
shira terus saja berpura-pura agar dia terdengar baik-baik saja dan tidak membuat kakak-kakaknya khawatir kepadanya
"kakak yang sabar ya, mendingan kakak sekarang pergi berwudhu dan shalat, habis itu kakak mengaji agar pikiran kakak tenang" ujar shira menasehati
"iya ra, kamu ke sini kan ra? kamu hadir kan pas umi sama abi di kebumikan besok?" tanya sinta sedikit tenang dan tak menangis seperti tadi lagi
"in Syaa allah ira akan datang bersama dengan diyan" jawab shira
"hmm kamu bicara baik-baik kepada diyan, dan hibur dia, dia pasti sangat terpukul melebihi kita-kita, bahkan kakaknya dari pagi frustasi karna diyan tak mengangkat telepon darinya", ucap sinta
"kakak beri tahu kepada kak ashar (kakak diyan), bahwa aku akan memberitahukan semuanya kepada diyan dan tidak usah khawatir kepada diyan, karna aku akan selalu di sampingnya" ucap shira dengan masih terus menahan butiran kristal dari kelopak matanya agar tak jatuh
"yaudah kamu hati-hati ya nanti di perjalanan, kakak sekarang mau ambil wudhu dulu biar tenang" ucap sinta
"da.dah assalamualaikum" sambungnya lagi
"iya. wa'alaikumussalam" jawab shira lalu mematikan teleponnya
setelah Shira mengakhiri telponnya bersama sinta, shira langsung menangis sesugukkan mungkin, farah yang melihat itu langsung memeluknya dengan erat
"ngga papa ra, jika kamu ngga mau cerita ngga papa, aku ngga akan paksa kok, dan jika kamu ingin nangis, nangis aja ra, nangis sepuasnya, aku akan selalu berada di samping mu untuk mendukung mu ra" ucap farah sambil menepuk-nepuk punggung shira.
sedangkan frans hanya melihat tanpa bersuara, frans sebenarnya ingin bertanya, ada apa dengan shira,. apa yang membuatnya sedih, sampai seperti ini, seperti kesedihan yang sangat mendalam, frans sungguh tidak tega melihat orang yang di cintainya sedih seperti ini
"ya Allah kuatkan hamba mu ini, bagaimana jika diyan tahu tentang hal ini, dia pasti akan lebih terpuruk dariku, ya Allah kuatkan diyan ya Allah" shira berdoa dalam hati semoga diyan dapat menerima takdir yang diberikan oleh Allah, yang sedang mereka jalani sekarang ini
flashback off
"ada apa ini? kenapa shira nangis?" tanya diyan menuju ke arah mereka sambil menyimpan semangkok nasi di atas meja kamar itu
"hmmm ngga apa-apa kok yan, aku hanya menceritakan tentang kejadian semalam kepada farah" ucap shira terpaksa berbohong. shira akan menceritakan kepada diyan tentang orang tua dan adik-adiknya setelah diyan sarapan, karna bisa di pastikan jika shira menceritakannya sekarang diyan pasti ngga akan makan seharian ini
__ADS_1
"iya kan rah" sambung shira agar diyan semakin yakin lalu melepas pelukan farah
farah yang tidak tau apa-apa harus ikut berbohong membantu shira agar diyan yakin
"iya, maaf ya udah ninggalin kalian semalam, aku nyesel banget" ucap farah dengan jujur dan merasa bersalah
"owhh, udah lewat, aku sama shira juga ngga apa-apa, santai aja" ucap diyan lalu mengambil kembali nasi yang di simpannya di meja tadi lalu membawanya kepada shira
"kak sopnya" ujar diyan meminta sop yang di pegang oleh gavin
gavin pun menuju ke arah diyan lalu memberikan semangkuk sop ayam itu
"nih ra kamu makan dulu ya" ucap diyan perhatian
"hmm baunya enak banget yan, siapa yang masak kamu?" tanya farah penasaran, karna bau sop ayam itu sangat mengunggah selera
"hmm iya rah, maaf ya udah memakai bahan-bahan di kulkas kamu," diyan merasa bersalah
"masih banyak kok, aku udah siapin di meja makan" ucap diyan
"sebentar lagi udah mau adzan subuh nih, lebih baik kalian pergi mandi, aku ngga papa kok sendiri" ucap shira tiba-tiba
"kamar kamu dimana rah? nanti setelah aku makan aku akan nyusul kalian di sana, karna aku ngga bawa baju ganti" sambungnya lagi bertanya kepada farah
"kamar aku pas di sebelah kamar kak frans ini, sebentar kamu langsung masuk aja, ngga aku kunci" jawab farah
"kamu yakin ngga apa-apa kami tinggal?" tanya Diyan kurang yakin meninggalkan shira sendirian
"iya aku yakin kok, lagian aku tadi hanya kelaparan, bukan sakit" jawab shira meyakinkan Diyan
setelah itu mereka ber empat langsung keluar meninggalkan shira yang sedang makan sendirian di dalam kamar frans,
__ADS_1
shira makan dengan sangat terpaksa, sebenarnya shira sudah tak ada ***** makan setelah mendapat telpon dari sinta tadi, namun dia memaksakan untuk makan agar dia bisa memulihkan tenaga yang di kurasnya semalam saat hampir membuat pohon tumbang
tak lama kemudian, setelah shira selesai makan, shira pun menyusul ke kamar farah, saat shira masuk, shira mendapati bahwa diyan dan farah telah selesai dengan ritual mandinya,
"kalian udah selesai ya?" tanya shira
"hmm iya, kamu juga pergi mandi sana, baju kamu udah aku simpan di atas kasur, dan handuknya ada di sana" ucap farah sambil menunjuk arah tempat ia menyimpan stok handuk
shira langsung menuju kamar mandi, setelah mengambil pakaian dan handuk dari farah
setelah mereka semua mandi, mereka langsung menuju ke mushola tempat biasa keluarga frans menunaikan shalat
setelah masuk ke dalam musholla, shira,. farah dan diyan melihat frans dan gavin sedang menunggu mereka sambil bercerita satu sama lain
frans telah menceritakan kepada orang tuanya bahwa ada teman farah yaitu diyan dan shira bermalam di rumah mereka semalam
karna melihat mereka yang masih bercerita Shira, Diyan dan farah pun menunaikan shalat Sunnah sebelum subuh dulu, mereka bertiga membentangkan sajadah mereka masing-masing,
"kita jama'ah" ucap ayah farah
"kita mau shalat Sunnah sebelum subuh dulu pih" ucap farah
"owh gitu ya, yaudah kami akan menunggu kalian selesai shalat, setelah itu kita jama'ah shalat subuhnya",ujar papi Farah
shira, diyan dan farah pun langsung ber segera menunaikan shalat Sunnah sebelum subuh,
"mami bangga banget sama perubahan farah yang sekarang" ucap mami farah terharu
"mami senang banget, farah bisa berteman dengan diyan dan shira, mereka bisa mengubah farah yang dulunya tak terlalu paham agama, sekarang farah seakan lebih memahami agama lebih dari kita" sambungnya lagi
"iya mih, frans dan gavin juga sangat bersyukur bisa kenal dengan shira dan diyan, mereka membawa banyak perubahan kepada kami" ucap frans di balas anggukan oleh semuanya
__ADS_1
setelah Shira, Diyan dan farah shalat sunnah, mereka oun kembali menunaikan shalat Subuh berjamaah dengan di imami oleh ayah frans