Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
eps 69


__ADS_3

melihat shira yang melamun, alex tak tahan untuk tidak memanggilnya, alex pun segera memanggil shira agar shira tak melamun lagi


"girls, girls" panggil Alex sembari melambai-lambai kan tangannya depan wajah shira


"are you oke girls?" tanyanya lagi


shira tak menjawab ia hanya diam menatap Alex dengan tatapan risih, namun setelah beberapa saat ia mengembalikan ekspresi wajahnya seperti biasa lagi karna tak ingin alex tersinggung


shira tersenyum kaku lalu menjawab pertanyaan Alex barusan tanpa melihat alex


"Alhamdulillah aku ngga apa-apa kok"


"syukur deh, yang penting kamu baik-baik saja itu sudah cukup untukku" tutur Alex


"jika sikap Alex terus menerus seperti ini siapa yang akan tahan?, cara dia terlalu agresif untuk mendekati alexa dan sepertinya alexa sudah mulai terganggu, aku bisa melihat bahwa Alexa bukan seperti wanita yang biasa mengejar-ngejar Alex, dan anak ini mengapa harus memakai cara seperti ini? bukankah dia biasanya pelit bicara? huhhh menggelikan" ucap Grace dalam hatinya sembari menatap intens Alexa


grace sangat heran dengan tingkat alex, grace sebenarnya sangat ingin memperingatkan kepada alex agar tak terlalu agresif saat mendekati alexa, namun sejak tadi alex tak pernah melihat ke arahnya alex terus melihat alexa dan tidak menghiraukan betapa risih nya shira yang di tatap seperti itu olehnya

__ADS_1


merasa risih karena terus di perhatikan dengan intens oleh alex, shira pun akhirnya berbicara kepada grace yang ada di samping kanan nya, namun suaranya sangat kecil hingga orang lain tak mendengarnya hanya grace saja yang bisa mendengarnya.


tak lama kemudian grace berdiri di ikuti oleh shira yang ikut berdiri, lalu keduanya saling berganti kursi, grace duduk di tempat duduk shira yaitu bersampingan dengan alex dan shira duduk di tempat duduk Grace dan bersampingan dengan farah


alex memandang shira yang duduk di samping grace dan farah namun segera grace yang di sampingnya menutup celah agar alex tak lagi bisa melihat shira, seketika alex langsung mengalihkan pandangannya melihat grace, alex yang tadi senang langsung mengubah ekspresi wajah menjadi tak senang saat melihat grace.


Grace yang mendapat tatapan seperti itu sedikit ciut namun grace langsung berpikir bahwa ini untuk kebaikannya di masa depan agar alexa tak membencinya atau ilfil kepadanya, grace pun memberikan diri untuk menatap alex, selama beberapa saat sampai suara hand phone shira mengagetkan mereka semua


shira langsung mengambil hand phone yang ada di atas meja, karena hand phone shira tak jauh dari farah, farah pun dapat melihat dengan jelas nama yang menelpon shira "kak andra"


"maaf semuanya, aku izin untuk menjawab panggilanku" setelah mengatakan itu shira melihat sekilas kearah diyan, diyan yang mengerti tatapan sekilas shira tadi langsung berdiri dan pamit kepada mereka farah lalu pergi mengikuti shira.


"mereka benaran pindahan dari new york?" tanya satya setelah melihat grace telah menghilang dari pandangan mereka


"iya, mereka juga sekelas dengan kami, emang kenapa?" tanya balik farah


"ngga apa apa sih aku hanya merasa mereka seperti mencurigakan" jawab satya dengan raut wajah serius

__ADS_1


"tapi menurut aku lebih mencurigakan laki laki yang bermata biru itu deh, karena saat aku perhatikan sejak tadi itu dia selalu menatap shira, bahkan saat shira berganti tempat duduk dia terus memperhatikan shira" tambah gavin dengan ekpresi lebih serius sambil menatap frans


sebenarnya sejak tadi frans juga selalu memperhatikan gerak gerik alex dan juga shira, ia juga seperti merasa janggal terhadap sikap alex itu, frans langsung berpikir jangan sampai alex ingin berbuat jahat kepada shira, walaupun frans telah menerima perjodohon yang di buat omanya namun saat ini shira dan diyan tetap lah teman temannya. dan sebagai teman yang baik ia harus melindungi shira dan diyan, frans pun langsung bertekad untuk mencari tahu informasi tentang merek alex dan grace


shira dan diyan sekarang sedang berada di taman dekat mushola kampus, mereka sedang membicarakan masalah serius


"dari informasi yang di beritahukan oleh paman kepada aku dan ashar, katanya wawan dan windra akan mengikuti kita ke sini, sepertinya mereka akan ke sini besok atau lusa, sekarang paman sedang menyelidiki mereka semua, kalian harus hati hati dan ingat jangan pernah memberikan alamat rumah kita kepada siapapun" ucap andra dengan nada serius sekaligus khawatir


"in syaa allah kami akan berhati hati kak, kalian juga harus hati hati jangan sampai kalian dipukuli lagi seperti waktu di kota c" ucap diyan dengan khawatir dan sedikit takut


"kamu tenang aja, in syaa allah dengan izin allah kami akan baik baik saja dalam lindungannya, sebentar setelah kalian sudah tak ada mata kuliah paman berpesan agar kalian menelponnya dia akan menjemput kalian, paman sangat khawatir, paman takut para anak buah wawan telah duluan untuk mengawasi kita dan mencari tahu alamat kita jadi kata paman untuk sekarang kita jangan dulu naik taksi atau angkutan umum" jelas andra panjang lebar


shira terdiam sambil berpikir, sepertinya saat orang tuanya dan juga orang tua diyan meninggal masalah mereka semakin banyak, bahkan sekarang pak wawan dan windra anaknya akan datang menyusul mereka ke sini, sebenarnya apa mau mereka?


melihat shira yang terdiam diyan pun langsung berkata lagi "iya kak setelah kelas kami selesai kami akan menelpon paman agar paman menjemput kami di sini, kalian kerja aja yang fokus jangan khawatir tentang kami lagian kami di kampus mereka ngga mungkin dengan sangat terang terangan menangkap kami karena keamanan di kampus kami sangat tinggi"


mendengar diyan yang berkata begitu andra pun sedikit lega, ia tak lagi khawatir seperti tadi jujur saja saat mendengar pamannya berkata bahwa pak wawan dan anaknya windra akan menyusul mereka ke ibukota ini ia langsung panik dan khawatir bahkan ia hampir pergi ke kampus mereka, untung saja paman candra dapat menenangkannya dan menyuruhnya untuk memberitahukan kabar ini kepada shira agar mereka berhati hati,

__ADS_1


sebenarnya saat candra mendengar kabar dari aak buahnya ia ingin langsung menelpon shira dan memberitahukan ini kepadanya namun saat ia melihat jam masih pagi ia langsung mengurungkan niatnya karena candra berpikir bahwa shira dan diyan mungkin masih mengikuti kelas, candra pun hanya bisa memberitahu andra terlebih dahulu agar andra bisa memberitahukan informasi ini kepada shira dan diyan agar mereka berhati hati


__ADS_2