
Frans, gavin, satya, shira, diyan, dan farah sekarang telah berada di ruang tunggu bandara internasional ibukota, mereka duduk sambil memperlihatkan raut wajah sedih mereka.
setelah keluar aula tadi mereka ber enam langsung ke mushola lalu setelah itu mereka makan malam, setelah makan malam mereka langsung menuju ke bandara, mereka menunaikan shalat isya di masjid bandara internasional ibukota.
"ra baru jam setengah delapan, masih ada setengah jam lagi baru kalian akan di panggil," ucap farah melihat jam di pergelangan tangannya
"terus?" tanya diyan
"hmmm gimana kalau kita tulis surat dan setelah kita tulis kita tukaran, terserah untuk siapa saja kalian menulis, bebas" ucap farah
mereka semua tampak berpikir menimbang-nimbang ucapan farah barusan, sekilas mereka saling melihat satu sama lain lalu berkata dengan kompak "oke"
mereka pun membuka tas masing-masing, lalu mengambil kertas dan pulpen untuk di pakai menulis.
"pokoknya jangan ada main intip intipan, surat ini hanya bisa di buka saat kita semua sudah berpisah dari sini" ucap farah mengingatkan sambil memicingkan matanya melihat mereka satu persatu.
farah tadi sempat melihat gavin dan satya yang sedang berbisik-bisik entah membisikkan apa, makanya farah mengingatkan mereka
kursi mereka memang berderet namun shira dan diyan duduk tepat di ujung kursi sedangkan farah duduk di samping frans sebagai penengah antara mereka karna mereka adik kakak
"ngga kok" bantah satya
"tadi aku lihat kak satya sama kak gavin bisik-bisik, kakak jangan bohong" ucap farah menyelidik
"mendingan kita jauh jauhan agar ngga ada yang saling melihat surat" tambahnya lagi
mereka semua pun langsung berpencar, satya menulis sambil duduk jongkok di lantai bandara itu, gavin berdiri bersandar di tembok, frans pergi ke kursi sebelah, sedangkan farah, shira dan diyan tetap di tempat mereka duduk namun mereka sedikit memberi jarak satu sama lain
__ADS_1
selang beberapa menit shira, farah dan diyan telah selesai menulis, masing-masing mereka menulis lima surat. hanya farah yang menulis tiga surat saja, mereka melipat kertas itu menjadi sedikit kecil dan menulis nama-nama agar tidak tertukar
frans, satya dan gavin juga telah menyelesaikan tulisan surat mereka, mereka pun kembali berkumpul ke tempat shira, diyan dan farah duduk.
frans hanya menuliskan dua surat saja, yaitu untuk diyan dan shira karna menurutnya farah masih bisa dia jumpai setiap hari setelah perpisahan di sini sedangkan gavin dan satya, frans biasa akan selalu bersama mereka, jadi untuk apa menulis surat untuk mereka berdua.
sedangkan gavin juga hanya menulis dua surat untuk shira dan diyan, dan satya dia menulis tiga surat.
"ayo tukaran" ucap farah antusias
shira berdiri duluan lalu membagikan satu persatu surat yang di tulisnya kepada mereka berlima
"wah ternyata kami juga dapat" ucap satya dan gavin
shira hanya menanggapinya dengan senyuman, setelah memberikan mereka surat yang di tulisnya shira pun kembali duduk di tempatnya semula
"wah wah ternyata mereka menuliskan untuk kita semua" ucap satya setelah diya kembali ke tempat duduknya
"kita semua teman kak, jadi kami menulis tanpa membeda-bedakan" balas shira tersenyum
sekarang giliran farah, farah hanya menulis tiga surat yaitu untuk shira, diyan dan satya.
farah pun memberikan suratnya kepada diyan dan shira lalu lanjut berjalan menuju satya, satya menatap farah, dia sangat berharap surat satunya itu untuk dirinya, namun saat sampai di depan frans dia berhenti lalu memberikan suratnya kepada frans.
farah terlalu malu untuk memberikan surat itu langsung kepada satya, jadi farah tak mau memberikannya kepada satya.
satya yang melihat itu sangat kecewa,. dia tadi telah berharap banyak..
__ADS_1
frans pun bingung di buatnya,
"serius ini untuk kakak rah?" tanya frans memastikan
"i...iya itu untuk kakak,. kalau tidak untuk siapa lagi" ucap farah sambil kembali duduk
lalu sekarang giliran frans, frans pun berdiri. karna frans hanya menulis dua surat jadi dia langsung menuju ke arah shira dan diyan lalu memberikan suratnya untuk Diyan dan shira, saat memberikan suratnya kepada shira frans bertatapan dengan shira, frans menatap dalam mata biru shira yang mungkin akan membuatnya rindu setelah perpisahan ini, tiga bulan bukanlah waktu yang cepat untuk Frans..
frans memang tak melihat kesedihan di dalam mata indah shira yang di lihatnya hanyalah ketenangan, seakan-akan tak terjadi apa-apa, bahkan dia seperti tak sedih saat berpisah dengan mereka. "sebegitu kuatnya kah shira? bahkan dia seperti sangat ahli dalam menyembunyikan kesedihannya" ucap frans dalam hati.
shira dan frans pun memutuskan tatapan mereka lalu frans kembali ke tempat duduknya
sekarang giliran Gavin, gavin berdiri lalu melangkah menuju ke arah shira dan diyan, dia juga hanya menulis dua surat untuk shira dan diyan saja, gavin memberikan surat itu kepada shira lalu beralih ke diyan, gavin melihat mata diyan yabg berkaca-kaca, ia tau diyan sangat terpukul oleh berita kepergian orang tua dan adik-adiknya, gavin terus menatap diyan dengan sangat dalam sepeti tak ingin berada jauh dengan nya, sedangkan diyan tak berani menatap mata gavin karna diyan sadar matanya sekarang telah berkaca-kaca karna seperti tak sanggup berpisah dengan mereka yang selalu bersamanya selama setahun lebih.
setelah lama menatap diyan gavin pun memberikan diyan suratnya yang di tulisnya,
"ingat nanti saat kamu sampai di kotamu baru kamu buka ya" ucap gavin lembut, dan hanya di jawab anggukkan oleh diyan
gavin sangat ingin menyentuh pucuk kepala diyan hanya untuk sekedar menenangkan diyan, namun di tahannya karna Diyan pasti tak akan suka jika dia menyentuhnya jadi gavin hanya bisa berdoa agar diyan dan shira selamat sampai tujuan mereka dan di berikan kekuatan untuk cobaan mereka ini. lalu setelah itu gavin pun juga kembali ke tempat duduknya
yang terakhir sekarang giliran satya, satya berdiri dengan ceria, sebenarnya dia tadi sangat kecewa saat tahu bahwa surat terakhir farah bukan untuk nya, namun dia hanya berpura-pura tidak terjadi apa-apa agar keadaan tak canggung, satya menyelipkan surat yang di tulisnya untuk farah ke dalam kantongnya, ia berniat untuk tidak memberikan surat itu kepada farah.
satya langsung berdiri dan menghampiri Diyan dan shira, melewati farah yang duduk di tengah frans dan shira.
satya pun memberikan surat yang di tulisnya kepada shira dan diyan lalu kembali ke tempat duduknya tanpa menghiraukan farah.
farah yang melihat itu hatinya sedikit sakit, farah pikir satya juga akan menuliskan surat untuknya ternyata tidak, farah sedikit kecewa...
__ADS_1
setelah tukar menukar surat, shira dan Diyan pun berdiri dari tempat duduknya dan ingin masuk ke dalam pesawat, karna kurang 10 menit lagi jam delapan....