkan sedikit tangannya ke dalam lengan bajunya, lalu lengan baju yang kosong itu di berikan kepada diyan agar diyan memegangnya,
"nih tarik," ucap gavin lembut
diyan pun tersenyum, diyan menarik lengan baju yang kosong itu lalu berdiri dari duduknya
jika kalian suka dengan novel ini jangan lupa vote ya,
tunggu kelanjutannya..
__ADS_1
selamat membaca.......