Bidadari Bermata Biru

Bidadari Bermata Biru
bab 24.


__ADS_3

mereka Farah sudah lama menunggu Shira di kantin, namun Shira tak kunjung datang, mereka pun bertanya-tanya,


"Shira kok lama banget sih, masa hanya ke kamar mandi lama gitu" ucap Farah


"jangan-jangan ada apa-apa lagi sama Shira" ujar Diyan membaut semuanya langsung panik


sekarang sudah hampir masuk ashar sedangkan Shira tadi pergi masih jam setengah 2, mereka semua khawatir Shira akan kenapa-napa, makanya dia ngga balik lagi


mereka semua pun sibuk mencari Shira, mereka menanyakan kepada teman-teman mereka yang lain, akan tetapi jawaban mereka sama semua, tidak ada yang melihat Shira


Diyan semakin panik, dia berpikir jangan-jangan Shira di kerjain oleh Rena and the geng lagi, frans pun begitu dia juga sangat panik, jika langsung berkata dalam hati, jika terjadi apa-apa kepada Shira, aku tidak akan pernah memaafkan mereka. Frans menggertak kan giginya


tak lama kemudian terdengar suara adzan di mushola kampus tempat biasa mereka shalat, mereka semua pun berhenti mencari Shira dan pergi menuju ke mushola untuk melaksanakan shalat


sementara itu Shira sangat sedih dan terpukul, dia terus mengeluarkan air mata walau tak bersuara, sudah 1 jam lebih dia mengaji sambil menangis, dia mengaji untuk ke dua orang tuanya. bahkan sekarang mata Shira sudah sangat bengkak akibat dia menangis


namun karna sudah lama menangis, shira pun mengantuk dan akhirnya ketiduran di dalam mushola itu, dia tidur dengan menyandarkan badannya di tembok dan memangku Al-qur'an yang di bacanya tadi..


diyan dan Farah kini telah berwudhu, mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mushola itu, mereka pun pergi mengambil mukena di almari, saat mereka hendak mengambil mukena mereka samar-samar seperti melihat ada orang di bawah situ, mereka pun segera mengambil mukena itu dan menghampiri orang yang mereka lihat.


namun betapa kagetnya mereka berdua melihat Shira yang tertidur dengan memangku Al-qur'an dan dengan mata yang bengkak,


"ini Shira kan?" tanya Farah seperti tak percaya


"iya, tapi kok dia bisa ada di sini? dan matanya bengkak seperti kelamaan nangis, Ara kok aneh banget sih se habis telponan sama Sinta tadi, jangan-jangan emang ada yang terjadi, tapi mereka tidak mau memberitahu aku" ucap Diyan menebak-nebak


"udah kamu ngga usah seuzon dulu, siapa tau dia ada masalah atau apa, kita tunggu dia bangun dulu, baru kita tanya sebenarnya apa yang terjadi" Farah berusaha menenangkan Diyan, sambil mengambil Al-Qur'an yang ada di pangkuan Shira


karna merasa ada yang bergerak Shira pun langsung terbangun, dia sedikit-sedikit membuka matanya, dan dia melihat Farah dan Diyan yang sudah berada di depannya

__ADS_1


"kamu kenapa ra?" tanya Diyan setelah melihat Shira bangun


"ngga apa-apa kok, kalian udah lama sampainya? kenapa ngga bangunin aku?" tanya balik Shira setelah menjawab pertanyaan diyan


"kami baru datang kok" jawab Fira


"yaudah kalau gitu aku wudhu dulu ya," ujar Shira lalu ke luar menuju ke ruang wudhu khusus perempuan


Shira tadi ketiduran jadi dia harus berwudhu kembali, karna wudhunya sudah batal


Farah dan Diyan hanya menunggu Shira di dalam mushola sambil melaksanakan shalat Sunnah sebelum ashar,


setelah berwudhu Shira pun masuk dan melakukan shalat Sunnah sebelum ashar bersama Diyan dan Farah,


