Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
bab 7.


__ADS_3

Frans telah sampai dibandara ibukota, dia pun keluar dan mencari supir yang disuruh ibunya datang menjemputnya.


"pak Ben?" tanya Frans kepada laki-laki paruh baya sedang menghadap belakang


"eh iya den," ucap pak Ben setelah berbalik badan


"sini den kopernya biar saya saja yang bawa" sambungnya lalu mengambil koper yang dipegang oleh Frans


mereka pun pergi menuju ke parkiran.


saat tiba didepan mobil pak Ben langsung membukakan pintu belakang buat Frans dan membuka bagasi lalu menyimpan koper milik frans


pak Ben pun langsung melajukan mobilnya menuju kerumah keluarga Frans


"semuanya ada dirumah pak?" tanya Frans


"nyonya dan tuan ada dirumah, tapi non Farah sudah pindah" ucap pak Ben


"pindah? pindah kemana?" tanya Frans bingung.


kepulangan Frans 70 persen adalah keinginan Farah dan hanya 30 persennya keinginannya sendiri


namun Frans mendengar Farah pindah, maksudnya dia pindah kemana?


pikir Frans bertanya-tanya


"non farah pindah ke asrama tadi siang, setelah dia pulang dari kampus den,


nyonya tadi bilang kepada saya bahwa Farah akan menunggu Aden diasramanya saja" ucap pak Ben melihat kearah depan


"yaudah kita ke asrama Farah aja dulu" ucap Frans


ditempat lain...


"rah, kamu mau ikut?" tanya Diyan


"ikut kemana?" tanya Farah


"kita mau pergi belanja ke swalayan dekat sini, tadi aku dan Shira lihat ada swalayan disana" jawab Diyan


"ngga deh, kalian aja, aku nitip makanan ringan aja" ucap Farah


"kalau gitu aku pakai rok dan jilbab dulu" ucap Shira


"ngga usah, lagian disini itu asrama khusus perempuan ngga ada laki-laki, bahkan pengurus dan penjaganya semua juga perempuan" ucap Farah menghentikan Shira


"benaran?" tanya Shira ragu


"iya kalau kalian ngga percaya tanya aja sama penjaga asrama dibawah" ucap Farah

__ADS_1


"yaudah deh kalau gitu aku pergi kaya gini aja" ucap Shira


"ayo yan" sambungnya mengajak Diyan keluar


Shira dan Diyan keluar kamar dengan memakai celana training dengan baju kaos dan jaket besar menutupi kepala dan rambut mereka


saat mereka tiba didepan penjaga asrama mereka Shira langsung kepikiran dengan kata-kata Farah tadi, lalu dia pun mendekati penjaga perempuan itu lalu bertanya


"Bu apakah disini asrama yang hanya khusus perempuan saja" tanya Shira


"iya disini hanya khusus asrama perempuan saja, ada apa?" tanya balik penjaga asrama itu setelah dia menjawab pertanyaan Shira


"ngga apa-apa Bu, kita hanya mau ke swalayan disana saja" ucap Shira


Shira dan Diyan lalu pergi ke swalayan, benar saja bahkan orang-orang yang belanja di swalayan itu semua perempuan.


Shira dan Diyan tetap menutup kepala dan rambutnya memakai topi jaket mereka.


setelah mereka membeli keperluan memasak dan sedikit makanan ringan mereka pun pulang dan langsung menuju ke kamar


dalam perjalanan Diyan melihat ada lapangan basket lengkap dengan bolanya, lalu dia pun berkata kepada Shira


"Ra singgah yuk, udah lama kita ngga main basket, seingatku waktu terakhir kita main, waktu pertandingan antar sekolah kita" ucap Diyan menunjuk kearah lapangan basket


"emang boleh?" tanya Shira ragu


"ngga apa-apa entar aja kok" ucap Diyan


"oke siap" ucap Diyan lalu menyimpan barang yang dibelinya tadi diatas kursi dan pergi berlari ke dalam lapangan dengan diikuti Shira dibelakangnya


