
Shira, Diyan dan Farah telah sampai di asrama mereka, Shira dan Diyan pulang diantar oleh Frans dan Gavin, sedangkan Farah dijemput oleh Satya.
mereka semua pulang setelah makan malam di mall..
Shira, Diyan dan Farah pun beristirahat di ranjang masing-masing, mereka lelah sedari tadi keliling mall..
keesokan harinya...
Frans telah bersiap-siap untuk pergi kuliah, dia pun keluar kamar
saat dia melewati meja makan dia melihat papi dan mami ya sedang duduk makan sambil berbincang-bincang,
Frans langsung mencium punggung tangan mereka berdua
mami Frans melihat Frans sangat terburu-buru, tidak seperti biasanya, biasanya dia sangat santai, kenapa sekarang dia terburu-buru padahal sekarang masih jam 7,
"ngga sarapan dulu sayang?" tanya sang mami kepada Frans dengan heran
"ngga mih, Frans sarapan di kampus aja, Frans lagi buru-buru hari ini" jawab Frans terburu-buru dan langsung ingin pergi, namun dicegah oleh sang mami
"gimana Shira dan Diyan kemarin, apakah mereka menerima pemberian mami?" tanya maminya penasaran
"owh iya Frans lupa, entar aja mih, setelah Frans pulang dari kampus baru Frans ceritain oke" lanjut Frans langsung berlari keluar rumah dan membawa mobilnya ke kampus
Frans hari ini terburu-buru karna ingin bertemu dengan Shira, hari ini dia harus berhasil mendapatkan data-data Shira,
dia berencana akan menanyakan langsung kepada dekan di kampus itu, Frans adalah anak pemilik kampus ini, seharusnya tidak susah baginya mendapatkan data-data tentang Shira
Frans pun sampai di kampus setelah beberapa menit perjalanan
Frans langsung pergi ke ruangan dekan, karna masih jam 8 jadi para mahasiswa dan mahasiswi belum banyak yang datang
Frans pun tiba di depanruangan dekan, dia langsung mengetok pintu, lalu dia masuk setelah di perbolehkan masuk oleh dekan, frans melihat pak dekan sedang menyimpan tasnya, seperti baru sampai
pak dekan lalu melihat ke arah pintu, dia langsung kaget, ternyata yang mengetok pintu adalah anak dari pemilik kampus ini, oak dekan pun langsung bertanya kepada Frans
"ada apa nak Frans pagi-pagi datang ke ruangan saya"
"ngga apa-apa pak, saya hanya ingin menanyakan data-data tentang mahasiswi yang bernama Alexandra" jawab Frans dengan sopan
"Alexandra? tunggu bapak Carikan data-data nya" ucap pak dekan lalu membuka komputer yang ada di mejanya
__ADS_1
dia pun mencari nama Alexandra di komputer itu
"ini nak" ucap pak dekan setelah mendapatkan data-data tentang Shira
Frans lalu melihat data tentang Shira, namun dia hanya bisa melihat nama lengkap dan nama orang tuanya saja, Frans tidak melihat nama kota asal Shira
"pak, ini hanya ini data yang di dapatkan dari kampus?" tanya Frans kepada pak dekan
"iya nak, ada apa sebenarnya?" tanya pak dekan setelah menjawab pertanyaan Frans
"ngga apa-apa pak, kalau begitu bisa saya lihat data tentang diyan?" tanya Frans lagi
pak dekan pun kembali mencari nama Diyan di komputer itu
setelah mendapatkan nama Diyan, pak dekan pun memperlihatkan kepada Frans,
namun tetap sama, di data tentang Diyan tidak tertulis nama kota asalnya.
karna tidak mendapatkan apapun Frans pun keluar dari ruangan dekan itu
---
Shira, Farah dan Diyan sedang berjalan menuju ke kelas mereka..
Farah pun ikut penasaran, dia langsung mengajak Shira dan Diyan untuk ikut melihat papan pengumuman bersama
saat Rena melihat Shira mendekat, dia langsung mengembangkan senyum liciknya
mampus Lo kali ini, gumam Rena lirih
namun saat dia melihat ada Farah dekat Shira, Rena langsung mendekati Farah lalu berkata
"Hay Farah selamat pagi, apakah kamu juga ingin melihat papan pengumuman?"
Farah bicara dengan nada yang lembut
membuat Farah yang mendengarnya ingin muntah, campur bingung. Farah berubah 180 derajat setelah kemarin, ada apa dengannya? pikir Farah bertanya tanya
namun dia tidak menghiraukan itu, dia langsung menjawab pertanyaan Rena dengan berkata
"iya kak"
saat itu juga Rena langsung menyuruh para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di depan papan pengumuman itu untuk minggir.
__ADS_1
"minggir semuanya"
setelah Rena mengucapkan itu para mahasiswa dan mahasiswi langsung minggir ke samping satu persatu
Farah, Diyan dan Shira langsung maju ke depan melihat nama-nama yang mengikuti lomba itu,.
dan betapa mengejutkannya, saat mereka bertiga melihat ada nama Alexandra yang tertulis di sana
"kamu kapan daftarnya Ra?" tanya Diyan heran, karna setau Diyan, mereka kemarin selaku bersama, terus kapan Shira mendaftarkan diri?
Shira juga bingung, dia tidak pernah mendaftar
"aku ngga daftar kok, kamu tau kemarin kan kita selaku bersama-sama" jawab Shira heran
"terus kalau kamu ngga daftar ini nama. siapa? kamu kan satu-satunya nama Alexandra di sini, walaupun banyak yang bernama Alexa, tapi hanya kamu yang bernama Alexandra" jelas Farah
"tapi aku ngga daftar," bantah Shira
Rena dan Yura yang melihat Shira panik langsung tersenyum penuh kemenangan
"yaudah kalau gitu ayo kita pergi ke ruangan Bu Rita, kita cancel aja" sambung Shira lalu mengajak Farah dan Diyan,
namun saat mereka ingin pergi, mereka bertiga langsung di cegat oleh Rena dengan berkata
"setau gue sih, kalau udah daftar udah ngga bisa di cancel,"
Shira langsung balik menghadap Rena
"emang kenapa kak?" tanya Shira kepada rena
"ya gue ngga tau juga, tapi kemarin pas gue daftar kata Bu Rita siapapun yang sudah daftar ngga bisa di cancel, jika dia mengcancel namanya, maka dia akan di keluarkan dari kampus" jawab Rena dengan tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan Shira dengan raut wajah pasrah nya
"terus gimana Ra?" tanya Diyan
"aku ngga tau yan, tapi sekarang coba kita pergi aja dulu ke ruangan Bu Rita, siapa tau aja, kita bisa membujuknya" jawab Shira tenang
mereka bertiga pun pergi menuju ke ruangan Bu Rita, namun saat mereka tiba di ruangan Bu Rita, mereka tidak melihat Bu Rita, sepertinya Bu Rita belum masuk atau tidak masuk kampus hari ini
Shira pun hanya diam saja, dia berpikir bagaimana caranya agar dia di hapus dari lomba itu..
karna mereka tidak melihat Bu Rita mereka pun pergi menuju ke kelas mereka.....
*maaf ya up nya telat, akhir-akhir ini author lagi banyak kerjaan*
__ADS_1
selamat membaca 🙂