Farah telah terbiasa melihat Diyan dan Shira shalat Sunnah, jadi dia pun juga sering melakukan shalat Sunnah yang lainnya bersama Shira dan Diyan


"Ra, gimana entar kamu mau nyanyi apa di atas panggung?" tanya Farah setelah selesai shalat


"aku juga ngga tau, ini lagi aku pikir-pikir" jawab Shira


"Ra, kayanya ada yang beda deh sama kamu, sebenarnya apa yang terjadi sih? setelah Sinta menelpon kamu tadi, kamu langsung pergi dan tidak kembali lagi ke kantin, dan sekarang kamu di sini dengan mata bengkak, kamu habis nangis?" ucap Diyan tiba-tiba. Diyan merasa curiga kepada Shira yang tiba-tiba aneh seperti ini


Shira hanya tersenyum simpul lalu berkata dengan tenang


"Yan semua yang terjadi itu sudah kehendak Allah, semua itu sudah di tulis dalam lauh Mahfuz"


Diyan langsung mengerutkan keningnya, dari mana nyambungnya dengan pertanyaan yang dia ucapkan tadi?, Diyan pun tak bertanya lagi dia akan meminta penjelasan setelah sampai di asrama Sebentar


"ayo ke luar, kita harus ke tempat lomba sekarang" ajak Farah

__ADS_1


mereka pun keluar dari mushola itu bersamaan, saat mereka keluar mereka telah di tunggu oleh Frans, Gavin dan Satya, mereka bertiga langsung kaget melihat Shira bersama dengan Diyan, dan Farah, mereka tadi mencarinya kemana-mana dan sekarang ada di sini, kalau begitu mereka seharusnya tidak harus capek capek mencari.


Frans pun merasa lega karna melihat Shira di situ, namun ada yang membuatnya heran, kenapa mata Shira bengkak dan merah? Frans bertanya-tanya dalam hatinya


"kak, kalian mau ikut ngga nonton Shira?" tanya Farah


"ikut dong, yang penting ada kamu aku pasti ikut" jawab Satya menggoda Farah


"idih alay kamu" ucap Diyan lalu mengajak Shira dan Farah pergi, namun selangkah kemudian mereka bertiga serentak berhenti lalu berkata kepada Frans, Gavin dan Satya


"kalian duluan, kita di belakang"


Frans, Gavin dan Satya pun langsung pergi mendahului mereka bertiga, mereka telah mengetahui jika mereka ber 6 jalan bersama maka perempuan di belakang dan laki-laki di depan


saat sampai di aula kampus, mereka frans pun langsung mencari tempat duduk, sedangkan Shira, Farah, dan Diyan mereka ke belakang panggung untuk menemani Shira, mereka akan pergi ke kursi penonton setelah Shira naik ke panggung, mereka telah berpesan kepada Frans agar dia menyimpan kan Farah dan Diyan kursi


"Ra kamu mau nyanyi lagu apa?" tanya Farah khawatir Shira belum mendapatkan lagu yang cocok


"udah kamu tenang aja" jawab Shira tenang


Diyan sebenarnya sangat khawatir, karna semakin Shira tenang maka semakin banyak yang dia sembunyikan, mereka berdua besar bersama tinggal berdekatan, jadi mereka telah saling mengetahui karakter masing-masing


tak lama kemudian mereka melihat Rena and the geng datang dengan baju minim yang seksi, mereka juga berdandan, cantik sih, tapi sangat berlebihan, membuat orang muak


"eh ada Farah," ucap Rena menghampiri Farah


Farah hanya tersenyum kecut melihat Rena and the geng mendekat ke arahnya


"udah tau mau nyanyi apa? jangan sampai kamu malu-maluin kampus kita lagi hahaha" ucap Rena sambil tertawa dan di ikuti oleh Yura dan Resti

__ADS_1


__ADS_2