Diyan lalu membuka jaket yang dipakainya, terlihatlah rambut lurus panjang berwarna hitam, dengan tangannya yang putih mulus


"ngga usah dibuka jaketnya yan" ucap Shira melihat rambut Diyan yang tergerai


"ngga apa-apa Ra, lagian kan ngga ada juga laki-laki yang lihat kita,


ayo main" ucap Diyan


Shira tidak membuka jaketnya dia hanya membuka topi jaketnya yang menutupi kepala dan rambutnya


mereka pun bermain basket dengan lincah


"yeh 1-2, aku menang nih ra" ucap Diyan


Shira langsung merebut bola yang dipegang Diyan lalu melemparnya dengan kejauhan 10 meter


"Alhamdulillah" ucap Shira


tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yang terus melihat kearah mereka, dia sangat kagum melihat Shira yang melempar bola dengan jarak 10 meter.

__ADS_1


dia melihat rambut Shira yang diikat ekor kuda, rambut yang lurus panjang dan berwarna hitam.


wajah Shira yang putih bersih dibawah sinar bulan, sungguh sangat cantik nan indah....


setelah Shira memasukan bola basketnya kedalam ring, dia lalu melihat jam di pergelangan tangannya, mereka telah bermain lebih dari 20 menit


Shira menoleh ke arah samping lapangan basket itu. dan tak sengaja dia bertatapan dengan laki-laki yang sama sekali tak dikenalnya.


Shira langsung melototkan matanya tak percaya dia langsung memakai topi jaketnya hingga menutupi semua rambutnya


lalu dia berlari mengambil jaket Diyan dan langsung menutupi wajah dan aurat Diyan yang kelihatan.


Shira mengajak Diyan pulang, Diyan dibuat bingung oleh Shira, namun dia mengikuti semua perkataan Shira


dalam perjalanan ke kamarnya Shira terus beristighfar dalam hati, dia menyesali kebodohannya, dengan memperlihatkan auratnya kepada laki-laki yang bukan mahramnya.


ya Allah berapa helai rambutku yang dilihat oleh laki-laki itu,


maafkan aku ya Allah, aku telah lalai menjalankan kewajibanku dengan menutup aurat ku didepan laki-laki yang bukan mahramku


ucap Shira dalam hati sambil berjalan dengan meneteskan air matanya


sepanjang jalan Shira terus diam dan tidak bicara,


hingga mereka sampai dalam kamar pun Shira tetap tidak bicara, dia terus diam hingga membuat Diyan bingung.


Diyan ingin bertanya kepada Shira namun dia urungkan karna melihat Shira telah mengganti pakaiannya dan bersiap untuk tidur..


flashback on


Frans telah sampai di asrama Farah, dia pun turun dari mobil dan masuk kedalam asrama itu,


sebenarnya Frans tidak diizinkan masuk namun saat dia mengatakan bahwa dia akan menemui adiknya Farah alvaro dan dia adalah Frans alvaro pemilik kampus ini penjaga asrama itu langsung membiarkan Frans masuk.


namun sebelum masuk Frans telah berpesan agar identitas Farah adiknya tidak dibocorkan.


dia pun menuju kamar yang telah diberitahukan oleh penjaga asrama tadi


setelah sampai depan pintu kamar adiknya dia langsung mengetok pintu


tok tok suara ketukan pintu,


Farah yang didalam tidak bergerak karna dia berpikir bahwa itu adalah Shira dan Diyan, dan mereka pergi membawa kunci jadi dia berpikir mungkin mereka hanya iseng-iseng untuk mengetok pintu saja


tak lama kemudian.... tok tok suara ketukan pintu berbunyi lagi


Farah yang sedang berbaring ditempat tidurnya lalu bangun dan menuju pintu


"siapa?" tanya Farah mendekati pintu

__ADS_1


"menurutmu?" ucap Frans dibalik pintu


Farah yang mendengar suara kakaknya dia langsung membuka pintu lalu menghamburkan pelukannya kepada Frans...


__ADS_2